Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt
Minggu, 15 Januari 2023 - 15:32 WIB
loading...
Pada tahun 1922 bangsa Turki di bawah kekuasaan Mustafa Kemal menghapus nama Kerajaan Ottoman dan diganti dengan bentuk Republik Turki. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Orientalis yang pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, William Montgomery Watt (1909-2006), mengatakan semenjak pendudukannya terhadap Eropa Tenggara, kerajaan Ottoman menjadi pengulangan kolonialisme Islam yang agresif.
"Ottoman atau keluarga Bani Osmani ini adalah bagian kecil dari keseluruhan suku-suku bangsa Turki yang dikenal sebagai bangsa Turki yang masuk ke Anatolia atau Asia Kecil semenjak abad ke sebelas yang lalu," ujarnya dalam buku yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen" (Gaya Media Pratama, 1996).
Menurut Montgomery Watt, Bangsa Ottoman adalah pemimpin-pemimpin yang terus-menerus berjuang menentang Byzantine , terutama setelah mereka bergerak ke Anatolia barat laut di abad 13.
Pengikut-pengikutnya mendapatkan reputasi sebagai ghazi atau prajurit yang berjuang memerangi umat Kristen karena Iman, dan sebagai akibatnya adalah suksesinya yang sekarang dikenal sebagai dinasti Ottoman, yang menampung kerajaan-kerajaan kecil bangsa Turki yang lain.
Baca juga: Persepsi Kristen Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Pada tahun 1357 mereka menyeberangi Dardenalles menuju ke semenanjung Gallipoli dan sebelum akhir abad empat belas telah menduduki beberapa propinsi di kerajaan Byzantine, termasuk Yunani dan Bulgaria. Konstantinople sendiri akhirnya jatuh pada tahun 1453.
Awal abad ke-16adalah periode derasnya ekspansi Ottoman lebih lanjut. Pada tahun 1517 Syria dan Mesir diduduki dari raja-raja Mamluknya, walaupun sesudah kemenangan pada tahun 1526 sebagian besar wilayah Hongaria berada di bawah kekuasaan Ottoman dan pada tahun 1529 tentara Ottoman mengepung Vienna sekalipun tidak berhasil merebut wilayah tersebut.
Semenjak tahun 1534 bangsa Ottoman mempunyai angkatan laut yang handal di Lautan Tengah dan melaksanakan tugasnya dalam perang dengan Spanyol dan kekuasaan kekuasaan Eropa yang lain. Algeria segera mereka kuasai dan akhirnya menambahkan Tunisia sebagai wilayah kerajaan Ottoman.
Ottoman juga melanjutkan ekspansinya menuju ke bagian tenggara, menduduki Irak dan bagian-bagian wilayah Arabia dan mempertahankan armadanya di Samudera Hindia.
Baca juga: Persepsi Umum Kenabian Menurut Orientalis William Montgomery Watt
"Ottoman atau keluarga Bani Osmani ini adalah bagian kecil dari keseluruhan suku-suku bangsa Turki yang dikenal sebagai bangsa Turki yang masuk ke Anatolia atau Asia Kecil semenjak abad ke sebelas yang lalu," ujarnya dalam buku yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen" (Gaya Media Pratama, 1996).
Menurut Montgomery Watt, Bangsa Ottoman adalah pemimpin-pemimpin yang terus-menerus berjuang menentang Byzantine , terutama setelah mereka bergerak ke Anatolia barat laut di abad 13.
Pengikut-pengikutnya mendapatkan reputasi sebagai ghazi atau prajurit yang berjuang memerangi umat Kristen karena Iman, dan sebagai akibatnya adalah suksesinya yang sekarang dikenal sebagai dinasti Ottoman, yang menampung kerajaan-kerajaan kecil bangsa Turki yang lain.
Baca juga: Persepsi Kristen Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Pada tahun 1357 mereka menyeberangi Dardenalles menuju ke semenanjung Gallipoli dan sebelum akhir abad empat belas telah menduduki beberapa propinsi di kerajaan Byzantine, termasuk Yunani dan Bulgaria. Konstantinople sendiri akhirnya jatuh pada tahun 1453.
Awal abad ke-16adalah periode derasnya ekspansi Ottoman lebih lanjut. Pada tahun 1517 Syria dan Mesir diduduki dari raja-raja Mamluknya, walaupun sesudah kemenangan pada tahun 1526 sebagian besar wilayah Hongaria berada di bawah kekuasaan Ottoman dan pada tahun 1529 tentara Ottoman mengepung Vienna sekalipun tidak berhasil merebut wilayah tersebut.
Semenjak tahun 1534 bangsa Ottoman mempunyai angkatan laut yang handal di Lautan Tengah dan melaksanakan tugasnya dalam perang dengan Spanyol dan kekuasaan kekuasaan Eropa yang lain. Algeria segera mereka kuasai dan akhirnya menambahkan Tunisia sebagai wilayah kerajaan Ottoman.
Ottoman juga melanjutkan ekspansinya menuju ke bagian tenggara, menduduki Irak dan bagian-bagian wilayah Arabia dan mempertahankan armadanya di Samudera Hindia.
Baca juga: Persepsi Umum Kenabian Menurut Orientalis William Montgomery Watt
Lihat Juga :