Setiap Insan Akan Mendatangi Surga atau Neraka Melalui Jembatan yang Tajam

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 14:56 WIB
loading...
A A A
Para sahabat menjawab, “Pernah, wahai Rasûlullâh. Maka ia seperti duri pohon Sa’dân, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allâh. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka. (HR al-Bukhari)

Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mereka melewati shirath sesuai dengan tingkat amalan mereka. Di antara mereka ada cahayanya sepert gunung, ada cahayanya yang seperti pohon, ada cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi ampu kakinya, sesekali nyala sesekali padam” (Imam Ibnu Katsîr berkata: “Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hâtim dan Ibnu Jarîr")

Baca juga: 4,9 Miliar Malaikat Membawa Jahanam pada Hari Kiamat

Menolak Keberadaan Shirath
Para ulama khususnya kelompok Mu'tazilah yang sangat rasional menolak keberadaan shirath dalam pengertian material di atas, lebih-lebih melukiskannya "dengan sehelai rambut di belah tujuh".

Mengomentari kelompok Mutazilah ini, Imam al-Qurthubi dalam "At-Tadzkirah" mengatakan bahwa apa yang disebutkan oleh orang ini adalah tertolak berdasarkan hadits-hadits yang kita sebutkan, bahwa beriman dengan hal itu adalah wajib.

Sesungguhnya (Allah) Dzat yang mampu menahan burung di udara, tentu sanggup menahan orang Mukmin di atas shirâth tersebut. Baik, dengan berlari maupun berjalan. Tidak boleh dialihkan dari makna hakiki kepada makna majazi kecuali bila mustahil. Dan tidak ada kemustahilan dalam hal itu, berdasarkan hadits-hadits dan penjelasan para ulama yang terkemuka tentang hal itu. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allâh Azza wa Jalla, maka ia tidak akan memiliki cahaya (petunjuk).

Menurut Quraish Shihab, memang melukiskannya seperti itu, paling tidak, bertentangan dengan pengertian kebahasaan dari kata shirath. Kata tersebut berasal dari kata saratha yang arti harfiahnya adalah "menelan". Kata shirath antara lain diartikan "jalan yang lebar", yang karena lebarnya maka seakan-akan ia menelan setiap yang berjalan di atasnya. Betapapun, pada akhirnya hanya ada dua tempat: surga atau neraka

Baca juga: Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Licin dan Tajam

Imam Qurthubi berkata: “Coba renungkan sekarang tentang apa yang akan engkau alami, berupa ketakutan yang ada pada hatimu ketika engkau menyaksikan shirath dan kehalusannya (bentuknya)."

"Engkau memandang dengan matamu kedalaman neraka Jahanam yang terletak di bawahnya. Engkau juga mendengar gemuruh dan gejolaknya. Engkau harus melewati shirath itu sekalipun keadaanmu lemah, hatimu gundah, kakimu bisa tergelincir, punggungmu merasa berat karena memikul dosa, hal itu tidak mampu engkau lakukan seandainya engkau berjalan di atas hamparan bumi, apa lagi untuk di atas shirâth yang begitu halus."

"Bagaimana seandainya engkau meletakkan salah satu kakimu di atasnya, lalu engkau merasakan ketajamannya! Sehingga mengharuskan mengangkat tumitmu yang lain! Engkau menyaksikan makhluk-makhluk di hadapanmu tergelincir kemudian berjatuhan! Mereka lalu ditarik oleh para malaikat penjaga neraka dengan besi pengait."

"Engkau melihat bagaimana mereka dalam keadaan terbalik ke dalam neraka dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Wahai betapa mengerikannya pemandangan tersebut. Pendakian yang begitu sulit, tempat lewat yang begitu sempit”

Imam al-Qurthubi menambahkan, “Bayangkanlah wahai saudaraku!. Seandainya dirimu berada di atas shirath, dan engkau melihat di bawahmu neraka Jahanam yang hitam-kelam, panas dan menyala-nyala, engkau saat itu sesekali berjalan dan sesekali merangkak”

Baca juga: Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Saking...
Kisah Hikmah : Saking Ngerinya Melihat Neraka, Nabi Idris Jatuh Pingsan
Neraka : Apinya Dinyalakan...
Neraka : Apinya Dinyalakan Setiap 1000 Tahun hingga Hitam dan Gelap
Penghuni Neraka Bertingkat-tingkat,...
Penghuni Neraka Bertingkat-tingkat, Teringan Siksanya Dikenakan Sandal hinggga Otaknya Meledak
Ngerinya Neraka, Inilah...
Ngerinya Neraka, Inilah Gambaran dan Tingkatannya
Tadabur 10 Ayat Terakhir...
Tadabur 10 Ayat Terakhir Surat An-Naziat : Perbedaan Penghuni Surga dan Neraka
Rekomendasi
Bumi Semakin Kritis,...
Bumi Semakin Kritis, Turn Down the Heat Demi Cegah Pencairan Es Kutub Utara
Fenomena Hujan Es, Begini...
Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Bukan Soal Dajjal, Ini...
Bukan Soal Dajjal, Ini Jawaban Ilmiah Terbaru Penyebab Sungai Efrat Mengering
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved