Siapakah Nafisah binti Al Hasan, Muslimah yang Menyolatkan Jenazah Imam Syafi'i?
Rabu, 14 Desember 2022 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Manusia bersedih dan mencegahnya untuk pergi. Penduduk seluruh kota berkumpul meminta pada suaminya agar tetap tinggal di antara mereka. Sampai akhirnya pemimpin kota Kairo, As-Sari bin Al-Hakam bin Yusuf memberikan sebuah rumah yang luas kepada Nafisah, kemudian membatasi dua hari dalam sepekan untuk waktu berkunjung orang-orang pada Nafisah dalam rangka menuntut ilmu dan meminta nasihat. Untuk hari yang lain, ia gunakan untuk beribadah pada Allah. Nafisah menerima usulan pemimpin Mesir, ia pun ridha dan tetap tinggal di Mesir.
Ketika Imam Asy-Syafi’i tinggal di Mesir, ia menjalin hubungan yang kuat dengan Sayidah Nafisah. Dia biasa shalat tarawih di Masjid yang digunakan Nafisah shalat. Ketika pergi menemuinya, Imam Asy-Syafi’i meminta padanya do’a dan berwasiat agar Nafisah menyolatkan jenazahnya. Imam Asy-Syafi’i pun wafat pada 204 H dan Nafisah menyolatkannya untuk menunaikan wasiatnya.
Empat tahun berselang, 208 H, Nafisah menderita sakit yang semakin hari semakin bertambah berat, hingga mencapai puncaknya pada bulan Ramadhan. Ketika Nafisah beristirahat dan membaca dengan khusyu’ surat Al-An’am, lalu sampai pada firman Allah yaitu surat Al-An’am ayat 127, ia pun tak sadarkan diri. Zainab, keponakannya, memeluknya, ia mendengar Nafisah mengucapkan syahadat kemudian Nafisah wafat pada tahun itu juga .
Nafisah dikenal sebagai wanita yang pernyataan-pernyataannya penuh berkah. Di antara perkataan yang penuh berkah dari Nafisah adalah (1) "Kami keluarga Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam lebih berhak melakukan ibadah melebihi ibadah orang lain. Hal ini karena Al-Qur'an diturunkan kepada kakek kami Muhammad Shallalahu 'Alaihi wa Sallam. (2) Celakalah orang yang durhaka kepada Tuhannya, mengingkari perintah-Nya, lupa mengingat-Nya, dan mengikuti hawa nafsunya. (3) Ketaatan adalah inti keimanan, ibadah sebagai jawasadnya, zuhud sebagai pakaiannya, kejujuran sebagai hujjahnya, ikhlas sebagai kebahagiannya, dan memaafkan orang yangberbuat keburukan lebih baik dan lebih bagus bagi orang mukmin. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala Surat Al-Baqarah ayat 237 yang artinya, 'Dan pemberian maafmu itu lebih dekat kepada takwa.'
Baca juga: Seuntai Kalung Cantik Rasulullah untuk Umamah binti Abu Al 'Ash
Wallahu A'alam.
Ketika Imam Asy-Syafi’i tinggal di Mesir, ia menjalin hubungan yang kuat dengan Sayidah Nafisah. Dia biasa shalat tarawih di Masjid yang digunakan Nafisah shalat. Ketika pergi menemuinya, Imam Asy-Syafi’i meminta padanya do’a dan berwasiat agar Nafisah menyolatkan jenazahnya. Imam Asy-Syafi’i pun wafat pada 204 H dan Nafisah menyolatkannya untuk menunaikan wasiatnya.
Empat tahun berselang, 208 H, Nafisah menderita sakit yang semakin hari semakin bertambah berat, hingga mencapai puncaknya pada bulan Ramadhan. Ketika Nafisah beristirahat dan membaca dengan khusyu’ surat Al-An’am, lalu sampai pada firman Allah yaitu surat Al-An’am ayat 127, ia pun tak sadarkan diri. Zainab, keponakannya, memeluknya, ia mendengar Nafisah mengucapkan syahadat kemudian Nafisah wafat pada tahun itu juga .
Nafisah dikenal sebagai wanita yang pernyataan-pernyataannya penuh berkah. Di antara perkataan yang penuh berkah dari Nafisah adalah (1) "Kami keluarga Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam lebih berhak melakukan ibadah melebihi ibadah orang lain. Hal ini karena Al-Qur'an diturunkan kepada kakek kami Muhammad Shallalahu 'Alaihi wa Sallam. (2) Celakalah orang yang durhaka kepada Tuhannya, mengingkari perintah-Nya, lupa mengingat-Nya, dan mengikuti hawa nafsunya. (3) Ketaatan adalah inti keimanan, ibadah sebagai jawasadnya, zuhud sebagai pakaiannya, kejujuran sebagai hujjahnya, ikhlas sebagai kebahagiannya, dan memaafkan orang yangberbuat keburukan lebih baik dan lebih bagus bagi orang mukmin. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala Surat Al-Baqarah ayat 237 yang artinya, 'Dan pemberian maafmu itu lebih dekat kepada takwa.'
Baca juga: Seuntai Kalung Cantik Rasulullah untuk Umamah binti Abu Al 'Ash
Wallahu A'alam.
(wid)
Lihat Juga :