Pengaruh Iptek Modern Terhadap Hubungan Islam-Kristen Menurut Montgomery Watt
Selasa, 17 Januari 2023 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Tabiat dan Tradisi Sistem Politik
Sekadar mengingatkan William Montgomery Watt adalah seorang penulis barat tentang Islam. Ia pernah mendapatkan gelar "Emiritus Professor," gelar penghormatan tertinggi bagi seorang ilmuwan. Gelar ini diberikan kepadanya oleh Universitas Edinburgh. Penghormatan ini diberikan kepada Watt atas keahliannya di bidang bahasa Arab dan Kajian Islam (Islamic Studies). Berikut selengkapnya tulisannya tersebut:
Kekuatan politik yang besar juga dimungkinan, namun berbagai ragam ini sesuai dengan tabiat dan tradisi sistem politik. Teknologi modern juga membutuhkan tingkat organisasi yang tinggi dan lalu pertimbangan-pertimbangan untung rugi akan membawa kepada adanya bahaya karena kebutuhan akan mesin-mesin akan mengambil urutan prioritas yang utama di atas kebutuhan-kebutuhan makhluk manusia, agar para pekerja membawa kehidupan untuk mencari nafkah hidup itu harus mengorbankan nilai-nilai esensi manusia yang sejati.
Percepatan yang lebih besar dan kemudahan transportasi telah menciptakan kemungkinan bagi sejumlah besar bangsa manusia untuk bersatu di kota-kota besar dan tempat-tempat pemukiman yang besar.
Di beberapa bagian dunia, kecenderungan ini mengacu kepada kota-kota yang sedemikian luas yang menakutkan, sebagaimana rakyat yang miskin dari pergumulan orang pedalaman ke kota gubuk yang kumuh.
Diharapkan bahwa kota-kota tersebut akhirnya akan kehilangan kekuatan yang atraktif ini. Namun jika tidak, ada tempat bagi pemerintah untuk mencari langkah-langkah untuk menjadikan negeri dan kota kecil agar lebih nyaman.
Baca juga: Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt
Mobilitas penduduk yang lebih besar membawa kepada retaknya hubungan kelompok-kelompok keluarga tua, namun hal ini sebagian dapat diimbangi dengan bentuk-bentuk asosiasi baru, yang seringkali didasarkan pada kecenderungan yang umum.
Keanekaragaman ini mulai dari partai-partai politik lokal sampai kepada klub-klub bagi para pendukung tim sepak bola atau bagi suatu hobbi yang umum. Yang paling penting adalah persatuan-persatuan perdagangan, yakni, bersatunya para buruh dalam industri untuk menjamin bahwa mereka ini secara jujur dihadapkan dengan manajemen.
Hal ini menjadi penting sebagai industri yang lebih terorganisir secara baik, namun undang-undang juga diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan kekuatan uni atau persatuan perdagangan tadi.
Transportasi yang mudah juga telah membawa makin meningkatnya perkampungan penduduk di luar negeri, baik hanya bersifat sementara maupun bersifat permanen. Pada akhir abad dua puluh, hal ini berarti bahwa di sana telah terjadi banyak percampuran-adukan yang lebih besar pengikut- pengikut dari agama-agama besar ketimbang yang pernah terjadi sebelumnya.
Berbeda dengan kasus-kasus khusus yang merupakan pengecualian, seperti masuknya orang-orang yang beragama Kristen dan Yahudi ke Kerajaan Islam, agama-agama besar itu cenderung menjadi kenyataan di hampir pendudukan kawasan-kawasan dunia yang eksklusif di mana mereka ini predominan.
