Kisah Muhammad Iqbal Menjawab Jawaharlal Nehru Terkait Khatamul-Anbiya dan Ahmadiyah

Rabu, 26 Oktober 2022 - 13:55 WIB
loading...
A A A
Mencuri Status
Sekadar mengingatkan, Ahmadiyyah didirikan Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Dia mendakwahkan diri sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih yang ditunggu kedatangannya oleh umat Muslim.

Pengikut Ahmadiyah menganggap bahwa Ahmad yang akan muncul sebagai Mahdi yang menurut tafsir mereka terhadap Al-Quran dan Hadis akan memiliki memiliki kualitas seperti Isa— akan membangkitkan kembali Islam dan menuntun pengikutnya dengan sistem moral yang akan membawa kedamaian abadi.

Sebelum menyatakan dirinya sebagai al-Masih al-Mau'ud, Allah SWT telah menjanjikan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad melalui wahyu bahwa: “Aku akan membawa pesanmu sampai ke ujung-ujung dunia".

Iqbal mengatakan, setelah memahami jiwa pemikirannya, dia sendiri, demi kepentingan tuntutannya sendiri untuk menjadi nabi, memanfaatkan apa yang dilukiskannya sebagai spiritualitas kreatif Nabi Besar Islam itu dan, pada saat yang sama, melepaskan nabi Besar itu dari status 'kepenutupannya' dengan membatasi kemampuan spiritualitas kreatifnya hanya untuk mengangkat seorang nabi, yaitu pendiri gerakan Ahmadiyyah itu.

"Dengan cara inilah nabi baru itu dengan tenang mencuri status 'kepenutupan' itu dari orang yang diakuinya sebagai pemberi warisan spiritualnya," ujarnya.

Dia menyatakan diri sebagai buruz Nabi Besar Islam dengan mengemukakan secara tidak langsung bahwa, karena merupakan buruz-nya, berarti 'kepenutupannya' jelas merupakan kepenutupan Muhammad; dan karena itu pandangannya tentang hal ini (dianggapnya) tidak melanggar "kepenutupan" Nabi Besar itu.

Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar

Muhyiddin ibnu 'Arabi
Dalam mengidentifikasikan kedua kepenutupan itu, yaitu kepenutupannya sendiri dan kepenutupan nabi Besar itu, secara sadar dia mengabaikan makna duniawi dari gagasan Kepenutupan itu.

Namun yang jelas, bahwa kata buruz itu, walaupun dalam pengertian kemiripan yang sempurna, tidak dapat mendukungnya sama sekali; karena buruz pasti selalu berdampingan dengan aslinya.

Hanya dalam pengertian reinkarnasi (penitisan) sajalah buruz jadi identik dengan yang asli. Jadi bila kita menganggap kata buruz berarti 'mirip dalam sifat-sifat spiritual' argumen itu tetap tidak efektif; bila, di lain pihak, kita menganggapnya berarti reinkarnasi dari yang asli sebagaimana dalam pengertian bangsa Arya di zaman dahulu.

Argumen itu baru bisa dikatakan masuk akal; tetapi orang yang mengakui dirinya sebagai buruz itu tidak lain hanyalah seorang Magi yang terselubung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Si Pendusta alias Nabi Palsu
Kemunculan Nabi Palsu...
Kemunculan Nabi Palsu Telah Disabdakan Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
Air Terjun Yuntai Disebut...
Air Terjun Yuntai Disebut Keajaiban Alam Paling Spektakuler di Asia, Ternyata Buatan
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Fenomena Tornado Api...
Fenomena Tornado Api di Balik Kebakaran Hebat Kanada Terkuak
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved