Ceramah Gus Baha tentang Keutamaan Suami Mencari Nafkah : Dimuliakan Allah Ta'ala
Rabu, 19 Oktober 2022 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. An-Nisa' : 34)
Allah Ta'ala juga berfirman :
"Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya...." (QS. Al-Baqarah ; 233)
Agama Islam tidak membenarkan perbuatan seseorang yang hanya fokus terhadap amalakhirat. sementara untuk kehidupannya di dunia dia bermalas-malasan dan melupakan kewajiban mencari nafkah.
Namun demikian, Islam juga tidak membenarkan seseorang yang gila terhadap dunia hingga akhiratnya terbengkalai. Seseorang memang wajib beramal untuk amal akhirat tapi jangan menyepelekan dan menghindari amal dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."(QS. Al-Qasas : 77)
Baca juga: Ceramah Gus Baha tentang Orang yang Membidahkan Maulid Nabi
Wallahu A'lam
(QS. An-Nisa' : 34)
Allah Ta'ala juga berfirman :
وَا لْوَا لِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَا دَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَا مِلَيْنِ لِمَنْ اَرَا دَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَا عَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِا لْمَعْرُوْفِ ۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ
"Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya...." (QS. Al-Baqarah ; 233)
Agama Islam tidak membenarkan perbuatan seseorang yang hanya fokus terhadap amalakhirat. sementara untuk kehidupannya di dunia dia bermalas-malasan dan melupakan kewajiban mencari nafkah.
Namun demikian, Islam juga tidak membenarkan seseorang yang gila terhadap dunia hingga akhiratnya terbengkalai. Seseorang memang wajib beramal untuk amal akhirat tapi jangan menyepelekan dan menghindari amal dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَا دَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."(QS. Al-Qasas : 77)
Baca juga: Ceramah Gus Baha tentang Orang yang Membidahkan Maulid Nabi
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :