Gerhana Bulan Total Hari Ini, Pertanda Apa?
Selasa, 08 November 2022 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, bersamaan dengan kematian putra Rasulullah, Ibrahim, terjadi gerhana matahari. Kala itu, kaum Muslimin menganggap peristiwa tersebut suatu mujizat. Kata mereka terjadinya gerhana matahari karena Ibrahim meninggal. Hal ini terdengar oleh Nabi.
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam dzikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Gerhana Terlama
Gerhana bulan terlama sepanjang Abad ke-21 terjadi pada 27-28 Juli 2018. Selama 1 jam 43 menit, rembulan memerah, sebuah fenomena yang dikenal sebagai blood moon. Jutaan manusia telah menyaksikan peristiwa tersebut.
Kala itu, peristiwa ini oleh sejumlah orang dikaitkan dengan pertanda kiamat. Paul Begley adalah salah satunya. Tokoh agama ini mengaitkan fenomena Gerhana Bulan merah darah atau blood moon dengan 70 tahun berdirinya Israel sebagai nubuat akhir zaman.
"Blood moon jelas merupakan pertanda ilahiah tentang akhir zaman," kata dia dalam video. "Ada begitu banyak ramalan yang dimainkan di sini... kita sedang berada di akhir zaman," tuturnya.
Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat: Perang dengan Bangsa Turk, Begini Penjelasannya
Ia kemudian mencocokkan ramalannya itu dengan petikan kitab suci Yoel 2:30-31. "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu."
Hanya saja, sejumlah astronom terkemuka membantah keterkaitan fenomena alam tersebut dengan ramalan kiamat. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) seperti dikutip dari situs sains, LiveScience, pada Sabtu 27 Juli 2018 menyatakan, tak ada satupun bukti ilmiah yang mengaitkan blood moon dengan kiamat.
Studi tentang gerhana merupakan bagian dari ilmu astronomi sejak awal, sebab, ia merupakan salah satu fenomena alam yang menakjubkan. Saat bulan berada di belakang Bumi -yang menutupi cahaya matahari yang memancar ke Bulan.
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam dzikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Gerhana Terlama
Gerhana bulan terlama sepanjang Abad ke-21 terjadi pada 27-28 Juli 2018. Selama 1 jam 43 menit, rembulan memerah, sebuah fenomena yang dikenal sebagai blood moon. Jutaan manusia telah menyaksikan peristiwa tersebut.
Kala itu, peristiwa ini oleh sejumlah orang dikaitkan dengan pertanda kiamat. Paul Begley adalah salah satunya. Tokoh agama ini mengaitkan fenomena Gerhana Bulan merah darah atau blood moon dengan 70 tahun berdirinya Israel sebagai nubuat akhir zaman.
"Blood moon jelas merupakan pertanda ilahiah tentang akhir zaman," kata dia dalam video. "Ada begitu banyak ramalan yang dimainkan di sini... kita sedang berada di akhir zaman," tuturnya.
Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat: Perang dengan Bangsa Turk, Begini Penjelasannya
Ia kemudian mencocokkan ramalannya itu dengan petikan kitab suci Yoel 2:30-31. "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu."
Hanya saja, sejumlah astronom terkemuka membantah keterkaitan fenomena alam tersebut dengan ramalan kiamat. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) seperti dikutip dari situs sains, LiveScience, pada Sabtu 27 Juli 2018 menyatakan, tak ada satupun bukti ilmiah yang mengaitkan blood moon dengan kiamat.
Studi tentang gerhana merupakan bagian dari ilmu astronomi sejak awal, sebab, ia merupakan salah satu fenomena alam yang menakjubkan. Saat bulan berada di belakang Bumi -yang menutupi cahaya matahari yang memancar ke Bulan.
Lihat Juga :