Kisah 300 Orang Prajurit Islam Menyantap Ikan Raksasa
Jum'at, 23 September 2022 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Abu Ubaidah menyuruh tiga belas orang dari rombongan pasukan untuk duduk pada lubang bekas mata, lalu Abu Ubaidah memerintahkan orang mengambil dua tulang kemudian ditegakkan. Lalu salah seorang prajurit yang paling tinggi tubuhnya menaiki seekor unta yang terbesar dan berjalan di bawah tulang itu tanpa kepalanya menempel tulang tersebut. Ini menunjukkan ikan tersebut sangatlah besar.
Sebagian sahabat mengeringkan daging ikan itu dan dibuat dendeng. Setelah selesai tugas, pasukan perang itu kembali ke Madinah. Mereka kembali dengan membawa dendeng daging ikan tersebut.
Begitu sampai, mereka menghadap ke Rasulullah SAW. Diceritakanlah oleh mereka tentang ikan besar tersebut kepada beliau. Rasulullah SAW bersabda: “Itu adalah rezeki yang dikaruniakan Allah atas kalian. Apakah kalian masih menyimpan sisa daging itu untuk kami makan?” Maka dibawakanlah daging itu kepada Rasulullah SAW, lalu beliau ikut memakannya.
Baca juga: Halal dan Haram: Asal Tiap-Tiap Sesuatu Adalah Mubah
Abu Ubaidah menyuruh tiga belas orang dari rombongan pasukan untuk duduk pada lubang bekas mata, lalu Abu Ubaidah memerintahkan orang mengambil dua tulang kemudian ditegakkan. Lalu salah seorang prajurit yang paling tinggi tubuhnya menaiki seekor unta yang terbesar dan berjalan di bawah tulang itu tanpa kepalanya menempel tulang tersebut. Ini menunjukkan ikan tersebut sangatlah besar.
Sebagian sahabat mengeringkan daging ikan itu dan dibuat dendeng. Setelah selesai tugas, pasukan perang itu kembali ke Madinah. Mereka kembali dengan membawa dendeng daging ikan tersebut.
Begitu sampai, mereka menghadap ke Rasulullah SAW. Diceritakanlah oleh mereka tentang ikan besar tersebut kepada beliau. Rasulullah SAW bersabda: “Itu adalah rezeki yang dikaruniakan Allah atas kalian. Apakah kalian masih menyimpan sisa daging itu untuk kami makan?” Maka dibawakanlah daging itu kepada Rasulullah SAW, lalu beliau ikut memakannya.
Baca juga: Halal dan Haram: Asal Tiap-Tiap Sesuatu Adalah Mubah
(mhy)
Lihat Juga :