Kisah Bijak Para Sufi: Maruf Si Tukang Sepatu dengan Istri yang Jahat

Kamis, 09 Juli 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Mengetahui hal itu, Sang Raja pun segera membuka perbendaharaan hartanya bagi Maruf agar ia bisa memilih apa pun yang dibutuhkannya bagi suatu cara hidup yang dianggapnya patut, dan mengambil hadiah yang sesuai dengan kedudukannya sebagai menantu raja.

Belum pernah ada pernikahan seperti itu di Negara tersebut maupun lainnya. Tak hanya tanda mata yang dibagikan berupa segenggam penuh permata, tetapi juga kepada setiap orang yang mendengar tentang pernikahan itu diberikan sebuah hadiah mewah. Perayaan berlangsung empat puluh hari lamanya dalam kemegahan yang tak tertandingi.

Ketika akhirnya keduanya sendiri saja, Maruf berkata kepada pengantinnya, "Aku telah mengambil begitu banyak harta ayahmu sehingga hatiku susah," sebab ia merasa hatinya ciut. "Tak usah dipikirkan lagi," kata Sang Putri, "nanti kalau kafilahmu sudah datang, semua akan teratasi."

Sementara itu, Wazir menghasut raja agar menyelidiki keadaan Maruf yang sebenarnya. Mereka berdua pun meminta bantuan Sang Putri, yang setuju saja untuk mencari tahu, pada saat yang tepat, kebenaran dari perkara itu.

Malam harinya, ketika mereka berbaring berpelukan, putri itu meminta suaminya menjelaskan perihal kafilahnya yang hilang. Maruf baru saja hari itu juga mengatakan pada temannya, Ali, bahwa ia memang mempunyai sebuah kafilah penuh barang tak ternilai. Namun kini, ia memutuskan mengungkapkan yang sebenarnya. "Aku tak punya kafilah," katanya, "dan meskipun dugaan Wazir benar, perkataannya didorong oleh kerakusan semata. Ayahmu pun memberi kau padaku karena kerakusannya. Lalu, kenapa pula kau setuju menikahiku?"

"Kau suamiku," jawab Sang Putri, "dan aku tak akan pernah mempermalukanmu. Ambillah lima puluh ribu keping uang emas ini, tinggalkan negeri ini, kemudian kirimlah sebuah pesan dari tempat yang aman, dan aku akan menyusulmu ke sana. Sementara itu, aku akan mengamati perkembangan keadaan istana." Di kegelapan malam itu juga, Maruf kabur mengenakan pakaian seorang budak.

Dan, ketika Sang Raja dan penasihatnya meminta Putri Dunia menceritakan hasil penyelidikannya, ia berkata, "Ayah tersayang dan Wazir yang berjasa, aku baru saja mau mengajukan pertanyaan itu kepada suamiku, Maruf, tadi malam, ketika suatu peristiwa aneh terjadi." (Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar )

"Peristiwa apa gerangan?" tanya keduanya serempak.

"Sepuluh orang Mameluke, berpakaian sangat mewah, muncul di jendela kamar kami; mereka membawa sepucuk surat dari kepala kafilah Maruf. Isi surat itu mengatakan bahwa kafilah terlambat tiba ke istana sebab sekelompok orang Badui menyerang mereka, menewaskan lima puluh dari lima ratus pengawal, lalu membawa kabur sejumlah barang dagangan beserta dua ratus muatan unta."

"Dan apa yang dikatakan Maruf?"

"Katanya, tak mengapa. Dua ratus muatan dan lima puluh nyawa bukan apa-apa. Namun, ia segera pula berkuda menjemput kafilah itu untuk membawanya kemari."

Demikianlah Sang Putri mengulur-ulur waktu.

Ada pun Maruf bersicepat memacu kudanya, tanpa tahu tujuan, hingga dilihatnya seorang petani membajak sebidang sawah. Si Tukang Sepatu pun mengucapkan salam, dan petani itu berkata, keluar dari kebaikan hatinya, "Jadilah tamuku, Hamba Agung dari Raja yang Mulia. Akan hamba bawakan makanan untuk kita santap bersama." (Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap )

Si Petani pun bergegas, dan Maruf, yang tersentuh oleh kebaikan orang itu, melanjutkan membajak tanah, sebagai sumbangan bagi kesejahteraannya. Belum lagi ia membuat banyak galur, cangkulnya terbentur sebongkah batu. Ketika disingkirkannya batu itu, tampaklah ada anak tangga menuju bawah tanah. Di bawah sana terdapat sebuah kamar luas, penuh harta tak ternilai.

Di dalam sebuah kotak hablur ada sebuah cincin, yang oleh Maruf diambil dan digosok. Tiba-tiba saja suatu bayangan aneh mewujud, yang berseru, "Ini aku, pelayanmu, Tuanku."

Maruf mengetahui bahwa jin itu dikenal sebagai Bapak Kebahagian, dan bahwa ia salah satu pemimpin jin yang paling berkuasa, dan bahwa harta itu milik raja zaman dahulu, Raja Shaddad, putra Aad. Bapak Kebahagian kini menjadi pelayan Maruf.

Si Tukang Sepatu menyuruh jin itu membawa harta karun tersebut ke permukiman tanah. Kemudian, dimuatnya semua itu di atas puluhan unta, bagal, dan kuda, buatan Sang Jin. Berbagai macam barang berharga pun dibuat oleh jin-jin lain yang mengabdi pada Bapak Kebahagian, dan segera saja kafilah Maruf siap berangkat. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Segini Kekuatan Angin...
Segini Kekuatan Angin yang Menyelamatkan Nabi Musa saat Dikejar Firaun
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved