Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa

Rabu, 07 September 2022 - 14:13 WIB
loading...
Kisah Nabi Yosua Dituduh...
Bani Israil menuduh Nabi Yusya atau Yosua membunuh Nabi Musa. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Bani Israil begitu mudah menuduh orang membunuh. Tatkala Nabi Harun wafat, Nabi Musa dituduh membunuh saudaranya itu. Begitu juga ketika Nabi Musa wafat, mereka menuduh Nabi Yosua atau Yusya' bin Nun yang membunuh.

Baca juga: Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Kisah Para Nabi" menceritakan ketika Nabi Musa as dan murid beliau, Yusya', sedang berjalan, tiba-tiba berembuslah angin yang membawa gumpalan awan berwarna hitam pekat.

Saat Yusya' melihat gumpalan awan itu, ia menyangka Kiamat telah tiba maka ia pun berpegang kepada Musa. “Andai pun Kiamat terjadi, aku merasa tenang bersama Musa Nabi Allah,” ujarnya.

Selanjutnya, Musa melepas baju rangkapnya secara diam-diam dan meletakkannya di tangan Yusya'.

Ketika Yusya' kembali kepada kaumnya sambil membawa baju yang dipegangnya itu, Bani Israil segera menangkapnya. Mereka berkata, “Engkau telah membunuh Nabi Allah.”

Yusya' menjawab, “Tidak, demi Allah, aku tidak membunuhnya. Akan tetapi, beliau telah melepas pakaian ini.” Namun, mereka tidak memercayai kata-kata Yusya' dan mereka ingin membunuhnya.

“Jika kalian tidak percaya dengan pengakuanku, tangguhkanlah niat kalian itu selama tiga hari,” ujar Yusya'.

Setelah diberikan penangguhan, Yusya' berdoa kepada Allah. Setelah itu, Allah mengabarkan dalam mimpi setiap orang yang telah mengintrograsi Yusya' bahwa Yusya' tidak membunuh Musa: “Sesungguhnya, Kami telah mengangkat Musa ke sisi Kami." Setelah itu, mereka meninggalkan Yusya'.

Yusya' bin Nun adalah murid Nabi Musa as. Dialah yang mewarisi kepemimpinannya atas Bani Israil sepeninggal Nabi Musa. Yusya' dikenal sebagai tokoh yang memimpin Bani Israil memasuki Palestina. Dalam Yahudi dan Kristen, tokoh ini disebut Yosua.

Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS

Disholati Malaikat
Terdapat banyak riwayat terkait kisah wafatnya Nabi Musa as. Wahab bin Munabbih, sebagaimana dikutip Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa suatu ketika Musa as berjalan melewati para malaikat yang sedang menggali makam yang sangat indah dan megah, yang belum pernah dilihat oleh Musa.

“Wahai para malaikat Allah, kalian menggali makam ini untuk siapa?” tanya Nabi Musa.

Mereka menjawab, “(Makam ini) untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah yang mulia. Jika engkau ingin menjadi hamba tersebut, masuklah ke liang lahat ini, berbaringlah di dalamnya, dan hadapkanlah dirimu kepada Tuhanmu. Bernapaslah engkau dengan perlahan.”

Musa melakukan hal itu dan beliau pun wafat. Selanjutnya, para malaikat mensholatinya dan mengebumikannya di liang lahat itu.

Ahli Kitab dan lainnya menyebutkan bahwa Musa as wafat dalam usia 120 tahun.

Baca juga: Nabi Musa Menghajar Malaikat Maut Sampai Terlepas Matanya

Menampar Malaikat
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Malaikat maut mendatangi orang saat hendak mencabut nyawanya dalam sosok yang jelas dilihat oleh orang itu. Namun, ketika malaikat maut mendatangi Musa as yang telah tiba ajalnya, Musa menampar malaikat maut hingga matanya terlepas dari tempatnya.

Selanjutnya, malaikat maut itu kembali menemui Tuhannya seraya berkata: “Wahai Tuhanku, hamba-Mu Musa telah menamparku hingga mataku terlepas dari tempatnya. Seandainya bukan karena kemuliaan dirinya di sisi-Mu, niscaya aku sudah bersikap keras kepadanya.'

Menurut pendapat Yunus, malaikat itu berkata: “Seandainya bukan karena kemuliaan dirinya di sisi-Mu, niscaya aku akan membelahnya.”

Allah berfirman kepadanya: "Kembalilah kepada hamba-Ku itu lalu katakan kepadanya agar ia meletakkan tangannya pada kulit sapi (atau menjamah punggung sapi) maka setiap helai bulu sapi yang tertutup oleh tangannya terhitung umurnya setahun.'

Selanjutnya, malaikat maut datang kembali menemui Musa dan mengatakan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhannya.

Musa lalu bertanya: “Setelah itu, apa yang terjadi?"

Malaikat maut menjawab: “Kematian."

Musa berkata: "Kalau begitu, sekarang saja."

Setelah itu, Musa menghela napasnya dengan sekali napas lalu malaikat maut mencabut nyawanya.”

Selanjutnya, Allah mengembalikan mata malaikat maut itu hingga normal kembali seperti semula. Setelah itu, ia mendatangi manusia secara diam-diam.

Demikian menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abu Kuraib, dari Mush'ab bin Miqdam, dari Hammad bin Salamah. Ia juga menilainya sebagai hadis marfu' (periwayatannya sampai kepada Rasulullah SAW ).

Baca juga: Rasulullah Saksikan Protes Nabi Musa kepada Nabi Adam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
5 Golongan Ini Mendapatkan...
5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Bukti...
Arkeolog Temukan Bukti yang Bisa Patahkan Klaim Columbus Lebih Dulu ke Alaska
Dipercaya untuk Melukai...
Dipercaya untuk Melukai Nabi Muhammad, Fenomena Batu Besar Ini di Luar Nalar
Pemutihan Karang Jadi...
Pemutihan Karang Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan Laut
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved