Maulid Nabi: Syair Pujian Jalaluddin Rumi kepada Rasulullah SAW

Kamis, 06 Oktober 2022 - 15:52 WIB
loading...
Maulid Nabi: Syair Pujian...
Jalaluddin Rumi Rumi membahas cinta Nabi antara lain dalam karya monumentalnya Mastnawi. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Maulana Jalaluddin Rumi kerap kali melantunkan puji-pujian pada Rasulullah SAW . Dalam beberapa puisi bahkan dia persembahkan satu ghazal penuh untuk Nabi—ini biasa disebut na’t di mana karakter Nabi Muhammad SAW diuraikan panjang lebar.

Maulana Jalaluddin Rumi adalah pendiri Tarekat Para Darwis Berputar . Ia dilahirkan di Bactria, dari sebuah keluarga bangsawan pada awal abad ketiga belas. Ia tinggal dan mengajar di Iconum (Rum) di Asia Kecil, sebelum munculnya Kerajaan Utsmani, yang tahtanya menurut seruannya ia tolak.

Baca juga: Jalaluddin Rumi, Raksasa Afghanistan yang Mempengaruhi Barat

Idries Shah dalam bukunya berjudul "The Sufis" menyebut karya-karya Rumi ditulis dalam bahasa Persia, dan dipandang tinggi oleh orang Persia karena kandungan puitis, kesusastraan dan mistiknya. Sehingga karya-karya ini disebut sebagai "al-Qur'an dalam bahasa Pehlevi (bahasa Persia)" -- meskipun karya-karya ini bertentangan dengan kepercayaan bangsa Persia, sekte Syi'ah, yang dikritik atas eksklusivismenya.

Di kalangan orang Muslim Arab, India dan Pakistan, Rumi dipandang sebagai salah seorang dari guru mistik tingkat pertama -- meskipun ia menyatakan bahwa ajaran-ajaran al-Qur'an bersifat alegoris, dan ia memiliki tujuh makna yang berbeda.

Jangkauan pengaruh Rumi sulit untuk bisa diperkirakan, meskipun hal ini terkadang bisa dilihat secara sekilas, pada kesusastraan dan pemikiran dari berbagai mazhab.

Rumi sering bicara tentang berbagai hal, lalu tiba-tiba menyebut-nyebut sifat cinta Nabi. Tentang suasana batin tatkala Nabi Muhammad SAW di lahirkan, Rumi mendeskripsikan:

Saat cahaya Muhammad datang, mereka yang ingkar kenakan baju hitam Saat masa kerajaan abadi tiba, mereka yang ingkar menabuh genderang ‘tuk halau kematian. Seluruh muka bumi menghijau. Surga cemburu pada bumi dan mengoyak lengannya. Bulan terbelah. Bumi mendapat kehidupan dan menjadi hidup.

Semalam, terjadi keributan besar di antara bintang karena sebuah bintang terang t’lah turun ke bumi.

Baca juga: Jalaluddin Rumi dan Asal-Usul Tarekat Darwis Berputar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Fenomena Hujan Es, Begini...
Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Ulasan Lengkap Riset...
Ulasan Lengkap Riset Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Artikel Terkini
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved