Kapan Nabi Muhammad SAW Diangkat Menjadi Rasul? Ini Penjelasannya
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
قلت: يا رسول اللَّه، متى كنت نبيًا؟ قال:»وآدم بين الروح والجسد
"Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kapan engkau menjadi Nabi? Beliau menjawab: Ketika Adam masih antara ruh dan jasad (belum hidup)."
Maka maksud hadis itu adalah beliau sudah ditakdirkan menjadi nabi nantinya ketika beliau lahir ke dunia dan berusia 40 tahun. Pencatatan dalam buku takdir bahwa beliau nantinya akan diangkat menjadi Nabi ini dapat dipahami dari redaksi kedua hadis berikut:
وعَنْ أبِي هُرَيْرَةَ، قالَ: قالُوا: «يا رَسُولَ اللَّهِ! مَتى وجَبَتْ لَكَ النُّبُوَّةُ؟ قالَ: وآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ والجَسَدِ
Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kapan kenabian ditetapkan untukmu?" Rasul berkata : "Ketika Adam masih antara ruh dan jasad."
Ditetapkan di sini maksudnya ditetapkan dalam catatan takdir, bukan diangkat saat itu juga. Riwayat berikut memperjelas hal ini:
إنِّي عِنْدَ اللَّهِ مَكْتُوبٌ: خاتَمُ النَّبِيِّينَ، وإنَّ آدَمَ لِمُنْجَدِلٌ فِي طِينَتِهِ
Artinya: "Aku sudah dicatat di sisi Allah sebagai Nabi terakhir, dan saat itu Adam masih dibentuk dalam tanahnya."
Dengan pemahaman ini maka semua hadis dalam pembahasan ini singkron dan tidak saling kontradiksi. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Benarkah Nabi Muhammad SAW Tercipta dari Cahaya, Berikut Penjelasannya
Wallahu A'lam
"Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kapan engkau menjadi Nabi? Beliau menjawab: Ketika Adam masih antara ruh dan jasad (belum hidup)."
Maka maksud hadis itu adalah beliau sudah ditakdirkan menjadi nabi nantinya ketika beliau lahir ke dunia dan berusia 40 tahun. Pencatatan dalam buku takdir bahwa beliau nantinya akan diangkat menjadi Nabi ini dapat dipahami dari redaksi kedua hadis berikut:
وعَنْ أبِي هُرَيْرَةَ، قالَ: قالُوا: «يا رَسُولَ اللَّهِ! مَتى وجَبَتْ لَكَ النُّبُوَّةُ؟ قالَ: وآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ والجَسَدِ
Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kapan kenabian ditetapkan untukmu?" Rasul berkata : "Ketika Adam masih antara ruh dan jasad."
Ditetapkan di sini maksudnya ditetapkan dalam catatan takdir, bukan diangkat saat itu juga. Riwayat berikut memperjelas hal ini:
إنِّي عِنْدَ اللَّهِ مَكْتُوبٌ: خاتَمُ النَّبِيِّينَ، وإنَّ آدَمَ لِمُنْجَدِلٌ فِي طِينَتِهِ
Artinya: "Aku sudah dicatat di sisi Allah sebagai Nabi terakhir, dan saat itu Adam masih dibentuk dalam tanahnya."
Dengan pemahaman ini maka semua hadis dalam pembahasan ini singkron dan tidak saling kontradiksi. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Benarkah Nabi Muhammad SAW Tercipta dari Cahaya, Berikut Penjelasannya
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :