Benarkah Roh Nabi Muhammad SAW Menghadiri Acara Maulid?
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Hadirnya Rasulullah
Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka menyakini bahwa Rasulullah SAW hadir pada saat membaca sholawat, terutama ketika Mahallul Qiyâm (posisi berdiri). Hal itu sangat tampak sekali di awal qiyâm (berdiri) membaca:
مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا مَرْحَبًا ياَ جَدَّ الْحُسَيْنِ مَرْحَبًا
Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek Husain selamat datang.
Sekadar mengingatkan penulis kitab Barzanji adalah Ja’far al-Barjanzi al-Madani. Beliau pernah menjadi khatib di Masjidilharam dan seorang mufti dari kalangan Syaf’iyyah. Beliau wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M.
Lantaran posisi berdiri saat membaca Barzanji ini memang terdapat perbedaan pendapat di antara para pengamalnya. Beda pendapat itu terkait apakah yang hadir itu jasad Nabi Muhammad SAW bersama rohnya ataukah rohnya saja?
Ahli Hadis, Muhammad Alawi al-Maliki (1944-2004) berpendapat yang hadir hanyalah rohnya. Dia mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya.
Di sisi lain, banyak ulama berpendapat bahwa Rasulullah SAW telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah SWT di surga, sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia.
Kehadiran Rasulullah SAW juga tercermin pada bait berikutnya dalam Kitab Barzanji:
يَا نَبِيْ سَلاَمٌ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ
يَا حَبِيْبُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ
Wahai Nabi salam sejahtera atasmu, wahai Rasul salam sejahtera atasmu
Wahai kekasih salam sejahtera atasmu, semoga rahmat Allah tercurah atasmu.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi: 3 Tujuan Utama Diterbitkannya Kitab Barzanji
Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka menyakini bahwa Rasulullah SAW hadir pada saat membaca sholawat, terutama ketika Mahallul Qiyâm (posisi berdiri). Hal itu sangat tampak sekali di awal qiyâm (berdiri) membaca:
مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا مَرْحَبًا ياَ جَدَّ الْحُسَيْنِ مَرْحَبًا
Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek Husain selamat datang.
Sekadar mengingatkan penulis kitab Barzanji adalah Ja’far al-Barjanzi al-Madani. Beliau pernah menjadi khatib di Masjidilharam dan seorang mufti dari kalangan Syaf’iyyah. Beliau wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M.
Lantaran posisi berdiri saat membaca Barzanji ini memang terdapat perbedaan pendapat di antara para pengamalnya. Beda pendapat itu terkait apakah yang hadir itu jasad Nabi Muhammad SAW bersama rohnya ataukah rohnya saja?
Ahli Hadis, Muhammad Alawi al-Maliki (1944-2004) berpendapat yang hadir hanyalah rohnya. Dia mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya.
Di sisi lain, banyak ulama berpendapat bahwa Rasulullah SAW telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah SWT di surga, sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia.
Kehadiran Rasulullah SAW juga tercermin pada bait berikutnya dalam Kitab Barzanji:
يَا نَبِيْ سَلاَمٌ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ
يَا حَبِيْبُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ
Wahai Nabi salam sejahtera atasmu, wahai Rasul salam sejahtera atasmu
Wahai kekasih salam sejahtera atasmu, semoga rahmat Allah tercurah atasmu.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi: 3 Tujuan Utama Diterbitkannya Kitab Barzanji
Lihat Juga :