Kisah Nabi Isa: Dikhitan Ketika Berusia 8 Hari
Rabu, 21 Desember 2022 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
Mufassir mengatakan, Isa dan Maryam merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Maryam bisa hamil tanpa disentuh oleh seorang laki-laki pun, demikian juga Isa dapat berbicara ketika masih bayi.
Isa dibesarkan di pangkuan ibunya yang jauh dari Bat Lahm, yaitu di sebuah tempat dataran tinggi (al rabwah) yang aman dan tenteram. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Mukminun ayat 50:
”Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir”.
Yang dimaksudkan dengan tempat yang tinggi atau al-Rabwah menurut mufassir adalah ada 4 pendapat, yaitu: (1) Damascus. (2). Al Ramllah di Palestina. (3) Baitul Maqdis. (4) Mesir.
Pendapat pertama, periwayatan ini dari Ibnu Abbas dan Hasan. Sebagaimana diriwayatkan dari ibnu Asakir dan lainnya. Sedangkan pendapat terakhir, Mesir, sesuai dengan yang disebut dalam Injil Matius dan Injil Barnabas dalam kisah yang dijumpainya untuk menyelesaikan: Bahwasanya Herudus memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki di Bait al Lahm, maka Allah perintahkan Yusuf al Najjar dalam mimpinya supaya membawa anak laki-laki dan ibunya ke Mesir.
Maka dia laksanakan sesuai dengan mimpinya itu. Dia bawa keduanya ke Mesir sampai meninggal Herudus. Manakala meninggal penguasa dhalim tersebut Yusuf melihat lagi dalam mimpi supaya kedua anak laki-laki dan ibunya dibawa pulang kembali ke negaranya. Karena yang memerintahkan pembunuhan sudah mati.
Baca juga: Kisah Kematian Dajjal yang Dibunuh Nabi Isa
Pada waktu itu, Isa sudah menginjak umurnya 7 tahun. Pulang keduanya ke al-Yahudiyah yang diperintah oleh anak Herodus, maka mereka pergi ke Al Khalil, karena takut tinggal di al-Yahudiyah. Akhirnya mereka memilih tempat tinggal di Al-Nushrah. Di situlah Isa as mendapat ketenangan di sisi Allah SWT dan masyarakat sekitar. Dengan demikian dinisbahkan al-Nashara (Nasrani) dari tempat tinggalnya Isa as.
Ketika Isa as mencapai umurnya 12 tahun pergilah keduanya dan Yusuf al-Najjar ke kota suci Yarussalem (Baitul Maqdis) untuk sujud (beribadah) sesuai dengan syariat yang ada dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa.
Mufassir mengatakan, Isa dan Maryam merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Maryam bisa hamil tanpa disentuh oleh seorang laki-laki pun, demikian juga Isa dapat berbicara ketika masih bayi.
Isa dibesarkan di pangkuan ibunya yang jauh dari Bat Lahm, yaitu di sebuah tempat dataran tinggi (al rabwah) yang aman dan tenteram. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Mukminun ayat 50:
”Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir”.
Yang dimaksudkan dengan tempat yang tinggi atau al-Rabwah menurut mufassir adalah ada 4 pendapat, yaitu: (1) Damascus. (2). Al Ramllah di Palestina. (3) Baitul Maqdis. (4) Mesir.
Pendapat pertama, periwayatan ini dari Ibnu Abbas dan Hasan. Sebagaimana diriwayatkan dari ibnu Asakir dan lainnya. Sedangkan pendapat terakhir, Mesir, sesuai dengan yang disebut dalam Injil Matius dan Injil Barnabas dalam kisah yang dijumpainya untuk menyelesaikan: Bahwasanya Herudus memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki di Bait al Lahm, maka Allah perintahkan Yusuf al Najjar dalam mimpinya supaya membawa anak laki-laki dan ibunya ke Mesir.
Maka dia laksanakan sesuai dengan mimpinya itu. Dia bawa keduanya ke Mesir sampai meninggal Herudus. Manakala meninggal penguasa dhalim tersebut Yusuf melihat lagi dalam mimpi supaya kedua anak laki-laki dan ibunya dibawa pulang kembali ke negaranya. Karena yang memerintahkan pembunuhan sudah mati.
Baca juga: Kisah Kematian Dajjal yang Dibunuh Nabi Isa
Pada waktu itu, Isa sudah menginjak umurnya 7 tahun. Pulang keduanya ke al-Yahudiyah yang diperintah oleh anak Herodus, maka mereka pergi ke Al Khalil, karena takut tinggal di al-Yahudiyah. Akhirnya mereka memilih tempat tinggal di Al-Nushrah. Di situlah Isa as mendapat ketenangan di sisi Allah SWT dan masyarakat sekitar. Dengan demikian dinisbahkan al-Nashara (Nasrani) dari tempat tinggalnya Isa as.
Ketika Isa as mencapai umurnya 12 tahun pergilah keduanya dan Yusuf al-Najjar ke kota suci Yarussalem (Baitul Maqdis) untuk sujud (beribadah) sesuai dengan syariat yang ada dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa.
Lihat Juga :