Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito

Selasa, 29 November 2022 - 11:03 WIB
loading...
A A A
Dalam keadaan terpecah-pecah, reaksi kaum Muslim yang pertama tidak efektif; tentara Salib yang pertama mencapai Yerusalem dan merebutnya pada tahun 1099. Namun keberhasilan kaum Kristen tidak berlangsung lama: "Para pejuang Salib... lebih merupakan gangguan daripada ancaman serius bagi dunia Islam."

Pada pertengahan abad ke-12, pasukan Islam menanggapi secara efektif. Di bawah kepemimpinan Saladin --Shalahuddin Al-Ayyubi --yang mumpuni (Shalah Al-Din, wafat 1193), salah seorang jenderal dan pemerintah Muslim paling terkenal, Yerusalem direbut kembali pada tahun 1187. Keadaan berubah dan momentumnya tetap berada di tangan pasukan kaum Muslim.

Baca juga: Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun

Pada abad ke-13, Perang Salib telah berubah menjadi perang saudara Kristen, perang melawan musuh-musuh yang oleh Paus dikatakan sebagai sesat. Akhirnya, sesuatu yang ditakutkan yang telah menimbulkan perang suci Kristen itu, dengan seruannya agar kaum Kristen bersatu untuk merebut kekuasaan kaum Muslim, terjadi pada tahun 1453 ketika ibukota Byzantium, Konstantinopel, jatuh dan diberi nama baru, Istanbul, yang kemudian menjadi kedudukan Kerajaan Utsmaniyah.

Impian penguasa dan tentara Muslim yang muncul sejak abad ketujuh menjadi kenyataan. Sebaliknya, ketakutan kaum Kristen dan ancaman Islam yang kuat, ekspansif dan terus-menerus makin meluas sampai ke Eropa Timur, yang sebagian besarnya dikuasai Kerajaan Utsmaniyah.

Warisan Perang Salib ini tergantung pada tempat seseorang berpijak dalam sejarah. Kaum Kristen dan Muslim bersaing dalam visi dan kepentingan serta masing-masing senantiasa ingat pada komitmennya terhadap agama, dan kisah-kisah kepahlawanan melawan kaum "kafir."

Menurut John L. Esposito, bagi banyak orang di Barat, dugaan mengenai kemenangan Kristen didasarkan pada sejarah yang diromantiskan untuk merayakan kepahlawanan pejuang Salib dan juga kecenderungan untuk menginterpretasikan sejarah melalui pengalaman kolonialisme Eropa dari kekuasaan Amerika selama dua abad yang baru lalu ini.

"Masing-masing agama melihat satu sama lain sebagai militan, agak barbaris dan fanatik, cenderung menjajah, mengubah atau memusnahkan yang lainnya, dan itulah suatu halangan dan ancaman bagi terealisasikannya kehendak Allah," katanya.

Pertentangan mereka berlanjut terus selama masa Utsmaniyah, melalui arus kolonialisme Eropa, dan akhirnya ke dalam persaingan negara-negara adidaya pada abad ke-20.

Baca juga: Hubungan Muslim dengan Ahlul Kitab Menurut Sayyid Quthub
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Kemenhaj: Jumlah Jemaah...
Kemenhaj: Jumlah Jemaah Haji Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 23 Orang
Sebelum Menjadi Kiblat...
Sebelum Menjadi Kiblat Umat Islam, Kakbah Sudah Dibangun Nabi Adam AS
Mengintip Isi Masjidil...
Mengintip Isi Masjidil Haram: Apa Saja yang Ada di Dalamnya?
Masjidil Haram: Mengapa...
Masjidil Haram: Mengapa Disebut Haram dan Apa Kedudukannya?
Kemenhaj Sebut 81.992...
Kemenhaj Sebut 81.992 Jemaah Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
Rekomendasi
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Fenomena Ledakan Gurita...
Fenomena Ledakan Gurita Langka Melanda Perairan Inggris
Hampir 2 Juta Petir...
Hampir 2 Juta Petir Menyambar Australia dalam Waktu 24 Jam
Artikel Terkini
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved