Salah Satu Indikasi Keimanan adalah Berbuat Baik pada Tetangga, Begini Penjelasannya
Rabu, 19 Oktober 2022 - 18:57 WIB
loading...
Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia, sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Dan hidup rukun dalam bertetangga adalah moral yang sangat ditekankan dalam Islam.
Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, Islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' : 36)
Dalam kitab Tafsir As Sa’di, Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan ayat ini, menjelaskan bahwa tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan.
Sebagai agama yang membawa rahmah, Islam juga mengajarkan umat Islam untuk perhatian dan toleran terhadap tetangga. Karena hidup rukun dalam bertetangga adalah moral yang sangat ditekankan dalam Islam. Melaksanakan syariat ini niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat yang tentram, aman, dan nyaman.
Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku :
”Kalau kamu memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian lihatlah keluarga dari tetanggamu. Dan berilah mereka daripadanya dengan baik”. (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, Islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' : 36)
Dalam kitab Tafsir As Sa’di, Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan ayat ini, menjelaskan bahwa tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan.
Sebagai agama yang membawa rahmah, Islam juga mengajarkan umat Islam untuk perhatian dan toleran terhadap tetangga. Karena hidup rukun dalam bertetangga adalah moral yang sangat ditekankan dalam Islam. Melaksanakan syariat ini niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat yang tentram, aman, dan nyaman.
Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku :
”Kalau kamu memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian lihatlah keluarga dari tetanggamu. Dan berilah mereka daripadanya dengan baik”. (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Lihat Juga :