Penjelasan tentang Hadis Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan

Senin, 20 April 2020 - 17:57 WIB
loading...
Penjelasan tentang Hadis...
Ustaz Farid Numan Hasan hafizhahullah, dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia. Foto/Ist
A A A
Menjelang Ramadhan biasanya kaum muslimin menerima broadcast hadis bermaaf-maafan melalui sosial media. Banyak yang menyebarkannya kepada keluarga, kerabat dan sahabat melalui media sosial seperti WA, Instagram, Facebook dan lainnya.

Bagaimana status hadis tersebut dalam pandangan ilmu syariat? Berikut penjelasan Ustaz Farid Nu'man Hasan, dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia.

Inilah redaksi hadis yang sering disebarkan (broadcast) tersebut:
"Ketika Rasulullah berkhutbah pada suatu Salat Jumat (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai salat Jumat para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: "Ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah amin-kan doaku ini", jawab Rasulullah. Doa Malaikat Jibril adalah "Yaa Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami isteri; Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun amin sebanyak 3 kali." (Hadis shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah RA)

Penjelasan:
Hadis seperti itu tidak ada. Yang ada adalah hadis yang agak mirip redaksi awalnya, tapi isinya sangat berbeda. Berikut hadisnya yang sahih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan:
أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam naik mimbar lalu beliau mengucapkan, "Amin, Amin, Amin." Para sahabat bertanya, 'Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?' Kemudian, beliau bersabda: "Baru saja Jibril berkata kepadaku, 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan,' maka kukatakan, "Amin". Kemudian, Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),' maka aku berkata, "Amin." Kemudian, Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,' maka kukatakan, "Amin".

Hadis ini diriwayatkan oleh:
1. Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, No. 646. 2. Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 1888.
3. Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 8116.
4. Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8767.

Statusnya:
- Shahih, menurut Imam Ibnu Khuzaimah
- Jayyid (bagus), menurut Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami dalam tahqiqnya terhadap Sunan Ibni Khuzaimah
- Hasan shahih, menurut Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad No. 646.

Inilah yang sahih. Namun demikian, bermaaf-maafan adalah perbuatan baik yang mutlak dan boleh dilakukan kapan pun. Baik bulan lalu, saat ini, atau besok baik sebelum Ramadhan, saat Ramadhan, atau setelah Ramadhan. Meminta maaf bukan berarti harus punya salah dulu dengan manusia, sebagaimana istighfar kepada Allah tidak harus setelah membuat dosa dahulu. Ini adalah perbuatan baik dan bagus yang menunjukkan kerendahhatian. Hanya saja jangan sampai aktivitas ini dianggap sebagai bagian dari paket syariat dalam menghadapi Bulan Ramadhan, itu tidaklah demikian. Wallahu A'lam

Sumber:
Alfahmu.id, website resmi Ustaz Farid Nu'man Hasan
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengembalikan Kemuliaan...
Mengembalikan Kemuliaan Nuzulul Qur'an dengan Kesalehan Ritual dan Sosial
7 Negara dengan Puasa...
7 Negara dengan Puasa Terlama di Tahun 2024, Nomor 1 Ada di Wilayah Benua Amerika
Hukum Berpuasa 1 atau...
Hukum Berpuasa 1 atau 2 Hari Sebelum Ramadan
Persiapan dan Bekal...
Persiapan dan Bekal Diri Menjelang Ramadan
Memaknai Keberkahan...
Memaknai Keberkahan Ramadan (13): Puasa Ajarkan Kejujuran pada Diri Sendiri
Kisah Sahabat Nabi yang...
Kisah Sahabat Nabi yang Batal Puasa karena Lihat Istri
Rekomendasi
Anomali Magnetik Aneh...
Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua
Al Tusi, Ahli Matematika...
Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia
Data Satelit NASA Selama...
Data Satelit NASA Selama 24 Tahun Ungkap Hal Menakutkan Ini Bakal Terjadi di Bumi
Artikel Terkini
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Sujud Syukur, Amalan...
Sujud Syukur, Amalan Sunnah saat Mendapat Nikmat: Ini Dalil dan Bacaannya
4 Jenis Sujud dalam...
4 Jenis Sujud dalam Islam Lengkap dengan Bacaan Doa dan Waktu Pelaksanaannya
Selebrasi Sujud di Piala...
Selebrasi Sujud di Piala Dunia 2026 Viral, Begini Makna Sujud Menurut Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Infografis
Sebelum Islam Datang,...
Sebelum Islam Datang, Puasa Sudah Diwajibkan pada Umat Terdahulu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved