4 Perkara yang Merusak Keistiqamahan, Nomor 1 karena Kejahilan
Kamis, 15 September 2022 - 10:50 WIB
loading...
Ada dua faktor yang bisa membuat keistiqamahan seseorang itu rusak, yakni faktor internal dan faktor eksternal dari diri kita. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Orang yang istiqamah dalam beramal beribadah, tidak akan menyia-nyiakan waktunya di dunia. Namun, dalam menjalaninya banyak sekali godaan dan faktor yang dapat merusak sikap istiqamah kita.
Disarikan dari kitab "Futur', karya Abu Ihsan al-Atsari dan Ummu Ihsan, dijelaskan, ada dua faktor yang bisa membuat keistiqamahan seseorang itu rusak, yakni faktor internal dan faktor eksternal dari diri kita. Faktor internal, seperti kejahilan atau lawan dari ilmu, lalai dan berpaling dari kebenaran, serta hawa nafsu. Sedangkan faktor eksternal, misalnya godaan syetan, godaan dunia dan teman-teman yang jahat.
Baca juga: Jaminan Pahala dari Allah Ta'ala Bagi yang Istiqamah dalam Ketaatan
Berikut penjelasannya:
1. Kejahilan
Kejahilan yang ada pada seorang hamba bisa menyeretnya kepada kehancuran dan akibat yang buruk. Pelakunya bisa saja terjerumus kepada dosa dan maksiat, menyimpang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lurus, serta mengikuti syahwat dan syubat . Kecuali jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya petunjuk untuk kembali kepada jalan yang lurus.
Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Dia akan memberinya ilmu agama yang bermanfaat serta menganugerahkan padanya pemahaman kepada agama yang benar. Sebaliknya, siapa saja yang tidak Allah kehendaki kebaikan atas dirinya maka Allah akan membiarkannya kepada kebodohan. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan melindungi kita dari kejahilan.
2. Lalai dan lengah
Lalai dan lengah terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesadaran, hal ini merupakan penyakit yang berbahaya jika menimpa pada seseorang. Karenanya, seorang hamba tidak akan menyibukkan dirinya pada ketaatan dan hal yang tidak bermanfaat. Siapa yang dikuasai oleh kelengahan, disibukkan dengan kelalaian , dan selalu berpaling dari kebenaran, niscaya akan berkurang imannya, serta akan melemah istiqamahnya. Bahkan bisa juga mematikan hati karena berkuasanya syahwat atas dirinya.
Kelengahan adalah sifat yang tercela dan termasuk sifat orang-orang kafir dan munafik. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperigatkannya dengan keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Disarikan dari kitab "Futur', karya Abu Ihsan al-Atsari dan Ummu Ihsan, dijelaskan, ada dua faktor yang bisa membuat keistiqamahan seseorang itu rusak, yakni faktor internal dan faktor eksternal dari diri kita. Faktor internal, seperti kejahilan atau lawan dari ilmu, lalai dan berpaling dari kebenaran, serta hawa nafsu. Sedangkan faktor eksternal, misalnya godaan syetan, godaan dunia dan teman-teman yang jahat.
Baca juga: Jaminan Pahala dari Allah Ta'ala Bagi yang Istiqamah dalam Ketaatan
Berikut penjelasannya:
1. Kejahilan
Kejahilan yang ada pada seorang hamba bisa menyeretnya kepada kehancuran dan akibat yang buruk. Pelakunya bisa saja terjerumus kepada dosa dan maksiat, menyimpang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lurus, serta mengikuti syahwat dan syubat . Kecuali jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya petunjuk untuk kembali kepada jalan yang lurus.
Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Dia akan memberinya ilmu agama yang bermanfaat serta menganugerahkan padanya pemahaman kepada agama yang benar. Sebaliknya, siapa saja yang tidak Allah kehendaki kebaikan atas dirinya maka Allah akan membiarkannya kepada kebodohan. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan melindungi kita dari kejahilan.
2. Lalai dan lengah
Lalai dan lengah terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesadaran, hal ini merupakan penyakit yang berbahaya jika menimpa pada seseorang. Karenanya, seorang hamba tidak akan menyibukkan dirinya pada ketaatan dan hal yang tidak bermanfaat. Siapa yang dikuasai oleh kelengahan, disibukkan dengan kelalaian , dan selalu berpaling dari kebenaran, niscaya akan berkurang imannya, serta akan melemah istiqamahnya. Bahkan bisa juga mematikan hati karena berkuasanya syahwat atas dirinya.
Kelengahan adalah sifat yang tercela dan termasuk sifat orang-orang kafir dan munafik. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperigatkannya dengan keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
Lihat Juga :