5 Sifat Teladan Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah SAW Patut Ditiru
Rabu, 30 November 2022 - 22:38 WIB
loading...
Sayyidah Aisyah merupakan istri Rasulullah SAW yang dinikahi setelah wafatnya Sayyidah Khadijah radhiyallahu anha. Beliau memiliki beberapa keistimewaan yang patut diteladani. Foto/dok ASKAMZA channel
A
A
A
Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha binti Abu Bakar adalah istri baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat istimewa. Beliau salah satu di antara perempuan hebat dalam Islam.
Sayyidah Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum Hijrah Nabi, bertepatan dengan Juli Tahun 614 M. Sayyidah Aisyah menikah dengan Rasulullah ketika usia 7 tahun setelah Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha wafat. Namun Nabi baru mengajak Sayyidah Aisyah hidup bersama setelah berusia 9 tahun.
Riwayat lain dari ath-Thabari menyatakan bahwa Aisyah menikah dengan Rasulullah pada usia di atas 10 tahun dan berkumpul dengan Rasulullah pada usia 13 tahun. Jadi anggapan bahwa Rasulullah SAW menggauli Sayyiah Aisyah di usia 7 tahun itu tidak benar.
Ada banyak sifat dan kepribadian Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah patut ditiru oleh kaum muslimah. Beliau memiliki banyak sifat mulia yang bisa dijadikan teladan oleh umat muslim.
Berikut 5 sifat teladan Sayyidah Aisyah istri Rasulullah SAW:
1. Sederhana dan Rendah Hati
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati dan jauh dari kemewahan. Beliau menjalani kehidupan rumah tangga dengan Rasulullah SAW dalam kesederhanaan dan kekurangan. Pakaian bagus, perhiasan mewah dan makanan enak tidak pernah dilihatnya di rumah suaminya, namun Sayyidah Aisyah tidak pernah mengeluh.
Dikisahkan ketika sepeninggal Rasulullah SAW, apabila ia sedang makan dengan menu yang cukup, maka Aisyah menitikkan air mata. Ketika ditanya hal ini, beliau berkata bahwa dirinya teringat Rasulullah SAW yang tidak pernah makan dengan kecukupan seperti ini. Tidak heran bila melihat sosok Aisyah tumbuh menjadi wanita yang berkepribadian tangguh, qana'ah, ahli syukur, zuhud dan rendah hati.
2. Guru Perempuan Bagi Para Sahabat
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pembimbing umat Islam. Beliau dijuluki sebagai sosok guru perempuan bagi para Sahabat Nabi. Beliau memiliki keistimewaan dalam hal keluasan ilmu termasuk tentang Al-Qur'an, tafsir, Hadis dan ilmu fiqih.
Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 Hijriyah. Saat itu Aisyah memasuki usianya 18 tahun. Sayyidah Aisyah hidup bersama Rasulullah lebih kurang selama 10 tahun. Selama masa yang relatif pendek ini, Aisyah dengan kecerdasan intelektualnya mampu menyerap berbagai ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Usia yang tergolong cukup muda namun menguasai hampir seluruh bidang keilmuan, baik Al-Qur'an, al-Hadits, Fiqih dan Qiyas, Tauhid dan Aqidah, Kedokteran, dan sebagainya. Setelah Rasulullah wafat itulah posisi Aisyah menjadi pengganti beliau sebagai pembimbing umat. Abu Musa al-Asy'ari berkata: "Ketika kami para sahabat menghadapi kesulitan, dalam memahami sebuah hadits, kami sering bertanya kepada Aisyah. Ia pun selalu mampu menjawabnya."
Sayyidah Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum Hijrah Nabi, bertepatan dengan Juli Tahun 614 M. Sayyidah Aisyah menikah dengan Rasulullah ketika usia 7 tahun setelah Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha wafat. Namun Nabi baru mengajak Sayyidah Aisyah hidup bersama setelah berusia 9 tahun.
Riwayat lain dari ath-Thabari menyatakan bahwa Aisyah menikah dengan Rasulullah pada usia di atas 10 tahun dan berkumpul dengan Rasulullah pada usia 13 tahun. Jadi anggapan bahwa Rasulullah SAW menggauli Sayyiah Aisyah di usia 7 tahun itu tidak benar.
Ada banyak sifat dan kepribadian Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah patut ditiru oleh kaum muslimah. Beliau memiliki banyak sifat mulia yang bisa dijadikan teladan oleh umat muslim.
Berikut 5 sifat teladan Sayyidah Aisyah istri Rasulullah SAW:
1. Sederhana dan Rendah Hati
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati dan jauh dari kemewahan. Beliau menjalani kehidupan rumah tangga dengan Rasulullah SAW dalam kesederhanaan dan kekurangan. Pakaian bagus, perhiasan mewah dan makanan enak tidak pernah dilihatnya di rumah suaminya, namun Sayyidah Aisyah tidak pernah mengeluh.
Dikisahkan ketika sepeninggal Rasulullah SAW, apabila ia sedang makan dengan menu yang cukup, maka Aisyah menitikkan air mata. Ketika ditanya hal ini, beliau berkata bahwa dirinya teringat Rasulullah SAW yang tidak pernah makan dengan kecukupan seperti ini. Tidak heran bila melihat sosok Aisyah tumbuh menjadi wanita yang berkepribadian tangguh, qana'ah, ahli syukur, zuhud dan rendah hati.
2. Guru Perempuan Bagi Para Sahabat
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai pembimbing umat Islam. Beliau dijuluki sebagai sosok guru perempuan bagi para Sahabat Nabi. Beliau memiliki keistimewaan dalam hal keluasan ilmu termasuk tentang Al-Qur'an, tafsir, Hadis dan ilmu fiqih.
Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 Hijriyah. Saat itu Aisyah memasuki usianya 18 tahun. Sayyidah Aisyah hidup bersama Rasulullah lebih kurang selama 10 tahun. Selama masa yang relatif pendek ini, Aisyah dengan kecerdasan intelektualnya mampu menyerap berbagai ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Usia yang tergolong cukup muda namun menguasai hampir seluruh bidang keilmuan, baik Al-Qur'an, al-Hadits, Fiqih dan Qiyas, Tauhid dan Aqidah, Kedokteran, dan sebagainya. Setelah Rasulullah wafat itulah posisi Aisyah menjadi pengganti beliau sebagai pembimbing umat. Abu Musa al-Asy'ari berkata: "Ketika kami para sahabat menghadapi kesulitan, dalam memahami sebuah hadits, kami sering bertanya kepada Aisyah. Ia pun selalu mampu menjawabnya."
Lihat Juga :