Kisah Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang

Minggu, 08 Januari 2023 - 09:59 WIB
loading...
A A A
Si keledai pun meringkik, "Terima kasih, Tuan." Timur tertawa atas rahasia yang disimpannya, tetapi istrinya yang tidak mengerti, merasa geram.

"Sepertinya kau mengetahui sesuatu tentang cara binatang-binatang ini berbicara," kata sang istri. "Kau bercanda; mana ada orang yang bisa mendengar binatang berbicara?" tanya Timur.

Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

Ketika mereka pulang ke rumah, Si Petani mengalasi tempat tidur Si Lembu menggunakan jerami segar yang dibelinya di pasar, dan binatang itu pun berkata, "Istri Tuan tak henti memancing agar Tuan membocorkan rahasia itu, dan kalau terus berlanjut, cepat atau lambat rahasia Tuan pasti terbongkar. Apabila Tuan menyadarinya, Tuanku yang malang, Tuan bisa membuatnya mengubah kelakuannya itu agar rahasia Tuan tetap terjaga; yang harus Tuan lakukan hanyalah mengancam akan memukulnya dengan tongkat yang tidak lebih tebal daripada jari kelingking Tuan."

"Tak kusangka," pikir Timur, "bahwa Si Lembu yang kuancam akan kubawa ke rumah sembelih, ternyata memikirkan kepentinganku."

Kemudian, ia pun menemui istrinya sambil membawa sebuah tongkat kecil, katanya, "Apa kau mau mengubah kelakuanmu? Mau tidak kau berhenti mengajukan pertanyaan bahkan ketika kau lihat aku tertawa sekonyong-konyong?"

Istrinya itu benar-benar ketakutan, sebab suaminya belum pernah sekalipun berkata seperti itu kepadanya sebelumnya. Petani itu tak pernah memberitahukan rahasianya kepada istrinya, dan ia pun terhindar dari takdir mengerikan yang menimpa orang-orang yang membocorkan rahasia kepada orang lain yang belum siap untuk mendengarkannya.

Konon, Timur Agha mempunyai kemampuan untuk memahami arti penting dalam segala sesuatu yang sepintas tampaknya tidak penting. Kisah ini dianggap mengandung 'baraka' berkah bagi penutur maupun pendengamya, dan oleh karena itu digemari di negeri-negeri Balkan dan Timur Dekat Banyak kisah-kisah Sufi yang tersamar sebagai cerita dongeng.

Idries Shah mengatakan kisah ini dikaitkan (dalam bentuk awalnya) dengan Abu Ishak Chishti, pemimpin tarekat 'Darwis Menyanyi' (Singing Dervishes) pada abad kesepuluh.

Baca juga: Kisah Sufi: Keperluan yang Kian Mendesak
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Fosil Laut Ungkap Kekuatan...
Fosil Laut Ungkap Kekuatan Arus Teluk yang Mengkhawatirkan
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa di dalam Gua
Ibnu Khaldun, Ilmuwan...
Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
Artikel Terkini
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved