Kisah Muslimah Amerika Attallah Shabazz, Putri Malcolm X Hadiah dari Tuhan

Kamis, 22 Desember 2022 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Ada sebuah petisi yang ditandatangani bahwa kami tidak akan pindah ke lingkungan tetangga setelah kematian ayah saya. Mereka sekarang seperti bibi dan paman saya. Sungguh, banyak yang telah dilakukan, tetapi kami dapat melewati semua itu, dan saya mempunyai seorang model dan ukuran: ibu saya. Saya bersyukur pada Tuhan untuk itu.

Bagaimana pendapat Anda atas bangkitnya perhatian terhadap ayah Anda? Apakah Anda bahagia dengan kesadaran itu?

Tentu saja, saya berharap itu terus membangkitkan kesadaran, bukan saja tentang ayah saya, tetapi juga tentang segala hal yang sudah menjadi sesuatu yang tabu.

Baca juga: Kisah Mualaf Amerika Raphael Narbaez Jr, Pendeta Saksi Yehova yang Memeluk Islam

Filosofi ayah saya bukanlah filosofi yang baru. Kita ini orang-orang yang terlambat berkembang jika kita baru menyadarinya hampir tiga puluh tahun kemudian.

Jika seseorang seperti ayah saya mempunyai pesan yang dapat mempersatukan umat manusia dengan segera, maka kita harus bertanya pada diri sendiri, siapa yang menghalangi informasi itu, apa tujuan mereka?

Saya berharap bahwa kita berpartisipasi dalam proses penyadaran ini. Kita perlu menghabiskan lebih banyak waktu di perpustakaan atau rumah arsip, dan mengetahui bahwa kita berhak untuk itu.

Jembatan Jurang Pemisah
[Ayah saya] menjembatani jurang pemisah antara orang yang masuk Islam dan orang yang mempunyai pemahaman yang salah tentang Islam yang diajarkan Nation of Islam dan orang Timur.

Dia melaksanakan ibadah haji, kembali pulang, lalu mempersatukan kaum Muslimin asing dan muslim Amerika. Dia menjembatani jarak itu karena sebagian besar anggota Nation tidak memikirkan kemurnian Islam.

Wallace Muhammed, ketika mengambil-alih Nation setelah kematian ayahnya, menggabungkan berbagai suku bangsa ke dalam kelompoknya. Mereka sangat berbeda dengan kami.

Baca juga: Catatan Mualaf Jerman Wilfred Hoffman tentang Sejarah Organisasi Islam di Amerika

Para pengikut setia Nation benar-benar mempunyai masalah dengan orang-orang Timur yang sangat beragam itu. Pada tahun-tahun terakhir masa hidup ayah saya, ada seorang syaikh yang tinggal di rumah kami --dia tampak seperti orang yang telah berusia seratus tahun, sangat berwibawa, berkulit hitam legam, rambut seputih salju, dan mengenakan pakaian gaya Saudi Arabia.

Dia begitu saleh dan sangat mengagumkan; ayah saya tampak sangat sederhana di samping orang itu; dia benar-benar merasa nyaman berada di sana. Namanya Syaikh [Ahmed] Hassoun.

Saya adalah generasi ketiga dari kedua pihak keluarga saya. Kakek saya dibunuh. Ayah saya juga mengalami apa yang dialami oleh orang tuanya, dan orang tua mereka. Hidupnya berakhir dengan kekerasan sebagai akibat dari usahanya menyebarluaskan sebuah kesadaran. Beban diletakkan di pundak ibu saya. Dia mempunyai teladan yang cukup di hadapannya, tentang cara untuk bertahan dalam menghadapi tekanan itu.

[Kakek-nenek saya] adalah orang internasionalis. Mereka berasal dari gerakan Carvey. Mereka memahami sejarah sejak awal mulanya. Nenek saya, yang berasal dari Karibia, dikelilingi oleh orang-orang Timur, yaitu orang Afrika Utara, orang Indian Timur; semua itu mempengaruhi sifatnya.

Rangkaian kehidupan ayah saya berhubungan erat dengan apa yang dialaminya pada sepuluh tahun pertama pembentukan dirinya. Komitmennya pada rakyat, perubahan sosial, kehidupan swasembada. Nenek saya menguasai empat bahasa.

Baca juga: Kisah Mualaf Asal Amerika Serikat Samir Gustavo Jerez Ungkap Terorisme Militer di Negerinya

Dia menulis dalam surat kabar. Ayah dan saudara-saudara kandung saya menyaksikan semua itu. Semua keterlibatan sosial itu --komitmen, tanggung jawab yang disebutkan tadi. Sehingga ketika kakek dan nenek saya telah tiada, anak-anaknya terpisah dan berpencar.

Ayah saya mengembara di jalan-jalan. Jika dia tidak memiliki tujuan dan jalan yang kuat untuk memulai, dia tidak akan menemukan jalannya untuk kembali. Tetapi dia telah dididik sejak awal.

Dua Agama yang Berbeda
Yang cukup menarik, kakek-nenek saya berasal dari dua agama yang berbeda, walaupun pada saat itu Anda akan mengikut suami Anda secara otomatis. Tak seorang pun dari mereka yang mencela latar belakang agama yang lainnya.

Kakek saya, sebagai akibat dari menjadi generasi pertama yang dilahirkan di masa perbudakan, dipaksa beragama Kristen. Nenek saya diarahkan kepada Islam tanpa paksaan karena itulah kebudayaan sekitarnya.

Saya menjalani hidup saya sebagaimana yang telah dibentuk, ditata, dipahat oleh orang tua saya. Berlakulah secara Islami, berlakulah sebagai seorang Amerika, berlakulah sebagai putri mereka, berlakulah sebagai seorang wanita kulit hitam --saya hidup sewajarnya sebagaimana kata hati saya. Orang-orang terlalu banyak berharap. Jika saya hidup seperti mereka, saya akan menjadi orang yang sesat.

Baca juga: Kisah Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Seorang Mualaf
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Inilah Mahram Perempuan...
Inilah Mahram Perempuan dari Jalur Nasab, Simak Penjelasannya di Sini!
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
3 Hal Harus Dihindari...
3 Hal Harus Dihindari Kaum Wanita saat Merayakan Idulfitri, Apa Itu?
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Bolehkah Membuat Patung...
Bolehkah Membuat Patung dari Tokoh-tokoh yang Berpengaruh dalam Islam?
Rekomendasi
Pria Ini Pencipta Bom...
Pria Ini Pencipta Bom Hidrogen Pertama di Dunia, tapi Dirahasiakan Hampir 50 Tahun
Teleskop Luar Angkasa...
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Deteksi Bulan Baru Uranus
Hutan Amazon Terancam...
Hutan Amazon Terancam Musnah, Ini Fakta-fakta Menakutkannya
Artikel Terkini
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved