Karomah Imam Abu Hanifah yang Membuat Seorang Pemuda Bertaubat
Selasa, 01 November 2022 - 20:56 WIB
loading...
Imam Abu Hanifah, seorang ulama besar Tabiin yang merupakan pendiri dari Mazhab fiqih Hanafi. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kali ini kita akan mengulas karomah Imam Abu Hanifah (699-767 M) yang menakjubkan. Beliau adalah salah satu Ulama besar Tabiin yang merupakan pendiri Mazhab fiqih Hanafi.
Nama aslinya Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit bin Zuta bin Marzuban. Lahir di Kufah, Irak pada Tahun 80 Hijriyah (699 M) dan wafat di Baghdad Irak Tahun 150 Hijriyah (767 M). Ketika beliau wafat, jenazahnya disholatkan lebih dari 50.000 orang.
Dalam satu kajian Ustaz Amru Hamdany, Dai yang belajar di Kairo Mesir menceritakan karomah Imam Abu Hanifah yang memberi manfaat kepada orang lain. Beberapa wali Allah terkadang mampu melihat dosa seorang dari bekas air wudhunya.
Di antara mereka yang dikaruniai hal tersebut adalah Imam Abu Hanifah. Diceritakan bahwa suatu hari Imam Abu Hanifah masuk ke tempat wudhu di masjid Kufah, di sana beliau menemukan ada pemuda yang sedang berwudhu, setelah melihat tetesan air wudhunya jatuh, Imam Abu Hanifah berkata:
ا ولدي، تب عن عقوق الوالدين
Artinya: "Wahai anakku, taubatlah engkau dari durhaka kepada orang tua."
Kemudian pemuda itu mengakui kesalahannya dan bertaubat.
Imam Abu Hanifah tau bahwa wudhunya seorang itu apakah membersihkan dosa besar (setelah taubat) atau dosa kecil, membersihkan perbuatan haram atau makruh.
Syaikh Ali Al-Khowwas mengatakan:
فلو كشف للعبد لرأى الماء الذي يتطهر منه الناس في المطاهر في غاية القذارة والنتن...
Nama aslinya Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit bin Zuta bin Marzuban. Lahir di Kufah, Irak pada Tahun 80 Hijriyah (699 M) dan wafat di Baghdad Irak Tahun 150 Hijriyah (767 M). Ketika beliau wafat, jenazahnya disholatkan lebih dari 50.000 orang.
Dalam satu kajian Ustaz Amru Hamdany, Dai yang belajar di Kairo Mesir menceritakan karomah Imam Abu Hanifah yang memberi manfaat kepada orang lain. Beberapa wali Allah terkadang mampu melihat dosa seorang dari bekas air wudhunya.
Di antara mereka yang dikaruniai hal tersebut adalah Imam Abu Hanifah. Diceritakan bahwa suatu hari Imam Abu Hanifah masuk ke tempat wudhu di masjid Kufah, di sana beliau menemukan ada pemuda yang sedang berwudhu, setelah melihat tetesan air wudhunya jatuh, Imam Abu Hanifah berkata:
ا ولدي، تب عن عقوق الوالدين
Artinya: "Wahai anakku, taubatlah engkau dari durhaka kepada orang tua."
Kemudian pemuda itu mengakui kesalahannya dan bertaubat.
Imam Abu Hanifah tau bahwa wudhunya seorang itu apakah membersihkan dosa besar (setelah taubat) atau dosa kecil, membersihkan perbuatan haram atau makruh.
Syaikh Ali Al-Khowwas mengatakan:
فلو كشف للعبد لرأى الماء الذي يتطهر منه الناس في المطاهر في غاية القذارة والنتن...
Lihat Juga :