Kisah Sosiolog Wieslaw Zejieski Pilih Islam karena Anggap sebagai Ideologi Jalan Tengah
Jum'at, 13 Januari 2023 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian saya terima lagi sebuah pamplet lain yang bernama "Islamo chies relegio" dari Darut Tabligil Islam, Postbox 112 Cairo disertai beberapa buku karangan Maulana Muhammad Ali.
Saya telah menemukan kenyataan bahwa Islam sesuai dengan pikiran saya dan ideologi "jalan tengah" dengan mana saya dididik sejak umur belasan tahun.
Dalam Islam saya menemukan perundang-undangan yang sempurna meliputi segala persoalan hidup, perundang-undangan yang mampu memimpin perseorangan dan masyarakat menuju Kerajaan Tuhan di bumi; perundang-undangan yang cukup elastis untuk menyesuaikannya dengan kondisi modern.
Sebagai seorang teorist tentang kebudayaan dan kemasyarakatan, saya mengagumi lembaga sosial Islam, terutama zakat, hukum bagi waris, larangan riba, larangan perang agresif, kewajiban ibadah haji dan bolehnya poligami dalam batas-batas tertentu.
Dalam semua dasar Islam tersebut terdapat jaminan untuk dapat menempuh jalan hidup yang lurus, yang tengah-tengah antara kapitalisme dan komunisme, ketentuan-ketentuan yang cermat mengenai hak penuntutan antara negara, perletakan dasar-dasar untuk mencapai keselamatan hakiki sebagaimana yang dapat diterima akal, perumusan solidaritas persaudaraan Islam dengan bermacam-macam kebangsaan, bahasa, kebudayaan dan kelas sosialnya.
Baca juga: Kisah Mualaf Amerika Idris Diaz Pergi Haji Dibiayai Orang Yahudi
Agama ini juga meletakkan dasar-dasar hukum perkawinan. Suatu dasar yang secara mutlak tidak bertentangan dengan keadilan biologis dan fakta-fakta kemasyarakatan. Dasar hukum ini sangat berbeda dan jauh lebih baik daripada dasar perkawinan monogami yang dianut oleh bangsa-bangsa Barat.
Saya tutup pengakuan saya ini dengan memanjatkan puji ke Hadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat besar kepada saya dengan jalan menunjuki saya ke jalan agama yang lurus.
Al-Qur'an menyatakan (mengenai orang-orang Yahudi): "Sungguh engkau mendapatkan mereka sebagai orang-orang yang paling kesengsem kepada hidup, lebih kesengsem dari pada kaum musyrikin. Salah seorang di antara mereka menginginkan diberi umur seribu tahun, pada hal itu tidak akan menyelamatkan dia dari siksa. Allah melihat apa yang mereka perbuat. - ( QS Al-Baqarah : 96).
Baca juga: Kisah Mualaf Ayah Hariri Masuk Islam saat Operasi Badai Gurun
Saya telah menemukan kenyataan bahwa Islam sesuai dengan pikiran saya dan ideologi "jalan tengah" dengan mana saya dididik sejak umur belasan tahun.
Dalam Islam saya menemukan perundang-undangan yang sempurna meliputi segala persoalan hidup, perundang-undangan yang mampu memimpin perseorangan dan masyarakat menuju Kerajaan Tuhan di bumi; perundang-undangan yang cukup elastis untuk menyesuaikannya dengan kondisi modern.
Sebagai seorang teorist tentang kebudayaan dan kemasyarakatan, saya mengagumi lembaga sosial Islam, terutama zakat, hukum bagi waris, larangan riba, larangan perang agresif, kewajiban ibadah haji dan bolehnya poligami dalam batas-batas tertentu.
Dalam semua dasar Islam tersebut terdapat jaminan untuk dapat menempuh jalan hidup yang lurus, yang tengah-tengah antara kapitalisme dan komunisme, ketentuan-ketentuan yang cermat mengenai hak penuntutan antara negara, perletakan dasar-dasar untuk mencapai keselamatan hakiki sebagaimana yang dapat diterima akal, perumusan solidaritas persaudaraan Islam dengan bermacam-macam kebangsaan, bahasa, kebudayaan dan kelas sosialnya.
Baca juga: Kisah Mualaf Amerika Idris Diaz Pergi Haji Dibiayai Orang Yahudi
Agama ini juga meletakkan dasar-dasar hukum perkawinan. Suatu dasar yang secara mutlak tidak bertentangan dengan keadilan biologis dan fakta-fakta kemasyarakatan. Dasar hukum ini sangat berbeda dan jauh lebih baik daripada dasar perkawinan monogami yang dianut oleh bangsa-bangsa Barat.
Saya tutup pengakuan saya ini dengan memanjatkan puji ke Hadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat besar kepada saya dengan jalan menunjuki saya ke jalan agama yang lurus.
Al-Qur'an menyatakan (mengenai orang-orang Yahudi): "Sungguh engkau mendapatkan mereka sebagai orang-orang yang paling kesengsem kepada hidup, lebih kesengsem dari pada kaum musyrikin. Salah seorang di antara mereka menginginkan diberi umur seribu tahun, pada hal itu tidak akan menyelamatkan dia dari siksa. Allah melihat apa yang mereka perbuat. - ( QS Al-Baqarah : 96).
Baca juga: Kisah Mualaf Ayah Hariri Masuk Islam saat Operasi Badai Gurun
(mhy)
Lihat Juga :