Dalil Kedustaan Dukun dan Peramal dalam Islam
Senin, 29 Agustus 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Sesungguhnya para Malaikat turun di awan, maka mereka berbicara tentang perkara yang telah ditetapkan di langit, lalu setan berusaha mencuri dengar sampai mereka dapat mendengarnya. Kemudian mereka memberikannya kepada para dukun, lalu para dukun itu menambah satu berita benar tersebut dengan seratus kedustaan dari diri-diri mereka." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Tidak Diterima Sholatnya Selama 40 Malam
Orang yang mendatangi dukun dan mempercayai apa yang disampaikannya merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Dalam Hadis terdapat ancaman serius bagi orang yang mendatangi dukum. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ « مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya: "Diriwayatkan lagi oleh sebagian istri Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, dari Beliau: "Barang siapa yang mendatangi tukang tenung untuk bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya sholat selama empat puluh malam." (HR. Muslim)
Riwayat lain, Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya: "Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam." (HR Ahmad dalam Musnad-nya 9541)
Demikian ulasan tentang dukun dan kedustaannya. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara tersebut.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 8 Cara Syirik, Penyihir Berkolaborasi dengan Jin
Lutfan Faizi
Tidak Diterima Sholatnya Selama 40 Malam
Orang yang mendatangi dukun dan mempercayai apa yang disampaikannya merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Dalam Hadis terdapat ancaman serius bagi orang yang mendatangi dukum. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ « مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya: "Diriwayatkan lagi oleh sebagian istri Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, dari Beliau: "Barang siapa yang mendatangi tukang tenung untuk bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya sholat selama empat puluh malam." (HR. Muslim)
Riwayat lain, Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya: "Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam." (HR Ahmad dalam Musnad-nya 9541)
Demikian ulasan tentang dukun dan kedustaannya. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara tersebut.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 8 Cara Syirik, Penyihir Berkolaborasi dengan Jin
Lutfan Faizi
(rhs)
Lihat Juga :