Kunjungan-kunjungan para pengikut dari agama lain biasanya jarang terjadi dan secara relatif tidak lama, agar supaya para penganut satu agama itu sedikit kontaknya dengan para penganut agama yang lain. Bahkan dalam kasus negeri-negeri Islam, secara relatif hanya sedikit ada kunjungan oleh para penganut agama non-Muslim dari luar; dan sebagian kecil umat Islam yang mengadakan perjalanan ke masyarakat Kristen Eropa.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Sekadar mengingatkan William Montgomery Watt adalah seorang penulis barat tentang Islam. Ia pernah mendapatkan gelar "Emiritus Professor," gelar penghormatan tertinggi bagi seorang ilmuwan. Gelar ini diberikan kepadanya oleh Universitas Edinburgh. Penghormatan ini diberikan kepada Watt atas keahliannya di bidang bahasa Arab dan Kajian Islam (Islamic Studies). Berikut selengkapnya tulisannya tersebut:
Kekuatan politik yang besar juga dimungkinan, namun berbagai ragam ini sesuai dengan tabiat dan tradisi sistem politik. Teknologi modern juga membutuhkan tingkat organisasi yang tinggi dan lalu pertimbangan-pertimbangan untung rugi akan membawa kepada adanya bahaya karena kebutuhan akan mesin-mesin akan mengambil urutan prioritas yang utama di atas kebutuhan-kebutuhan makhluk manusia, agar para pekerja membawa kehidupan untuk mencari nafkah hidup itu harus mengorbankan nilai-nilai esensi manusia yang sejati.
Percepatan yang lebih besar dan kemudahan transportasi telah menciptakan kemungkinan bagi sejumlah besar bangsa manusia untuk bersatu di kota-kota besar dan tempat-tempat pemukiman yang besar.
Di beberapa bagian dunia, kecenderungan ini mengacu kepada kota-kota yang sedemikian luas yang menakutkan, sebagaimana rakyat yang miskin dari pergumulan orang pedalaman ke kota gubuk yang kumuh.
Diharapkan bahwa kota-kota tersebut akhirnya akan kehilangan kekuatan yang atraktif ini. Namun jika tidak, ada tempat bagi pemerintah untuk mencari langkah-langkah untuk menjadikan negeri dan kota kecil agar lebih nyaman.
Baca juga: Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt
Mobilitas penduduk yang lebih besar membawa kepada retaknya hubungan kelompok-kelompok keluarga tua, namun hal ini sebagian dapat diimbangi dengan bentuk-bentuk asosiasi baru, yang seringkali didasarkan pada kecenderungan yang umum.
Keanekaragaman ini mulai dari partai-partai politik lokal sampai kepada klub-klub bagi para pendukung tim sepak bola atau bagi suatu hobbi yang umum. Yang paling penting adalah persatuan-persatuan perdagangan, yakni, bersatunya para buruh dalam industri untuk menjamin bahwa mereka ini secara jujur dihadapkan dengan manajemen.
Hal ini menjadi penting sebagai industri yang lebih terorganisir secara baik, namun undang-undang juga diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan kekuatan uni atau persatuan perdagangan tadi.
Transportasi yang mudah juga telah membawa makin meningkatnya perkampungan penduduk di luar negeri, baik hanya bersifat sementara maupun bersifat permanen. Pada akhir abad dua puluh, hal ini berarti bahwa di sana telah terjadi banyak percampuran-adukan yang lebih besar pengikut- pengikut dari agama-agama besar ketimbang yang pernah terjadi sebelumnya.
Berbeda dengan kasus-kasus khusus yang merupakan pengecualian, seperti masuknya orang-orang yang beragama Kristen dan Yahudi ke Kerajaan Islam, agama-agama besar itu cenderung menjadi kenyataan di hampir pendudukan kawasan-kawasan dunia yang eksklusif di mana mereka ini predominan.
Kunjungan-kunjungan para pengikut dari agama lain biasanya jarang terjadi dan secara relatif tidak lama, agar supaya para penganut satu agama itu sedikit kontaknya dengan para penganut agama yang lain. Bahkan dalam kasus negeri-negeri Islam, secara relatif hanya sedikit ada kunjungan oleh para penganut agama non-Muslim dari luar; dan sebagian kecil umat Islam yang mengadakan perjalanan ke masyarakat Kristen Eropa.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Lihat Juga :