5 Sifat Teladan Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah SAW Patut Ditiru
Rabu, 30 November 2022 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
3. Memiliki Sifat Dermawan
Tak hanya memiliki keluasan ilmu, Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Dalam kesehariannya beliau sangat qana'ah dan zuhud terhadap dunia.
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai seorang yang dermawan dan banyak bersedekah. Sampai-sampai keponakannya, Urwah bin az-Zubair pernah melihat pada suatu hari Sayyidah Aisyah bersedekah sebanyak 70.000 Dirham, padahal beliau menambal sendiri bajunya.
4. Kecerdasan Luar Biasa
Sayyidah Aisyah merupakan salah satu istri Nabi yang sangat cerdas. Hal ini dibuktikan dengan Hadis seputar hukum, wahyu, kebiasaan Nabi yang bersumber darinya. Kecerdasan Aisyah yang dibimbing langsung oleh Rasulullah SAW membuatnya mampu menyerap ribuan Hadis dan meriwayatkannya dengan penuh ketelitian.
Dari 2.210 Hadis yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah, ada 286 hadis yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau memahami hadits-hadits itu, meriwayatkannya, menarik kesimpulan darinya. Sayyidah Aisyah juga sering menjelaskan hikmah-hikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil.
Tanda-tanda kecerdasan Aisyah sudah nampak sejak masih kanak-kanak. Pada suatu hari, Aisyah kecil sedang asik bermain boneka. Melihat boneka itu Rasulullah SAW bertanya, "Apa ini wahai Aisyah?" "Kuda" jawab Aisyah. "Adakah kuda memiliki dua sayap?" tanya Rasulullah SAW.
"Bukankah kuda Nabi Sulaiman memiliki banyak sayap?" Rasulullah pun tertawa mendengar jawaban spontan Aisyah yang akurat tersebut. (HR Abu Dawud)
5. Memiliki Keteguhan Hati
Sosok Ummul Mukminin ini dikenal punya kepribadian sangat mulia. Selain jujur, beliau juga dikenal sebegai sosok perempuan yang memiliki keteguhan hati.
Sayyidah Aisyah memiliki sifat quwwah atau keteguhan jiwa. Suatu ketika, beliau pernah dipertanyakan kesuciannya saat pulang dari perang Bani Musthaliq, namun Aisyah tetap berpegang teguh pada kebenarannya.
Pada akhirnya semua terjawab dengan turunya firman Allah yang membenarkan kesucian Aisyah, yaitu pada Surat An-Nur ayat 12.
لَوۡلَاۤ اِذۡ سَمِعۡتُمُوۡهُ ظَنَّ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بِاَنۡفُسِهِمۡ خَيۡرًاۙ وَّقَالُوۡا هٰذَاۤ اِفۡكٌ مُّبِيۡنٌ
Tak hanya memiliki keluasan ilmu, Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Dalam kesehariannya beliau sangat qana'ah dan zuhud terhadap dunia.
Sayyidah Aisyah dikenal sebagai seorang yang dermawan dan banyak bersedekah. Sampai-sampai keponakannya, Urwah bin az-Zubair pernah melihat pada suatu hari Sayyidah Aisyah bersedekah sebanyak 70.000 Dirham, padahal beliau menambal sendiri bajunya.
4. Kecerdasan Luar Biasa
Sayyidah Aisyah merupakan salah satu istri Nabi yang sangat cerdas. Hal ini dibuktikan dengan Hadis seputar hukum, wahyu, kebiasaan Nabi yang bersumber darinya. Kecerdasan Aisyah yang dibimbing langsung oleh Rasulullah SAW membuatnya mampu menyerap ribuan Hadis dan meriwayatkannya dengan penuh ketelitian.
Dari 2.210 Hadis yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah, ada 286 hadis yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau memahami hadits-hadits itu, meriwayatkannya, menarik kesimpulan darinya. Sayyidah Aisyah juga sering menjelaskan hikmah-hikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil.
Tanda-tanda kecerdasan Aisyah sudah nampak sejak masih kanak-kanak. Pada suatu hari, Aisyah kecil sedang asik bermain boneka. Melihat boneka itu Rasulullah SAW bertanya, "Apa ini wahai Aisyah?" "Kuda" jawab Aisyah. "Adakah kuda memiliki dua sayap?" tanya Rasulullah SAW.
"Bukankah kuda Nabi Sulaiman memiliki banyak sayap?" Rasulullah pun tertawa mendengar jawaban spontan Aisyah yang akurat tersebut. (HR Abu Dawud)
5. Memiliki Keteguhan Hati
Sosok Ummul Mukminin ini dikenal punya kepribadian sangat mulia. Selain jujur, beliau juga dikenal sebegai sosok perempuan yang memiliki keteguhan hati.
Sayyidah Aisyah memiliki sifat quwwah atau keteguhan jiwa. Suatu ketika, beliau pernah dipertanyakan kesuciannya saat pulang dari perang Bani Musthaliq, namun Aisyah tetap berpegang teguh pada kebenarannya.
Pada akhirnya semua terjawab dengan turunya firman Allah yang membenarkan kesucian Aisyah, yaitu pada Surat An-Nur ayat 12.
لَوۡلَاۤ اِذۡ سَمِعۡتُمُوۡهُ ظَنَّ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بِاَنۡفُسِهِمۡ خَيۡرًاۙ وَّقَالُوۡا هٰذَاۤ اِفۡكٌ مُّبِيۡنٌ
Lihat Juga :