Keutamaan dan Manfaat Puasa Ayyamul Bidh serta Cara Pelaksanaannya
Jum'at, 06 Januari 2023 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan puasa ayyamul bidh seumur hidupnya. Bahkan hingga beliau wafat. Oleh karena itu, dengan melaksanakan puasa sunnah ini, maka kita sebagai umatnya turut serta menghidupkan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
2. Akan mendapat pahala seperti puasa setahun
Setiap muslim yang melaksanakan puasa ayyamul bidh selama tiga hari setiap bulannya, maka akan mendapatkan pahala seperti puasa setahun. Hal ini didukung dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam HR. Bukhari-Muslim yang berbunyi.
“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari di setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kamu lakukan. Karena itu, puasa ayyamul bidh sama dengan puasa setahun penuh.”
3. Sangat baik bagi kesehatan tubuh
Manfaat melakukan puasa, sebagai detoksifikasi tubuh (proses pembuangan racun), mengurangi lemak dan meningkatkan system imunitas dalam tubuh. Selain itu, melakukan puasa ayyamul bidh sama saja memberikan waktu agar badan beristirahat. Adapun beberapa manfaat bagi orang yang rutin melaksanakan puasa antara lain mencegah penyakit kardiovaskuler, menjaga berat badan, hingga mengontrol tekanan darah.
4. Mendapat Surga Ar-Rayyan
Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menyediakan sebuah pintu khusus di Surga yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan ibadah puasa ketika selama kehidupannya di dunia. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Sahal bin Sa‟ad yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata : ”Di Surga ada delapan pintu. Di antaranya ada pintu yang bernama Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa”.
Cara Melaksanakannya
Cara melakukan puasa sunnah Ayyamul bidh sama dengan puasa-puasa lain pada umumnya yakni dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatal puasa seperti makan, minum, dan hawa nafsu lainnya yang dilakukan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan diniatkan berpuasa sebagai ibadah yang hanya kepada Allah subhana hua ta’ala.
Hanya saja yang membedakan puasa ayyamul bidh dengan puasa lainnya adalah puasa ini dilakukan secara rutin pada hari-hari putih yakni saat rembulan tengah bersinar dengan terangnya (ayyamul bidh). Puasa ini dilakukan setiap pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas pada setiap bulan hijriyyah.
2. Akan mendapat pahala seperti puasa setahun
Setiap muslim yang melaksanakan puasa ayyamul bidh selama tiga hari setiap bulannya, maka akan mendapatkan pahala seperti puasa setahun. Hal ini didukung dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam HR. Bukhari-Muslim yang berbunyi.
“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari di setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kamu lakukan. Karena itu, puasa ayyamul bidh sama dengan puasa setahun penuh.”
3. Sangat baik bagi kesehatan tubuh
Manfaat melakukan puasa, sebagai detoksifikasi tubuh (proses pembuangan racun), mengurangi lemak dan meningkatkan system imunitas dalam tubuh. Selain itu, melakukan puasa ayyamul bidh sama saja memberikan waktu agar badan beristirahat. Adapun beberapa manfaat bagi orang yang rutin melaksanakan puasa antara lain mencegah penyakit kardiovaskuler, menjaga berat badan, hingga mengontrol tekanan darah.
4. Mendapat Surga Ar-Rayyan
Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menyediakan sebuah pintu khusus di Surga yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan ibadah puasa ketika selama kehidupannya di dunia. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Sahal bin Sa‟ad yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata : ”Di Surga ada delapan pintu. Di antaranya ada pintu yang bernama Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa”.
Cara Melaksanakannya
Cara melakukan puasa sunnah Ayyamul bidh sama dengan puasa-puasa lain pada umumnya yakni dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatal puasa seperti makan, minum, dan hawa nafsu lainnya yang dilakukan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan diniatkan berpuasa sebagai ibadah yang hanya kepada Allah subhana hua ta’ala.
Hanya saja yang membedakan puasa ayyamul bidh dengan puasa lainnya adalah puasa ini dilakukan secara rutin pada hari-hari putih yakni saat rembulan tengah bersinar dengan terangnya (ayyamul bidh). Puasa ini dilakukan setiap pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas pada setiap bulan hijriyyah.
Lihat Juga :