alexametrics

7 Golongan yang Dinaungi Allah Saat Kiamat

loading...
7 Golongan yang Dinaungi Allah Saat Kiamat
Payung. Foto/Ilustrasi/wallHere
RASULULLAH Shalallahu alaihi wa salam (SAW) bersabda ada tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat. Mereka adalah pemimpin yang adil; pemuda yang tumbuh dengan beribadah pada Tuhannya; orang yang hatinya tergantung di masjid; dua orang yang saling menyayangi karena Allah—bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah. Juga orang yang diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah; pria yang sedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kanannya memberi sedang tangan kirinya tidak tahu; dan orang yang ketika mengingat Allah dalam kesendirian berlinanglah air matanya

Tujuh golongan yang disebut itu berdasar hadis riwayat Muttafaqun alaih itu berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ ‏”‏‏ متفق عليه.

Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo menjelaskan tentang hadis ini. Sab’ah bermakna tujuh. Tujuh yang dinaungi Allah saat kiamat—yang pada saat itu tiada naungan kecuali naungan dari-Nya. Naungan yang sangat diharapkan oleh semua manusia. "Maka berusaha untuk mencapai salah satu saja dari tujuh kriteria tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi kita," ujarnya seperti dikutip dalam laman pwmu.



Pemimpin Adil
Pemimpin adil menempati posisi tertinggi di antara kriteria lainnya. Pemimpin adil baik secara perilaku maupun dalam hal perhatian dan pemberian yang tidak harus sama rata.

Adil berarti tidak berat sebelah. Atau bertindak tanpa pandang bulu. Dalam menegakkan keadilan, tidak berlaku lagi persaudaraan atau pertemanan.



Siapa pun jika bersalah, keadilan akan ditegakkan secara proporsional. Bahkan termasuk jika diri sendiri bersalah, keadilan juga ditegakkan.

Maka sungguh tidak mudah menjadi pemimpin yang adil. Tetapi juga tidak terlalu sulit jika memang kita dapat selalu objektif menilai, termasuk pada diri sendiri.

Baca juga: Pengetahuan tentang Akhirat (3-Habis): Empat Tahap Perjalanan Manusia
halaman ke-1 dari 7
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
مَنۡ يُّضۡلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِىَ لَهٗ ‌ؕ وَ يَذَرُهُمۡ فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ
Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.

(QS. Al-A’raf:186)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak