Bermuhasabah Diri dan Meneladani Sifat Rasulullah dalam Berbangsa

Senin, 10 Oktober 2022 - 05:14 WIB
loading...
A A A
Tak hanya itu, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) ini menilai dalam konteks berbangsa dan bernegara, sejatinya Rasulullah telah memiliki konsep yang final dan wajib diteladani oleh segenap umat guna menyuburkan rasa cinta tanah air, bangsa dan negara.

“Apa-apa yang sudah diwariskan Nabi Muhammad, SAW sudah sangat jelas dan tak perlu untuk diperdebatkan. Islam adalah agama yangrahmatan lil alamindan itu final dalam muatan mengabdi pada bangsa dan negara. Tugas kita adalah bagaimana menghadirkan 'Wajah Allah SWT' di muka bumi, dan menghadirkan 'Senyuman Nabi Muhammad SAW' di peradaban saat ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, akan tercipta atmosfir baru dari kondisi saat ini yang sarat akan narasi yang kerap mempertentangkan bentuk negara bangsa Indonesia ini agar digantikan dengan bentuk negara dan hukum yang berlandaskan keagamaan. Hal ini dikarenakan bangsa ini sangat mengayomi terhadap keragaman suku, adat dan budaya

“Atmosfir baru dengan melakukan kontra narasi sekaligus penyadaran secara masif bahwa anasir yang selama ini melakukan propaganda dan sejenisnya yang menentang bentuk negara dan ideologi negara adalah salah,” ujarnya.



Apabila jika sikap cinta dan rasa memiliki tanah air ini semakin subur maka menurtnya badan ini, jiwa ini akan bergerak dengan sendirinya untuk bersama membangun negeri dan menjaga negeri dari anasir-anasir yang mencoba untuk merongrongnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI) ini juga berharap, tidak hanya masyarakat yang wajib bermuhasabah dan merefleksi diri, namun juga segenap pemimpin bangsa.

Pemerintah dalam hal ini bisa melakukan gerakan awal yaitu takwa yang dibungkus dengan tiga protokol dalam menjalankan aktivitas hidup dalam berbangsa dan bernegara

“Pertama, tidak boleh Rafats (amoral). Kedua, tidak boleh Fusuq (mencaci). Ketiga, tidak boleh Jidal (bertengkar). Ketika itu dijalankan, Insya Allah akan dijauhkan dari perbuatan pertikaian, perkelahian, permusuhan, huru-hara, peperangan dan sejenisnya. Dan tentunya masyarakat akan diberikan jalan menuju takwa yang dihiasi dengan jalan yang damai dan indah,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Pendosa yang Gemar...
Kisah Pendosa yang Gemar Rayakan Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal
Wamenag Apresiasi Kemayoran...
Wamenag Apresiasi Kemayoran Berselawat sebagai Agenda Nasional Perayaan Maulid Nabi
Kisah Lelaki Miskin...
Kisah Lelaki Miskin dan Hadiah Anggurnya untuk Rasulullah SAW
Maulid Nabi Muhammad...
Maulid Nabi Muhammad SAW, Prabowo Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Semangat Gotong Royong
Perayaan Maulid Nabi...
Perayaan Maulid Nabi dalam Pandangan Hadis
Maulid Nabi Muhammad...
Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Kenalkan Konsep Ekoteologi ke Presiden dan Wapres
Rekomendasi
Setelah Mars, China...
Setelah Mars, China Berencana Jelajahi Jupiter
Arkeolog Temukan Campur...
Arkeolog Temukan Campur Tangan Tuhan di Balik Hancurnya Kota Sodom
Dikira Punah, Jari Zombie...
Dikira Punah, Jari Zombie Ditemukan Bertahan di Australia
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved