Dialog Rasulullah SAW dengan Abu Dzar Al-Ghifari tentang Jumlah Nabi sampai Ayat Kursi
Rabu, 12 Oktober 2022 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
"Ayat Kursi," jawab Rasulullah, kemudian beliau bersabda, "Hai Abu Dzar, tiadalah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi, melainkan seperti gelang yang dilemparkan di tengah padang sahara. Keutamaan Arasy atas Kursi sama dengan keutamaan padang sahara atas gelang itu."
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi itu?"
Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya: "124.000 orang nabi."
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul dari kalangan mereka?"
"313 orang rasul, jumlah yang cukup banyak lagi baik," jawab Rasulullah."
"Siapakah yang paling pertama di antara mereka?"
"Adam."
"Apakah dia seorang nabi yang jadi rasul?"
"Ya, Allah menciptakannya (lengan tangan kekuasaan-Nya sendiri dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam tubuhnya, dan menyempurnakannya sebelum itu."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda pula: "Hai Abu Dzar, empat orang adalah bangsa Siryani, yaitu Adam, Syis, Khanukh —yakni Idris, dia orang yang mula-mula menulis dengan qalam (pena)— dan Nuh. Empat orang dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu'aib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Dzar. Mula-mula nabi Bani Israil adalah Musa dan yang paling terakhir adalah Isa. Mula-mula rasul adalah Adam, dan yang paling akhir adalah Muhammad."
Baca juga: Berapakah Jumlah Sahabat Nabi Muhammad SAW?
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT?"
Rasulullah SAW menjawab: "104 buah kitab. Allah menurunkan kepada Syis sebanyak 50 sahifah, kepada Khunukh (Idris) 30 sahifah, kepada Ibrahim 10 sahifah, dan kepada Musa sebelum Taurat, 10 sahifah. Dan Allah menurunkan kitab Taurat, kitab Injil, kitab Zabur, dan Al-Furqan (Al-Qur’an)."
Abu Dzar bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apa sajakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Ibrahim."
Rasulullah SAW menjawab, "Semuanya mengandung kalimat berikut, 'Hai raja yang berkuasa, yang mendapat cobaan lagi teperdaya. Sesungguhnya Aku tidak menjadikanmu untuk menghimpun dunia sebagian darinya dengan sebagian yang lain, tetapi aku menjadikanmu agar menghindarkan diri dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Aku tidak akan menolaknya, sekalipun dari orang kafir."
Di dalamnya banyak terkandung tamsil-tamsil (yang antara lain mengatakan), 'Diharuskan bagi orang yang berakal membagi waktunya ke dalam beberapa saat. Sesaat ia gunakan untuk bermunajat kepada Tuhannya, sesaat ia gunakan untuk menghisab dirinya sendiri, sesaat ia gunakan untuk memikirkan ciptaan Allah, dan sesaat lagi ia gunakan untuk kepentingan dirinya untuk mencari makan dan minumnya.
Diharuskan bagi orang yang berakal tidak bepergian kecuali karena tiga perkara, yaitu mencari bekal untuk hari kemudian, mencari penghidupan, atau kesenangan yang tidak diharamkan, dan harus mengetahui zamannya guna menghadapi urusannya serta memelihara lisannya.
Barangsiapa yang memperhitungkan percakapannya dengan amalnya, niscaya ia akan sedikit bicara, kecuali mengenai hal yang berurusan dengannya.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Abu Dzar melanjutkan kisahnya. Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Musa'?"
Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya: "Semuanya merupakan nasihat-nasihat (pelajaran-pelajaran), yaitu: 'Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan kematian, lalu ia merasa gembira. Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan takdir, lalu ia bersusah payah. Aku merasa heran dengan orang yang melihat dunia dan silih bergantinya terhadap para penghuninya, lalu ia merasa tenang dengan dunia itu. Dan aku merasa heran dengan orang yang percaya kepada hisab di hari kemudian, lalu ia tidak beramal."
Abu Dzar bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apakah di dalam kitab (Al-Qur'an) yang ada di tangan kita terdapat sesuatu yang telah tertera di dalam kitab-kitab Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Ya benar, hai Abu Dzar. Bacalah firman Allah SWT: 'Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ia ingat nama Tuhannya, lalu ia sholat. Tetapi kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa' (Al-A'la: 14-19)."
Abu Dzar berkata.”Wahai Rasulullah, berwasiadah kepadaku."
