Surat Adh-Dhuha : Bukti Kecintaan Allah SWT pada Perjuangan Dakwah Rasulullah
Rabu, 28 Desember 2022 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Surat kelima, keenam, dan ketujuh, mengabarkan bahwa Allah Ta'ala memberikan kenikmatan dan penghormatan kepada Rasulullah. Dan akan memberikan kebahagiaan serta kedamaian yang tak terkira.
Allah juga mengingatkan bahwa Rasulullah adalah seorang yatim yang telah diangkat menjadi nabi, dijaga, dilindungi, dididik, diurus, dan Allah telah memberi berbagai kenikmatan. Yakni, beliau yang dulunya tidak tahu apa-apa kemudian diajari dan menunjukkan semua amal kebaikan dan mengangkat beliau menjadi nabi.
Ayat kedelapan sampai kesebelas, Allah menjelaskan bahwa Allah mendapati beliau dalam keadaan fakir lalu Allah memberikan banyak rezeki. Diberi kenikmatan material dan spiritual yang berkah dan diridhoi-Nya. Dan menjari dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ketuhanan.
Maka dari itu, Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar tidak memperlakukan anak yatim dengan buruk. Akan tetapi berilah kasih sayang, hiburlah hatinya, dan usap air mata anak yatim. Lalu kepada orang yang meminta-minta, janganlah menghardiknya. Akan tetapi berilah ia makan, bantulah kesulitannya, dan jangan disakiti perasaanya.
Kemudian di ayat pamungkas, Allah memerintahkan mendakwahkan dan mengabarkan kepada masyarakat bahwa nikmat dari Allah itu luas. Allah memerintahkan Rasulullah untuk menampakkan nikmat itu dengan selalu bersyukur dan mengingat-Nya. Dan dilarang menyembunyikan serta mengingkari nikmat-nikmat dari Allah itu.
Begitulah Allah menurunkan Adh Dhuha untuk membahagiakan hati Rasulullah. Karena itulah surat bisa dibaca untuk kelapangan hati.
Surat Ad-Dhuha selalu dibaca ketika sholat sunah Dhuha. Rasulullah bersabda :
"Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rekaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan mencukupimu di akhir harimu" (HR. Abu Darda).
Baca juga: Rahasia Surat adh-Dhuha, Melapangkan Hati Nabi dan Larangan Menyakiti Peminta-minta
Wallahu A'lam
Allah juga mengingatkan bahwa Rasulullah adalah seorang yatim yang telah diangkat menjadi nabi, dijaga, dilindungi, dididik, diurus, dan Allah telah memberi berbagai kenikmatan. Yakni, beliau yang dulunya tidak tahu apa-apa kemudian diajari dan menunjukkan semua amal kebaikan dan mengangkat beliau menjadi nabi.
Ayat kedelapan sampai kesebelas, Allah menjelaskan bahwa Allah mendapati beliau dalam keadaan fakir lalu Allah memberikan banyak rezeki. Diberi kenikmatan material dan spiritual yang berkah dan diridhoi-Nya. Dan menjari dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ketuhanan.
Maka dari itu, Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar tidak memperlakukan anak yatim dengan buruk. Akan tetapi berilah kasih sayang, hiburlah hatinya, dan usap air mata anak yatim. Lalu kepada orang yang meminta-minta, janganlah menghardiknya. Akan tetapi berilah ia makan, bantulah kesulitannya, dan jangan disakiti perasaanya.
Kemudian di ayat pamungkas, Allah memerintahkan mendakwahkan dan mengabarkan kepada masyarakat bahwa nikmat dari Allah itu luas. Allah memerintahkan Rasulullah untuk menampakkan nikmat itu dengan selalu bersyukur dan mengingat-Nya. Dan dilarang menyembunyikan serta mengingkari nikmat-nikmat dari Allah itu.
Begitulah Allah menurunkan Adh Dhuha untuk membahagiakan hati Rasulullah. Karena itulah surat bisa dibaca untuk kelapangan hati.
Surat Ad-Dhuha selalu dibaca ketika sholat sunah Dhuha. Rasulullah bersabda :
"Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rekaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan mencukupimu di akhir harimu" (HR. Abu Darda).
Baca juga: Rahasia Surat adh-Dhuha, Melapangkan Hati Nabi dan Larangan Menyakiti Peminta-minta
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :