Kisah Perampok yang Bertobat dan Menjadi Ulama Besar
Kamis, 01 September 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
فَفِرُّوۡۤا اِلَى اللّٰهِؕ اِنِّىۡ لَـكُمۡ مِّنۡهُ نَذِيۡرٌ مُّبِيۡنٌۚ
Artinya: "Maka segeralah kembali (mentaati) Allah. Sungguh aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untuk kalian." (QS Az-Zariyat Ayat 50)
Kemudian Fudhail berteriak keras lebih keras daripada teriakan pertama. Pelayannya segera memeriksa kondisi Fudhail apakah terkena anak panah. Kemudian Fudhail berkata: "Hai pelayanku! Panah Allah telah mengenaiku."
Kemudian orang ketiga dari mereka melepaskan anak panah ke arah Fudhail sambil membaca firman Allah berikut:
وَاَنِيۡبُوۡۤا اِلٰى رَبِّكُمۡ وَاَسۡلِمُوۡا لَهٗ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِيَكُمُ الۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنۡصَرُوۡنَ
Artinya: "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS. Az-Zumar Ayat 54)
Mendengar itu, Fudhail berteriak keras lebih keras daripada teriakan pertama dan kedua. Kemudian ia berkata kepada anak buahnya: "Sadarlah dan bertaubatlah kalian semua! Sesunggguhnya aku kecewa atas kezaliman merampok yang telah aku jalani selama ini. Rasa takut kepada Allah telah masuk ke dalam hatiku. Aku tidak akan merampok lagi."
Fudhail bin Iyad pun pergi menuju Mekkah. Ketika ia telah sampai di tempat yang dekat dengan Nahrawan, Khalifah Harun Al-Rasyid menemuinya dan berkata: "Hai Fudhail! Aku telah memimpikan sebuah mimpi bahwa seolah-olah ada yang menyeru dengan suara keras dengan seruan, "Sesungguhnya Fudhail telah takut kepada Allah. Ia telah memilih mengabdikan dirinya kepada-Nya. Terimalah ia!"
Kemudian Fudhail berteriak keras dan berkata: "Ya Allah! Dengan kemuliaan-Mu dan kesombongan- Mu, Engkau mencintai seorang hamba pendosa yang telah jauh dari-Mu selama 40 tahun."
Demikian sekelumit kisah Fudhail bin Iyadh yang bertobat dari perbuatan merampoknya. Allah memberinya Hidayah dengan memasukkan rasa takut ke dalam hatinya.
Artinya: "Maka segeralah kembali (mentaati) Allah. Sungguh aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untuk kalian." (QS Az-Zariyat Ayat 50)
Kemudian Fudhail berteriak keras lebih keras daripada teriakan pertama. Pelayannya segera memeriksa kondisi Fudhail apakah terkena anak panah. Kemudian Fudhail berkata: "Hai pelayanku! Panah Allah telah mengenaiku."
Kemudian orang ketiga dari mereka melepaskan anak panah ke arah Fudhail sambil membaca firman Allah berikut:
وَاَنِيۡبُوۡۤا اِلٰى رَبِّكُمۡ وَاَسۡلِمُوۡا لَهٗ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِيَكُمُ الۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنۡصَرُوۡنَ
Artinya: "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS. Az-Zumar Ayat 54)
Mendengar itu, Fudhail berteriak keras lebih keras daripada teriakan pertama dan kedua. Kemudian ia berkata kepada anak buahnya: "Sadarlah dan bertaubatlah kalian semua! Sesunggguhnya aku kecewa atas kezaliman merampok yang telah aku jalani selama ini. Rasa takut kepada Allah telah masuk ke dalam hatiku. Aku tidak akan merampok lagi."
Fudhail bin Iyad pun pergi menuju Mekkah. Ketika ia telah sampai di tempat yang dekat dengan Nahrawan, Khalifah Harun Al-Rasyid menemuinya dan berkata: "Hai Fudhail! Aku telah memimpikan sebuah mimpi bahwa seolah-olah ada yang menyeru dengan suara keras dengan seruan, "Sesungguhnya Fudhail telah takut kepada Allah. Ia telah memilih mengabdikan dirinya kepada-Nya. Terimalah ia!"
Kemudian Fudhail berteriak keras dan berkata: "Ya Allah! Dengan kemuliaan-Mu dan kesombongan- Mu, Engkau mencintai seorang hamba pendosa yang telah jauh dari-Mu selama 40 tahun."
Demikian sekelumit kisah Fudhail bin Iyadh yang bertobat dari perbuatan merampoknya. Allah memberinya Hidayah dengan memasukkan rasa takut ke dalam hatinya.
Lihat Juga :