Siapakah yang Dimaksud dengan Sufaha pada Surat An-Nisa Ayat 5?
Rabu, 21 Desember 2022 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila dikatakan kepada mereka, 'Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman,' mereka menjawab, 'Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?' Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu." ( QS al-Baqarah : 13)
"Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, 'Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.'" ( QS al-Baqarah : 142)
Baca juga: Pemikiran Salafi dan Citranya, Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi
Apabila lafal sufaha itu untuk mencela, kata al-Qardhawi, maka bagaimanakah manusia akan dicela karena sesuatu yang tidak ia usahakan?
Bagaimana seorang perempuan akan dicela karena semata-mata ia perempuan, padahal ia bukan yang menciptakan dirinya, melainkan ia diciptakan oleh Penciptanya? Allah berfirman:
"... sebagian kamu adalah turunan dan sebagian yang lain..." (QS Ali Imran: 195)
Dan disebutkan dalam suatu hadis:
"Sesungguhnya wanita adalah belahan (mitra) laki-laki." (HR Ahmad bin Hanbal 6:256 dan Baihaqi I:168. Disebutkan pula dalam Kanzul 'Ummal nomor 45559)
Demikian pula halnya anak-anak. Al-Qardhawi menjelaskan Allah menciptakan manusia dari kondisi yang lemah dan dijadikan-Nya kehidupan itu bertahap, dari bayi berkembang menjadi kanak-kanak, kemudian meningkat remaja, lalu dewasa.
Sebab itu, katanya, bagaimana mungkin seorang anak akan dicela karena ia masih kanak-kanak padahal ia tidak pernah berusaha untuk menjadi kanak-kanak (melainkan sudah merupakan proses yang ditetapkan Allah)?
"Kalau kita kembali kepada tafsir-tafsir modern, akan kita dapati semuanya menguatkan pendapat Syekhul Mufassirin, Imam ath-Thabari," kata al-Qardhawi.
Baca juga: 3 Pengaruh Tata Cara Hidup Islami Menurut Al-Qardhawi
Sayyid Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menyebutkan:
"Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, 'Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.'" ( QS al-Baqarah : 142)
Baca juga: Pemikiran Salafi dan Citranya, Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi
Apabila lafal sufaha itu untuk mencela, kata al-Qardhawi, maka bagaimanakah manusia akan dicela karena sesuatu yang tidak ia usahakan?
Bagaimana seorang perempuan akan dicela karena semata-mata ia perempuan, padahal ia bukan yang menciptakan dirinya, melainkan ia diciptakan oleh Penciptanya? Allah berfirman:
"... sebagian kamu adalah turunan dan sebagian yang lain..." (QS Ali Imran: 195)
Dan disebutkan dalam suatu hadis:
"Sesungguhnya wanita adalah belahan (mitra) laki-laki." (HR Ahmad bin Hanbal 6:256 dan Baihaqi I:168. Disebutkan pula dalam Kanzul 'Ummal nomor 45559)
Demikian pula halnya anak-anak. Al-Qardhawi menjelaskan Allah menciptakan manusia dari kondisi yang lemah dan dijadikan-Nya kehidupan itu bertahap, dari bayi berkembang menjadi kanak-kanak, kemudian meningkat remaja, lalu dewasa.
Sebab itu, katanya, bagaimana mungkin seorang anak akan dicela karena ia masih kanak-kanak padahal ia tidak pernah berusaha untuk menjadi kanak-kanak (melainkan sudah merupakan proses yang ditetapkan Allah)?
"Kalau kita kembali kepada tafsir-tafsir modern, akan kita dapati semuanya menguatkan pendapat Syekhul Mufassirin, Imam ath-Thabari," kata al-Qardhawi.
Baca juga: 3 Pengaruh Tata Cara Hidup Islami Menurut Al-Qardhawi
Sayyid Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menyebutkan:
Lihat Juga :