Ibnu Batutah Naik Haji: Sempat Menikah 2 Kali saat Perjalanan ke Tanah Suci
Minggu, 25 September 2022 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Tiba-tiba hatinya berdebar dan jiwanya menggelora. Ternyata ia bertemu dengan seorang gadis yang begitu cantik dan menawan. Ia tidak bisa lagi membohongi dirinya bahwa ia tengah jatuh cinta. Ia sangat menyadari bahwa detak jantungnya berdebar begitu cepat saat ia melihat gadis itu.
Ross E Dunn dalam bukunya berjudul "Petualangan Ibnu Battuta Seorang Musafir Muslim Abad ke-14" menceritakan pada saat itu juga Ibnu Batutah bertekad ingin melamar gadis itu menjadi isterinya, karena ia sudah merasa hatinya begitu mantap dan gadis itu selalu hadir di setiap mimpinya.
Perjalanan Ibnu Batutah pun tertunda karena ia melaksanakan pernikahannya. Namun rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan mereka ke Tripoli dan Libya.
Baca juga: Ibnu Batutah ke Samudera Pasai Kagumi Sultan Mahmud Sholat Jumat Jalan Kaki
Ibnu Batutah merasa sangat bahagia sekali. Oleh karena itu, ia senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Ia sangat berharap pernikahannya itu bisa langgeng dan mempunyai keturunan saleh dan menjadi seorang ilmuwan yang bisa dapat mengembangkan dunia ini, sehingga dunia ini semakin berkembang dan maju dan di Ridhoi Allah SWT.
Hanya saja, apa yang Ibnu Battuta harapkan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Di dalam rumah tangganya itu, ia menemukan kesulitan. Ia selalu berbeda pendapat dengan iparnya dan masing-masing selalu memegang teguh pendapatnya sehingga hal itu membuat rumah tangganya kurang harmonis dan kandas.
Pada kondisi demikian, jiwa petualang Ibnu Batutah lahir kembali. Ia akhirnya melanjutkan pengembaraannya di kota Fez. Ketika Ibnu Batutah sampai di Kota Fez dan singgah di sana, ia mengabdikan dirinya dengan menjadi seorang pengajar di sana.
Di sana ia menjalani profesinya sebagai seorang pengajar. Rupanya memang Ibnu Batutah masih belum bisa konsisten dan fokus atas petualangannya itu karena di kota Fez ia kembali jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik dan seorang ilmuwan.
Kemudian ia pun ingin menikahi perempuan itu. Maka menikahlah Ibnu Batutah dengan gadis idamannya itu. Ini kali pernikahan Ibnu Batutah dihadiri oleh para rombongan musafir lainnya.
Nah, setelah menunaikan ibadah haji yang merupakan perjalanan pertamanya itu, Ibnu Batutah memutuskan untuk menjelajahi Irak dan Persia (tepatnya Iran Selatan), lalu kembali ke Mekkah pada tahun 730 H/1330 M.
Baca juga: Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
Ross E Dunn dalam bukunya berjudul "Petualangan Ibnu Battuta Seorang Musafir Muslim Abad ke-14" menceritakan pada saat itu juga Ibnu Batutah bertekad ingin melamar gadis itu menjadi isterinya, karena ia sudah merasa hatinya begitu mantap dan gadis itu selalu hadir di setiap mimpinya.
Perjalanan Ibnu Batutah pun tertunda karena ia melaksanakan pernikahannya. Namun rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan mereka ke Tripoli dan Libya.
Baca juga: Ibnu Batutah ke Samudera Pasai Kagumi Sultan Mahmud Sholat Jumat Jalan Kaki
Ibnu Batutah merasa sangat bahagia sekali. Oleh karena itu, ia senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Ia sangat berharap pernikahannya itu bisa langgeng dan mempunyai keturunan saleh dan menjadi seorang ilmuwan yang bisa dapat mengembangkan dunia ini, sehingga dunia ini semakin berkembang dan maju dan di Ridhoi Allah SWT.
Hanya saja, apa yang Ibnu Battuta harapkan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Di dalam rumah tangganya itu, ia menemukan kesulitan. Ia selalu berbeda pendapat dengan iparnya dan masing-masing selalu memegang teguh pendapatnya sehingga hal itu membuat rumah tangganya kurang harmonis dan kandas.
Pada kondisi demikian, jiwa petualang Ibnu Batutah lahir kembali. Ia akhirnya melanjutkan pengembaraannya di kota Fez. Ketika Ibnu Batutah sampai di Kota Fez dan singgah di sana, ia mengabdikan dirinya dengan menjadi seorang pengajar di sana.
Di sana ia menjalani profesinya sebagai seorang pengajar. Rupanya memang Ibnu Batutah masih belum bisa konsisten dan fokus atas petualangannya itu karena di kota Fez ia kembali jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik dan seorang ilmuwan.
Kemudian ia pun ingin menikahi perempuan itu. Maka menikahlah Ibnu Batutah dengan gadis idamannya itu. Ini kali pernikahan Ibnu Batutah dihadiri oleh para rombongan musafir lainnya.
Nah, setelah menunaikan ibadah haji yang merupakan perjalanan pertamanya itu, Ibnu Batutah memutuskan untuk menjelajahi Irak dan Persia (tepatnya Iran Selatan), lalu kembali ke Mekkah pada tahun 730 H/1330 M.
Baca juga: Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
(mhy)
Lihat Juga :