Asbabun Nuzul Surat Saba yang Jarang Diketahui
Sabtu, 31 Desember 2022 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Ketika mendengar berita diutusnya seorang Nabi, dia menulis surat kepada temannya yang ada di Mekkah menanyakan berita itu. Dia menerima jawaban bahwa tidak seorang pun dari golongan Quraisy yang mengikutinya kecuali orang-orang yang hina dan miskin.
Setelah menerima jawaban itu, dia meninggalkan dagangannya dan meminta temannya untuk mengantarnya kepada Nabi, karena dia pernah membaca beberapa kitab tentang kenabian.
Menghadaplah dia kepada Nabi Muhammad SAW sambil berkata: "Kepada apakah engkau mengajak kami?" Rasulullah SAW menjelaskannya. Berkatalah orang tersebut: "Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Rasulullah."
Rasulullah SAW bertanya: "Dengan pengetahuan apa engkau berbuat demikian?" Dia menjawab: "Tidak diutus seorang Nabi kecuali pengikutnya adalah orang-orang yang hina dan lemah dan orang-orang miskin."
Maka turunlah ayat 34 di atas: "Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya Kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikan."
Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk menyampaikan berita kepada orang itu, bahwa ucapannya dibenarkan oleh wahyu Allah.
Sekadar informasi, kaum Saba' pada mulanya menyembah matahari. Namun setelah pimpinan kerajaan dipegang Ratu Balqis, mereka menjadi kaum beriman dengan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Sulaiman.
Tetapi, lama-kelamaan kaum Saba' menjadi sombong dan lupa bahwa kemakmuran yang mereka miliki adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah. Allah dengan perantaraan Rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukur karunia Allah yang dilimpahkan kepada mereka.
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat Al-Humazah, Peringatan Bagi Pengumpat dan Pencela
Setelah menerima jawaban itu, dia meninggalkan dagangannya dan meminta temannya untuk mengantarnya kepada Nabi, karena dia pernah membaca beberapa kitab tentang kenabian.
Menghadaplah dia kepada Nabi Muhammad SAW sambil berkata: "Kepada apakah engkau mengajak kami?" Rasulullah SAW menjelaskannya. Berkatalah orang tersebut: "Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Rasulullah."
Rasulullah SAW bertanya: "Dengan pengetahuan apa engkau berbuat demikian?" Dia menjawab: "Tidak diutus seorang Nabi kecuali pengikutnya adalah orang-orang yang hina dan lemah dan orang-orang miskin."
Maka turunlah ayat 34 di atas: "Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya Kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikan."
Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk menyampaikan berita kepada orang itu, bahwa ucapannya dibenarkan oleh wahyu Allah.
Sekadar informasi, kaum Saba' pada mulanya menyembah matahari. Namun setelah pimpinan kerajaan dipegang Ratu Balqis, mereka menjadi kaum beriman dengan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Sulaiman.
Tetapi, lama-kelamaan kaum Saba' menjadi sombong dan lupa bahwa kemakmuran yang mereka miliki adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah. Allah dengan perantaraan Rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukur karunia Allah yang dilimpahkan kepada mereka.
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat Al-Humazah, Peringatan Bagi Pengumpat dan Pencela
(rhs)
Lihat Juga :