Beginilah Cara Mendidik Anak Meniru Para Nabi
Minggu, 06 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kitab Khutabul-Minbariyyah karya Syaikh Shâlih bin Fauzan al-Fauzan, dijelaskan bahwa keberhasilan pendidikan seorang anak dengan kebaikan dan ketaatannya, memiliki manfaat dan pengaruh yang besar bagi para orang tua baik, ketika masih hidup maupun sesudah meninggal dunia.
Ketika orang tua masih hidup, sang anak akan menjadi hiburan, kebahagiaan dan qurrata-a’yun (penyejuk hati). Dan ketika orang tua sudah meninggal dunia, maka anak-anak yang shalih senantiasa akan mendoakan, beristighfar dan bersadaqah untuk orang tua mereka.
Sebaliknya, betapa malang orang tua yang anaknya tidak shalih dan ia durhaka. Anak yang durhaka tidak bisa memberi manfaat kepada orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun saat sudah meninggal. Orang tua tidak akan bisa memetik buahnya, kecuali hanya kerugian dan keburukan.
Keadaan keburukan seorang anak ini bisa terjadi jika para orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan atau tarbiyyah anak-anaknya. Salah satu contoh dalam tarbiyah yang benar, yaitu hendaklah para orang tua bersikap adil terhadap semua anak-anaknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita :
Maka bertakwalah kalian semua kepada Allah dan berbuatlah adil kepada anak-anakmu. (HR Bukhâri)
Demikianlah perhatian terhadap anak merupakan perkara yang teramat penting dan pertanggung jawaban yang besar di hadapan Allah. Oleh karena itu, para manusia terbaik, yaitu para nabi senantiasa mendoakan kebaikan untuk diri dan anak keturunan mereka.
Nabi Ibrahim Alaihissallam berdoa:
Ketika orang tua masih hidup, sang anak akan menjadi hiburan, kebahagiaan dan qurrata-a’yun (penyejuk hati). Dan ketika orang tua sudah meninggal dunia, maka anak-anak yang shalih senantiasa akan mendoakan, beristighfar dan bersadaqah untuk orang tua mereka.
Sebaliknya, betapa malang orang tua yang anaknya tidak shalih dan ia durhaka. Anak yang durhaka tidak bisa memberi manfaat kepada orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun saat sudah meninggal. Orang tua tidak akan bisa memetik buahnya, kecuali hanya kerugian dan keburukan.
Keadaan keburukan seorang anak ini bisa terjadi jika para orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan atau tarbiyyah anak-anaknya. Salah satu contoh dalam tarbiyah yang benar, yaitu hendaklah para orang tua bersikap adil terhadap semua anak-anaknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita :
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ
Maka bertakwalah kalian semua kepada Allah dan berbuatlah adil kepada anak-anakmu. (HR Bukhâri)
Demikianlah perhatian terhadap anak merupakan perkara yang teramat penting dan pertanggung jawaban yang besar di hadapan Allah. Oleh karena itu, para manusia terbaik, yaitu para nabi senantiasa mendoakan kebaikan untuk diri dan anak keturunan mereka.
Nabi Ibrahim Alaihissallam berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Lihat Juga :