Rasulullah SAW pun bersabda: "Aku berwasiat kepadamu agar takwa kepada Allah, karena sesungguhnya takwa kepada Allah adalah induk semua perkaramu."
"Wahai Rasulullah, tambahkanlah wasiatmu kepadaku," pinta Abu Dzar lagi.
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi itu?"
Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya: "124.000 orang nabi."
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul dari kalangan mereka?"
"313 orang rasul, jumlah yang cukup banyak lagi baik," jawab Rasulullah."
"Siapakah yang paling pertama di antara mereka?"
"Adam."
"Apakah dia seorang nabi yang jadi rasul?"
"Ya, Allah menciptakannya (lengan tangan kekuasaan-Nya sendiri dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam tubuhnya, dan menyempurnakannya sebelum itu."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda pula: "Hai Abu Dzar, empat orang adalah bangsa Siryani, yaitu Adam, Syis, Khanukh —yakni Idris, dia orang yang mula-mula menulis dengan qalam (pena)— dan Nuh. Empat orang dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu'aib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Dzar. Mula-mula nabi Bani Israil adalah Musa dan yang paling terakhir adalah Isa. Mula-mula rasul adalah Adam, dan yang paling akhir adalah Muhammad."
Baca juga: Berapakah Jumlah Sahabat Nabi Muhammad SAW?
"Wahai Rasulullah, berapakah jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT?"
Rasulullah SAW menjawab: "104 buah kitab. Allah menurunkan kepada Syis sebanyak 50 sahifah, kepada Khunukh (Idris) 30 sahifah, kepada Ibrahim 10 sahifah, dan kepada Musa sebelum Taurat, 10 sahifah. Dan Allah menurunkan kitab Taurat, kitab Injil, kitab Zabur, dan Al-Furqan (Al-Qur’an)."
Abu Dzar bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apa sajakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Ibrahim."
Rasulullah SAW menjawab, "Semuanya mengandung kalimat berikut, 'Hai raja yang berkuasa, yang mendapat cobaan lagi teperdaya. Sesungguhnya Aku tidak menjadikanmu untuk menghimpun dunia sebagian darinya dengan sebagian yang lain, tetapi aku menjadikanmu agar menghindarkan diri dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Aku tidak akan menolaknya, sekalipun dari orang kafir."
Di dalamnya banyak terkandung tamsil-tamsil (yang antara lain mengatakan), 'Diharuskan bagi orang yang berakal membagi waktunya ke dalam beberapa saat. Sesaat ia gunakan untuk bermunajat kepada Tuhannya, sesaat ia gunakan untuk menghisab dirinya sendiri, sesaat ia gunakan untuk memikirkan ciptaan Allah, dan sesaat lagi ia gunakan untuk kepentingan dirinya untuk mencari makan dan minumnya.
Diharuskan bagi orang yang berakal tidak bepergian kecuali karena tiga perkara, yaitu mencari bekal untuk hari kemudian, mencari penghidupan, atau kesenangan yang tidak diharamkan, dan harus mengetahui zamannya guna menghadapi urusannya serta memelihara lisannya.
Barangsiapa yang memperhitungkan percakapannya dengan amalnya, niscaya ia akan sedikit bicara, kecuali mengenai hal yang berurusan dengannya.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Abu Dzar melanjutkan kisahnya. Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Musa'?"
Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya: "Semuanya merupakan nasihat-nasihat (pelajaran-pelajaran), yaitu: 'Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan kematian, lalu ia merasa gembira. Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan takdir, lalu ia bersusah payah. Aku merasa heran dengan orang yang melihat dunia dan silih bergantinya terhadap para penghuninya, lalu ia merasa tenang dengan dunia itu. Dan aku merasa heran dengan orang yang percaya kepada hisab di hari kemudian, lalu ia tidak beramal."
Abu Dzar bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apakah di dalam kitab (Al-Qur'an) yang ada di tangan kita terdapat sesuatu yang telah tertera di dalam kitab-kitab Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Ya benar, hai Abu Dzar. Bacalah firman Allah SWT: 'Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ia ingat nama Tuhannya, lalu ia sholat. Tetapi kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa' (Al-A'la: 14-19)."
Abu Dzar berkata.”Wahai Rasulullah, berwasiadah kepadaku."
Rasulullah SAW pun bersabda: "Aku berwasiat kepadamu agar takwa kepada Allah, karena sesungguhnya takwa kepada Allah adalah induk semua perkaramu."
"Wahai Rasulullah, tambahkanlah wasiatmu kepadaku," pinta Abu Dzar lagi.
Lihat Juga :