Saat Kiamat Tiba, Semua Hewan Dibangkitkan Lalu Dihisab?
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Awas! Utang Bisa Jadi Pemberat dan Penghapus Kebaikan Ketika Dihisab Kelak
Menjadi Debu
Selanjutnya, setelah selesai qisas, mereka dijadikan debu. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda:
يقضي الله بين خلقه الجن والإنس والبهائم، وإنه ليقيد يومئذ الجماء من القرناء حتى إذا لم يبق تبعة عند واحدة لأخرى قال الله: كونوا ترابا، فعند ذلك يقول الكافر: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
“Allah akan menegakkan qisas antar-semua makhluknya, jin, manusia, dan binatang. Pada hari itu, akan diqisas dari kambing yang tidak memiliki tanduk untuk membalas kambing bertanduk. Hingga setelah tidak tersisa lagi kezaliman apapun yang belum terbalaskan, Allah berfirman kepada binatang, “Jadilah tanah.” Di saat itulah, orang kafir mengatakan, “Andai aku menjadi tanah.”
Allah berfirman,
يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
“Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku jadi tanah.” ( QS an-Naba : 40).
Hanya saja, Ibnu Abbas berpendapat hewan yang dibangkitkan pada hari kiamat tidak untuk dilakukan qisas atau pembalasan. Melainkan diberikan pahala. Ini karena hewan tidak mendapatkan tugas dari Allah SWT semasa di dunia. Sehingga hewan tidak ada tuntutan maupun mendapat hukuman. Imam Al-Asya’ari mendukung pendapat ini.
Pendapat lainnya, Allah akan menghidupkan kembali hewan tersebut tetapi hanya hidup di antara hewan saja tidak lagi hidup di antara makhluk lain atau bisa jadi Allah tidak akan menghidupkannya kembali.
Baca juga: 3 Golongan yang Celaka pada Hari Kiamat
Menjadi Debu
Selanjutnya, setelah selesai qisas, mereka dijadikan debu. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda:
يقضي الله بين خلقه الجن والإنس والبهائم، وإنه ليقيد يومئذ الجماء من القرناء حتى إذا لم يبق تبعة عند واحدة لأخرى قال الله: كونوا ترابا، فعند ذلك يقول الكافر: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
“Allah akan menegakkan qisas antar-semua makhluknya, jin, manusia, dan binatang. Pada hari itu, akan diqisas dari kambing yang tidak memiliki tanduk untuk membalas kambing bertanduk. Hingga setelah tidak tersisa lagi kezaliman apapun yang belum terbalaskan, Allah berfirman kepada binatang, “Jadilah tanah.” Di saat itulah, orang kafir mengatakan, “Andai aku menjadi tanah.”
Allah berfirman,
يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
“Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku jadi tanah.” ( QS an-Naba : 40).
Hanya saja, Ibnu Abbas berpendapat hewan yang dibangkitkan pada hari kiamat tidak untuk dilakukan qisas atau pembalasan. Melainkan diberikan pahala. Ini karena hewan tidak mendapatkan tugas dari Allah SWT semasa di dunia. Sehingga hewan tidak ada tuntutan maupun mendapat hukuman. Imam Al-Asya’ari mendukung pendapat ini.
Pendapat lainnya, Allah akan menghidupkan kembali hewan tersebut tetapi hanya hidup di antara hewan saja tidak lagi hidup di antara makhluk lain atau bisa jadi Allah tidak akan menghidupkannya kembali.
Baca juga: 3 Golongan yang Celaka pada Hari Kiamat
(mhy)
Lihat Juga :