QS. Asy-Syura Ayat 20

مَنۡ كَانَ يُرِيۡدُ حَرۡثَ الۡاٰخِرَةِ نَزِدۡ لَهٗ فِىۡ حَرۡثِهٖ‌ۚ وَمَنۡ كَانَ يُرِيۡدُ حَرۡثَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ نَّصِيۡبٍ
Man kaana yuriidu harsal Aakhirati nazid lahuu fii harsihii wa man kaana yuriidu harsad dunyaa nu'tihii mnhaa wa maa lahuu fil Aakhirati min nasiib
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.
Juz ke-25
Tafsir
Pada ayat yang lalu, Allah menggambarkan orang-orang yang membantah terjadinya Kiamat, sedangkan dalam ayat ini Allah menggambarkan keuntungan di akhirat bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat melalui amal-amal yang dilakukannya di dunia ini dengan niat yang ikhlas, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dengan melipatgandakan keuntungannya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia melalui usaha dan kegiatan yang hanya semata-semata ingin mendapatkan keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari hasil usaha-Nya itu berupa keuntungan dunia sesuai dengan kehendak Kami, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat kelak.
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa barang siapa yang menghendaki pahala dengan amal dan usahanya, Allah akan memudahkan baginya untuk beramal saleh, kemudian Dia mengganjar amalnya itu, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai berlipatganda menurut kehendak Allah. Begitu pula sebaliknya, barang siapa mengharapkan dari amal usahanya kemewahan dunia dengan segala bentuknya dan tidak sedikit pun mengharapkan amalan dan pahala akhirat, maka Allah akan memberikan sebanyak apa yang telah ditentukan baginya, tetapi ia tidak akan memperoleh sedikit pun pahala akhirat karena amal itu sesuai dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasan amalnya sesuai dengan niatnya, sebagaimana sabda Nabi saw:

Bahwasanya amal itu menurut niatnya, dan bahwasanya bagi setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Qatadah berkata, "Sesungguhnya Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang amalnya diniatkan untuk akhirat selain untuk kesenangan dunia menurut kehendaknya. Allah tidak memberikan pahala di akhirat kepada orang yang beramal dengan niat memperoleh kenikmatan dunia saja." Hal ini sejalan dengan firman Allah:

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra'/17: 18-19)
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Asy-Syura
Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.
Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Taala
Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wataala dengan sebaik-baiknya takwa. Sehingga kita akan mendapatkan jaminan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

6 Ayat Penyembuh dalam Al-Quran, Dibaca Secara Berurutan
6 Ayat Penyembuh dalam Al-Qur'an, Dibaca Secara Berurutan

Di dalam Al-Qur'an, ada enam ayat penyembuh (Ayaaatus Syifaaa') yang khasiatnya tidak diragukan lagi. Ayat-ayat ini dapat diamalkan sebagai penawar bagi yang sakit.

Ali Bin Abu Thalib: Jadilah Anak-Anak Akhirat, Jangan Jadi Anak-Anak Dunia
Ali Bin Abu Thalib: Jadilah Anak-Anak Akhirat, Jangan Jadi Anak-Anak Dunia

Ali bin Abu Thalib menjelaskan zuhud tersimpul dalam dua kalimat dalam Al-Quran, supaya kamu tidak bersedih karena apa yang lepas dari tanganmu dan tidak bangga dengan apa yang diberikan kepadamu.

Tadabur Ar-Rahman Ayat 13-15, Nikmat Tuhanmu Manakah yang Kamu Dustakan?
Tadabur Ar-Rahman Ayat 13-15, Nikmat Tuhanmu Manakah yang Kamu Dustakan?

Kandungan Surah Ar-Rahman banyak bercerita tentang aneka nikmat Allah yang sering terlupakan untuk kita renungi dan syukuri. Berikut lanjutan tadaburnya.

Meneladani Ibrahim (3): Makkah Jadi Kota yang Dicintai Berkat Doa Beliau
Meneladani Ibrahim (3): Makkah Jadi Kota yang Dicintai Berkat Doa Beliau

Ibrahim 'alaihissalam meninggalkan tanah kelahirannya dan menetap di kota baru yang Allah tetapkan. Kota itulah yang belakangan dikenal sebagai kota suci yang mulia.

Pinjaman Tanpa Bunga Menurut Islam, Begini Syarat dan Ketentuannya
Pinjaman Tanpa Bunga Menurut Islam, Begini Syarat dan Ketentuannya

Secara istilah qardhul hasan diartikan sebagai pinjaman yang baik yang diberikan kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan tanpa mengharapkan imbalan

Bayar Zakat Online, Begini Pendapat Para Ulama tentang Hukumnya
Bayar Zakat Online, Begini Pendapat Para Ulama tentang Hukumnya

Membayar zakat secara online atau dalam jaringan (daring) di era digital bukanlah sesuatu yang aneh. Kemenag juga menyarankan umat Islam membayar zakat secara online pada saat pandemi.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak