Hati-hati, Inilah Cara Iblis Celakakan Manusia

loading...
Hati-hati, Inilah Cara Iblis Celakakan Manusia
Tiga cara iblis untuk mencelakai manusia agar berbuat dosa, yakni menanamkan sifat sombong, hasad (dengki) dan tamak. Foto ilustrasi/istimewa
Di antara penyakit hati yang paling kronis ternyata adalah sombong, hasad, dan tamak. Hasad atau dengki, sifat inilah yang membuat salah satu anak Adam alaihi salam membunuh saudaranya. Sedangkan tamak, yang juga membuat Nabi Adam keluar dari surga. Dan sombong, inilah sifat asli yang dimiliki iblis sehingga dia menyimpang ke jalan kesesatan.

Sifat hasad merupakan bentuk pengingkaran akan ketentuan dan ketetapan Allah yang telah menetapkan takdir setiap makhluk-Nya. Maka, orang yang memiliki sifat hasad akan bersikap tidak senang atas kenikmatan yang Allah karuniakan kepada seseorang. Sedangkan, tamak atau rakus banyak menyebabkan seorang hamba terjerumus kepada hal-hal yang dimurkai oleh Allah Ta’ala. Namrud, Fir’aun, dan Qarun merupakan contoh orang-orang yang tamak, rakus akan kekuasaan maupun rakus akan harta. (Baca juga : Menyikapi Pujian dan Menghindari Bahayanya )

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan:

“Barangsiapa yang terbebas dari tiga sifat ini, maka dia akan terlindung dari segala macam kejelekan. (Ketahuilah), kekafiran itu berasal dari sifat sombong. Maksiat berasal dari sifat tamak. Sikap melampaui batas dan kezholiman berasal dari sifat dengki (hasad).”

Sifat tamak atau rakus membuat seseorang mudah terjerumus dalam maksiat. Lihatlah bagaimana Nabi Adam ‘alaihis salam bisa keluar dari surga, sebabnya adalah memakan tanaman yang haram untuk dimakan. Maksiat ini berasal dari sifat tamak.
Sedangkan sifat hasad (dengki atau iri) akan membuat seseorang melampau batas dan berbuat dzolim pada orang lain.

Menurut beberapa ulama hikmah, sifat hasad (dengki) merupakan sifat tercela pertama yang ada dalam diri seorang makhluk. Sedangkan sifat tamak merupakan ambisi untuk mendapatkan segala hal yang diinginkannya dengan berbagai cara apapun, ia tidak mempedulikan apakah dengan caranya tersebut dapat mendatangkan rahmat Allah atau justru mengundang amarah-Nya.

Sifat hasad dan tamak merupakan hasil dari tidak bersyukurnya seorang hamba atas nikmat dari Allah Ta’ala.
Manusia yang memiliki sifat hasad dan tamak akan selalu memandang segala nikmat dari Allah terhadap dirinya adalah sesuatu hal yang remeh, sedangkan ia memandang atas karunia dan nikmat dari Allah terhadap orang lain adalah sesuatu hal yang agung. (Baca juga : Rasa Cemburu dalam Pandangan Syariat )

Kemudian sifat sombong yang membuat iblis tetap dalam kekafirannya. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, Nabi Shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim).

Sifat sombong ini pula yang membuat seseorang sulit masuk surga yang penuh kelezatan . Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi saw bersabda: “Tidak akan masuk surga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar semut kecil.” (HR. Muslim)

Cara Mengobati Penyakit Hati

Sebagai suatu penyakit, sombong hanya bisa disembuhkan berdasarkan kesadaran diri penderitanya sendiri karena sombong bertitik berat pada kondisi hati seseorang.

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.” (QS Al-Isra : 37)

Dalam ayat ini, jelas disebutkan bahwa manusia tidak diperkenankan untuk berjalan di atas bumi dengan sifat sombongnya. Artinya, Allah jelas melarang untuk manusia memiliki penyakit hati ini dan jika manusia tidak mengindahkannya, maka murka Allah lah yang akan diterima sebagai ganjarannya.

Di dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: .

”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).

Jelas sudah, jika Allah tidak menyukai sifat sombong yang artinya sombong itu dilarang dan harus dihindari oleh manusia agar tidak mendapat murka Allah Ta'ala.

Kemudian untuk sifat tamak dan hasad, tidak ada jalan lain untuk mengobati penyakit hati ini kecuali dengan kenyakinan bahwa rezeki itu telah ditetapkan dan diukur oleh Allah Ta'ala. Seperti dalam firman-Nya :

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan." (QS Al-Ankabut :17)
halaman ke-1
preload video