Perang Melawan Nabi Palsu Musailamah, 1.200 Orang Syahid Termasuk 40 Penghafal Al-Quran
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:56 WIB
loading...
Perang melawan nabi palsu Musailamah meninggalkan persoalan serius. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Nabi palsu paling legendaris adalah Musailamah . Dia bejuluk al-Kazzab (si Pembohong). Di masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq , dilakukan pembasmian terhadap nabi palsu dan kaum murtad. Meletuslah Perang Yamamah yakni perang antara pasukan Abu Bakar melawan Pasukan Musailamah.
Perang ini memakan korban sangat banyak. Lebih dari 1.200 orang Islam syahid, termasuk 400 orang Muhajirin dan Anshar. Hal ini kemudian meninggalkan persoalan serius, karena sekitar 70 korban yang jatuh berasal dari kalangan penghafal Al-Quran.
Sedangkan dari pihak Musailamah Al-Kazzab, korban jiwa mencapai 20.000 orang.
Baca juga: Musailamah, Nabi Palsu yang Perkasa karena Didukung Seorang Ahli Al-Qur’an
Perang terjadi pada 632 Masehi atau 12 Hijriah. Dinamakan Perang Yamamah karena lokasi pertempuran terjadi di Yamamah (sekarang termasuk Arab Saudi).
Perang Yamamah dipimpin oleh tiga sahabat, yaitu Ikrimah bin Abi Jahal, Syarhabil bin Hasanah dan Khalid bin Al-Walid. Oleh Abu Bakar, Khalid bin Al-Walid ditunjuk sebagai panglima atau pemimpin Perang Yamamah. Jumlah pasukan muslim adalah 13.000 orang.
Sedangkan Musailamah Al-Kazzab memimpin langsung pasukannya yang berjumlah 40.000 orang. Mereka adalah orang-orang dari Banu Hanifah. Dalam perang ini, Musailamah mati. Tokoh yang disebut-sebut sukses pembunuh Musailamah adalah Wahsyi, si pembunuh paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr mengisahkan pada perang Yamamah Wahsyi sudah masuk Islam. Orang asal Abisinia ini bergitu melihat Musailamah langsung mengayunkan tombaknya. Bidikannya itu tidak meleset.
Bersamaan dengan itu ada orang Ansar yang juga ikut menghantam Musailamah dengan pedangnya. Karena itulah Wahsyi berkata: "Hanya Allah yang tahu siapa di antara kita yang telah membunuhnya."
Ketika itu ada seseorang berteriak: "Yang membunuhnya seorang budak hitam."
Begitu Musailamah mati, pasukannya pun menyerah tanpa mengadakan perlawanan lagi.
Perang ini memakan korban sangat banyak. Lebih dari 1.200 orang Islam syahid, termasuk 400 orang Muhajirin dan Anshar. Hal ini kemudian meninggalkan persoalan serius, karena sekitar 70 korban yang jatuh berasal dari kalangan penghafal Al-Quran.
Sedangkan dari pihak Musailamah Al-Kazzab, korban jiwa mencapai 20.000 orang.
Baca juga: Musailamah, Nabi Palsu yang Perkasa karena Didukung Seorang Ahli Al-Qur’an
Perang terjadi pada 632 Masehi atau 12 Hijriah. Dinamakan Perang Yamamah karena lokasi pertempuran terjadi di Yamamah (sekarang termasuk Arab Saudi).
Perang Yamamah dipimpin oleh tiga sahabat, yaitu Ikrimah bin Abi Jahal, Syarhabil bin Hasanah dan Khalid bin Al-Walid. Oleh Abu Bakar, Khalid bin Al-Walid ditunjuk sebagai panglima atau pemimpin Perang Yamamah. Jumlah pasukan muslim adalah 13.000 orang.
Sedangkan Musailamah Al-Kazzab memimpin langsung pasukannya yang berjumlah 40.000 orang. Mereka adalah orang-orang dari Banu Hanifah. Dalam perang ini, Musailamah mati. Tokoh yang disebut-sebut sukses pembunuh Musailamah adalah Wahsyi, si pembunuh paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr mengisahkan pada perang Yamamah Wahsyi sudah masuk Islam. Orang asal Abisinia ini bergitu melihat Musailamah langsung mengayunkan tombaknya. Bidikannya itu tidak meleset.
Bersamaan dengan itu ada orang Ansar yang juga ikut menghantam Musailamah dengan pedangnya. Karena itulah Wahsyi berkata: "Hanya Allah yang tahu siapa di antara kita yang telah membunuhnya."
Ketika itu ada seseorang berteriak: "Yang membunuhnya seorang budak hitam."
Begitu Musailamah mati, pasukannya pun menyerah tanpa mengadakan perlawanan lagi.
Lihat Juga :