Peradaban Islam Menurut John Louis Esposito
Selasa, 27 Desember 2022 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Citra Buruk Islam di Eropa Menurut John Louis Esposito
Berbeda dengan abad ke-20, kaum Muslim pada saat itu merasa mengendalikan dan aman. Mereka merasa bebas meminjam dari Barat, karena identitas dan otonomi mereka tidak terancam oleh ancaman dominasi politik dan kebudayaan. Mereka meminjam, tetapi mereka juga memberikan warisan kepada Barat.
Pola lalu-lintas kebudayaan sebelumnya, berbalik ketika Eropa, yang bangkit dari abad-abad kegelapan, mengubah pusat-pusat belajar kaum Muslim dengan tujuan memperbaiki kembali peninggalan-peninggalan yang hilang dan belajar dari kemajuan-kemajuan orang-orang Islam dalam bidang matematika, kedokteran, dan sains.
Posisi Esposito
Sekadar mengingatkan John Louis Esposito dikenal sebagai seorang pengamat Islam atau ―Islamisis yang netral dan relatif proporsional- sebagai pembedaan dengan Orientalis- terkemuka di Barat.
Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito
Esposito juga dikenal sebagai salah seorang cendekiawan yang sangat aktif menyuarakan dialog peradaban, dialog antarumat beragama, terutama antara Islam dan Kristen. Ia juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif sekaligus kritis terhadap kajian yang dilakukan oleh para pakar Islam di Barat dan telah melahirkan puluhan karya baik dalam bentuk buku, ratusan artikel, penelitian tentang Islam yang menjadi referensi penting bagi sarjana Muslim dan Barat pada umumnya.
Beberapa karya terpenting Esposito adalah buku The Islamic Threat: Myth or Reality, Dalam buku ini, Esposito mengambil sikap yang berbeda dengan pakar keislaman di Barat dalam melihat kebangkitan Islam dan membantah teori para pakar Islam di Barat yang menyatakan Islam sebagai ancaman baru pasca tumbangnya komunisme yang dibesar-besarkan para pakar dan dilestarikan oleh media-media di Barat. Karya terpenting lainnya adalah, Islam: The Straight Path, Unholy War: Terror in the Name of Islam dan The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.
Posisi Esposito seringkali diterjemahkan berbagai kalangan sebagai juru bicara Islam dan Barat mengajak untuk selalu bekerjasama dan tidak tenggelam dalam konflik peradaban. Oleh karena itu, menurut Esposito bahwa saat ini perjumpaan Islam dan Barat harus dimaknai membangun dialog peradaban, bukan konfrontasi atau saling curiga.
Baca juga: John Louis Esposito: Islam Terbukti Merupakan Agama yang Lebih Toleran
Berbeda dengan abad ke-20, kaum Muslim pada saat itu merasa mengendalikan dan aman. Mereka merasa bebas meminjam dari Barat, karena identitas dan otonomi mereka tidak terancam oleh ancaman dominasi politik dan kebudayaan. Mereka meminjam, tetapi mereka juga memberikan warisan kepada Barat.
Pola lalu-lintas kebudayaan sebelumnya, berbalik ketika Eropa, yang bangkit dari abad-abad kegelapan, mengubah pusat-pusat belajar kaum Muslim dengan tujuan memperbaiki kembali peninggalan-peninggalan yang hilang dan belajar dari kemajuan-kemajuan orang-orang Islam dalam bidang matematika, kedokteran, dan sains.
Posisi Esposito
Sekadar mengingatkan John Louis Esposito dikenal sebagai seorang pengamat Islam atau ―Islamisis yang netral dan relatif proporsional- sebagai pembedaan dengan Orientalis- terkemuka di Barat.
Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito
Esposito juga dikenal sebagai salah seorang cendekiawan yang sangat aktif menyuarakan dialog peradaban, dialog antarumat beragama, terutama antara Islam dan Kristen. Ia juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif sekaligus kritis terhadap kajian yang dilakukan oleh para pakar Islam di Barat dan telah melahirkan puluhan karya baik dalam bentuk buku, ratusan artikel, penelitian tentang Islam yang menjadi referensi penting bagi sarjana Muslim dan Barat pada umumnya.
Beberapa karya terpenting Esposito adalah buku The Islamic Threat: Myth or Reality, Dalam buku ini, Esposito mengambil sikap yang berbeda dengan pakar keislaman di Barat dalam melihat kebangkitan Islam dan membantah teori para pakar Islam di Barat yang menyatakan Islam sebagai ancaman baru pasca tumbangnya komunisme yang dibesar-besarkan para pakar dan dilestarikan oleh media-media di Barat. Karya terpenting lainnya adalah, Islam: The Straight Path, Unholy War: Terror in the Name of Islam dan The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.
Posisi Esposito seringkali diterjemahkan berbagai kalangan sebagai juru bicara Islam dan Barat mengajak untuk selalu bekerjasama dan tidak tenggelam dalam konflik peradaban. Oleh karena itu, menurut Esposito bahwa saat ini perjumpaan Islam dan Barat harus dimaknai membangun dialog peradaban, bukan konfrontasi atau saling curiga.
Baca juga: John Louis Esposito: Islam Terbukti Merupakan Agama yang Lebih Toleran
(mhy)
Lihat Juga :