Merawat Kebhinekaan dan Toleransi Jadi Wujud Syukur kepada Allah
Sabtu, 24 Desember 2022 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Untuk membangun kesadaran masyarakat akan rasa saling melindung agar imun dari virus radikalisme. Ia menilai perlunya peran para tokoh ulama untuk menggencarkan narasi terkait pentingnya ibadah sosial dan tidak melulu soal ibadah ritual.
”Ibadah sosial ini muara daripada ibadah ritual. Di tengah maraknya politik identitas, para kiai sudah harus mulai membahas hal-hal seperti ibadah sosial seperti saling membantu dalam bencana alam, atau hal kemanusiaan lainnya. Jangan hanya masalah ibadah-ibadah ritual saja,” tuturnya.
Para tokoh agama juga diharapkan mulai mengencangkan barisan dan memberikan total action dengan mencontohkan kepada umatnya tentang praktik toleransi dan menghargai umat maupun kelompok masyarakat lain. Tidak hanya sekedar ucapan, tetapi dalam perilaku dan tindakan.
”Sekarang ini para tokoh agama memang harus lebihtotal action lah ya kepada masyarakat. Jangan hanya di takaran retorika saja, tapi kita berikan contoh,” imbaunya.
Untuk itu, Mathlaul Anwar menginisiasi gerakan nyata "Menata Ummat, Merekat Bangsa" dengan program penanaman nilai toleransi kepada sekolah, perguruan tinggi hingga pesantren.
”Gerakan arah baru Mathlaul Anwar ini sebagai tekad mengeratkan persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa yang berfalsafah Pancasila untuk mencapai negara Indonesia yang maju, tercerdaskan dan terciptanya kesejahteraan umum di bidang pendidikan, dakwah, sosial dengan mengedepankan wajah Islam ramah, moderat dan toleran,” pungkasnya.
”Ibadah sosial ini muara daripada ibadah ritual. Di tengah maraknya politik identitas, para kiai sudah harus mulai membahas hal-hal seperti ibadah sosial seperti saling membantu dalam bencana alam, atau hal kemanusiaan lainnya. Jangan hanya masalah ibadah-ibadah ritual saja,” tuturnya.
Para tokoh agama juga diharapkan mulai mengencangkan barisan dan memberikan total action dengan mencontohkan kepada umatnya tentang praktik toleransi dan menghargai umat maupun kelompok masyarakat lain. Tidak hanya sekedar ucapan, tetapi dalam perilaku dan tindakan.
”Sekarang ini para tokoh agama memang harus lebihtotal action lah ya kepada masyarakat. Jangan hanya di takaran retorika saja, tapi kita berikan contoh,” imbaunya.
Untuk itu, Mathlaul Anwar menginisiasi gerakan nyata "Menata Ummat, Merekat Bangsa" dengan program penanaman nilai toleransi kepada sekolah, perguruan tinggi hingga pesantren.
”Gerakan arah baru Mathlaul Anwar ini sebagai tekad mengeratkan persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa yang berfalsafah Pancasila untuk mencapai negara Indonesia yang maju, tercerdaskan dan terciptanya kesejahteraan umum di bidang pendidikan, dakwah, sosial dengan mengedepankan wajah Islam ramah, moderat dan toleran,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :