Keberkahan Sayuran Labu : Disukai Rasulullah SAW dan Para Nabi
Kamis, 29 Desember 2022 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Kisah ini disebutkan dalam al-Qurah Surah ash-Shaaffaat ayat 142-146. Mengapa labu? Allah SWT menanam pohon labu untuk Nabi Yunus karena kandungan Labu menjadi tempat perlindungan dan obat. Daun labu kuning yang banyak dan lebar sebagai pelindung Nabi Yunus dari panasnya terik matahari di pantai terbuka tanpa pepohonan. Daun labu tidak disukai lalat dan menjadi pelindung dari lalat dan gangguannya. Buahnya bisa dimakan mentah tanpa harus dimasak.
Sifatnya yang merayap di tanah dengan mudah dikutip oleh Nabi Yunus. Hal ini juga mudah dikunyah dan dicerna dan dapat memuaskan dahaga. Tidak perlu diminum setelah makan. Buah labu juga bisa menenangkan pikiran.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur’an yang artinya:
“Jika dia (Yunus) tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia akan dilemparkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela, kemudian Tuhannya memilih dia dan menjadikannya termasuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qalam : 49-50).
Begitulah, labu merupakan salah satu contoh makanan halalan toyyiban yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah pun juga menyukainya dan memakannya. Disebutkan dalam literatur makanan bergizi, bahwa labu kuning merupakan sayuran yang mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Secangkir labu dapat memenuhi kebutuhan vitamin A lebih dari 100 persen dan vitamin C sebesar 20 persen.
Labu juga mengandung vitamin E, riboflavin, potasium, tembaga dan mangan 10 persen dan thiamin, B6, folat, asam pantotenat, niasin, besi, magnesium dan fosfor sebanyak lima persen. Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioksidan dan vitamin. Nutrisi dalam satu cangkir labu kuning rebus tanpa garam antara lain 49 kalori, 1,76 gram protein, 0,17 gram lemak, 12 gram karbohidrat, 2,7 gram serat dan 5,1 gram gula.
Baca juga: Disebut oleh Nabi, Inilah Sayuran yang Dapat Mengobati Kesedihan Hati
Wallahu A'lam
Sifatnya yang merayap di tanah dengan mudah dikutip oleh Nabi Yunus. Hal ini juga mudah dikunyah dan dicerna dan dapat memuaskan dahaga. Tidak perlu diminum setelah makan. Buah labu juga bisa menenangkan pikiran.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur’an yang artinya:
لَوۡلَاۤ اَنۡ تَدٰرَكَهٗ نِعۡمَةٌ مِّنۡ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُوۡمٌ
فَاجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ
فَاجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ
“Jika dia (Yunus) tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia akan dilemparkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela, kemudian Tuhannya memilih dia dan menjadikannya termasuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qalam : 49-50).
Begitulah, labu merupakan salah satu contoh makanan halalan toyyiban yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah pun juga menyukainya dan memakannya. Disebutkan dalam literatur makanan bergizi, bahwa labu kuning merupakan sayuran yang mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Secangkir labu dapat memenuhi kebutuhan vitamin A lebih dari 100 persen dan vitamin C sebesar 20 persen.
Labu juga mengandung vitamin E, riboflavin, potasium, tembaga dan mangan 10 persen dan thiamin, B6, folat, asam pantotenat, niasin, besi, magnesium dan fosfor sebanyak lima persen. Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioksidan dan vitamin. Nutrisi dalam satu cangkir labu kuning rebus tanpa garam antara lain 49 kalori, 1,76 gram protein, 0,17 gram lemak, 12 gram karbohidrat, 2,7 gram serat dan 5,1 gram gula.
Baca juga: Disebut oleh Nabi, Inilah Sayuran yang Dapat Mengobati Kesedihan Hati
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :