Asbabun Nuzul Surat Ghafir, Yang Maha Mengampuni
Rabu, 11 Januari 2023 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Allah juga berfirman pada Ayat 66:
قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَاۤءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam." (QS. Ghafir ayat 66)
Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasannya Al-Walid bin Al Mughirah dan Syaibah bin Rabi'ah berkata: "Wahai Muhammad, tarik kembali apa yang telah engkau katakan dan teruslah mengikuti agama ayah ayahmu dan nenek moyangmu."
Maka Allah menurunkan ayat berikut: "Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah."
Terkait penamaan Al-Mu'min (orang yang beriman) berhubung dengan perkataan mukmin yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa dengan menyembunyikan keimanannya setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat Nabi Musa.
Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.
Ayat 3 surat ini juga mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha penerima taubat. Karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya akan diampuni Allah asalkan benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan dosa itu lagi.
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat Al-Hadid, Peringatan Agar Selalu Ingat Allah
قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَاۤءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam." (QS. Ghafir ayat 66)
Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasannya Al-Walid bin Al Mughirah dan Syaibah bin Rabi'ah berkata: "Wahai Muhammad, tarik kembali apa yang telah engkau katakan dan teruslah mengikuti agama ayah ayahmu dan nenek moyangmu."
Maka Allah menurunkan ayat berikut: "Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah."
Terkait penamaan Al-Mu'min (orang yang beriman) berhubung dengan perkataan mukmin yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa dengan menyembunyikan keimanannya setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat Nabi Musa.
Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.
Ayat 3 surat ini juga mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha penerima taubat. Karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya akan diampuni Allah asalkan benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan dosa itu lagi.
Baca Juga: Asbabun Nuzul Surat Al-Hadid, Peringatan Agar Selalu Ingat Allah
(rhs)
Lihat Juga :