Benarkah Roh Nabi Muhammad SAW Menghadiri Acara Maulid?

Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:48 WIB
loading...
A A A
KH Muhyiddin Abdusshomad dalam bukunya berjudul “Fikih Tradisionalis” menjelaskan tujuan membaca sholawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri, karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. Misalnya, setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin, setiap tanggal 17 Agustus, maupun pada waktu yang lain, ketika bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh peserta upacara diharuskan berdiri.

"Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri, tentu berdiri untuk menghormati Nabi SAW lebih layak dilakukan, sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Bukankah Nabi Muhammad SAW adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain?" tulis Muhyiddin Abdusshomad.

Qiyas yang disampaikan Muhyiddin Abdusshomad ini juga mengundang tanggapan sementara pihak. Bagaimana mungkin menghormati Rasul disamakan dengan hormat bendera ketika upacara, sedangkan kedudukan beliau sangat mulia dan derajatnya sangat agung, baik saat hidup atau setelah wafat?

Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu, sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi?

Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW

Menyambut Orang
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dalam hadis Nabi SAW, ’Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian'.

Imam Nawawi dalam kitab "Minhaj Syarah Shahîh Muslim" berpendapat bahwa pada hadis di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. Namun, tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah SAW.

Qadhi Iyadh dalam "Ikmâlil Mu’lim Bi Syarah Shahîh Muslim" menjelaskan hadis tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasulullah SAW kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Muadz ra turun dari keledainya, karena dia sedang luka parah, bukan untuk menyambut atau menghormatinya.

Baca juga: Sejarah Maulid Nabi dan Orang Pertama yang Merayakannya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
Patung Bunda Maria Menangis,...
Patung Bunda Maria Menangis, Ilmuwan Temukan Fakta di Luar Nalar Manusia
Fenomena Alam Besar...
Fenomena Alam Besar Bakal Terjadi, Bintang-bintang Berukuran Besar Memuntahkan Bebatuan
Riset Terbaru Sebut...
Riset Terbaru Sebut Air Hujan di Seluruh Dunia Mengandung Racun
Artikel Terkini
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved