Puasa dengan Syukur (Bagian 1)

Rabu, 08 Mei 2019 - 03:34 WIB
Puasa dengan Syukur...
Puasa dengan Syukur (Bagian 1)
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

“Tidakkah saya harusnya menjadi hamba yang mampu bersyukur?” (Muhammad SAW).
Orang berpuasa karena ragam motivasi. Ada yang melakukannya karena sadar bahwa itu kewajiban. Ada pula yang memang karena sekadar terbawa “lingkungan” sekitar alias ikut-ikutan. Ada juga yang menyadari bahwa puasa itu adalah salah satu kebutuhan dasar dalam hidupnya.
Dari sekian banyak motivasi, tiada lagi yang lebih tinggi dan mulia dari sebuah kesadaran sejati bahwa puasa itu adalah bentuk “rasa syukur”. Yaitu menyadari secara penuh bahwa puasa itu adalah karunia yang luar biasa dari Allah SWT. Tidak sekadar kewajiban, tidak juga karena keperluan, apalagi karena didorong oleh keadaan.

Melakukan puasa karena merasa diwajibkan boleh jadi melahirkan perasaan beban, bahkan terpaksa. Mau atau tidak mau harus dilakukan karena memang kewajiban. Tapi dalam hati boleh jadi timbul “was-was” dan rasa keterpaksaan itu.

Jika ini terjadi maka nilai puasa, baik secara pahala maupun sebagai kekuatan transformasi karakter, menjadi sangat mengecil. Akibatnya puasa menjadi amalan wajib tahunan yang hampa. Setelah Ramadan semua kembali menjadi seperti biasa. Ibaratnya sebuah bisnis, tiada untung. Hanya kembali modal karena sekadar melaksanakan kewajiban. Pesan moral puasa juga tidak efektif karena tidak menyentuh kesadaran terdalam.

Melakukan puasa karena kebutuhan juga berakhir dengan hasil yang kurang maksimal. Sebab melakukannya seolah memenuhi keinginan pribadi. Jika hal ini diungkapkan dalam bahasa negatif maka puasa seperti ini seolah sekadar memenuhi hawa nafsu.

Dan karenanya pilihan tertinggi adalah berpuasa karena memang menyadari jika puasa itu sendiri adalah sebuah karunia besar dari Allah SWT. Sebuah kenikmatan yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya tercinta.

Menyadari kenikmatan puasa menjadikan berpuasa tidak saja mudah dan ringan. Tapi dengan kesadaran seperti itu puasa akan dilakukan dengan penuh gembira dan nikmat. Detik demi detik akan berlalu dengan kelezatan menjalankannya.

Ternyata memang syukur itu adalah fondasi utama dalam melakukan ubudiyah kepada Allah SWT. Bahwa ibadah bukan sekedar kewajiban agama yang ditujukan untuk mengumpulkan pahala. Tapi memang sebuah ekspresi iman untuk mengakui semua karunia nikmat Allah dalam hidup.

Ibadah-ibadah yang kita lakukan itu semuanya kira-kira menjadi pembuktian akan kesadaran tertinggi untuk mengapresiasi karunia Ilahi. Setiap ruku' dan sujud kita kira-kita mengekspresikan: “Thank you Allah” atau segala nikmat-Mu.

Itulah rahasia jawaban Rasulullah ketika ditanya oleh isteri beliau yang terkagum dengan salat malam dan seluruh ibadahnya. Sang isteri bertanya: “Kenapa engkau melakukan semua ini ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Tidakkah saya seharusnya menjadi hamba yang mampu bersyukur (kepada Allah)?”.

Ingat, kesadaran “Syukur” dalam bentuk ibadah-ibadah itu juga belum mampu mengimbangi kebesaran karunia Allah. Karenanya jangan pernah merasa mampu membayar segala karunia nikmat Allah dalam hidup kita.

Syurga-Nya tak akan diraih sekadar dengan ibadah-ibadah kita. Pada akhirnya syurga itu hanya dimungkinkan untuk kita dengan “kasih sayangNya” (rahmah) jua.

Semoga kita semua mampu mencapai tingkatan kesyukuran dalam menjalankan Ibadan puasa ini. Ringan, senang, tenang, dan merasakan “ladzdzah ‘ubudiyah” (kelezatan ibadah) kepada Allah SWT. Amin!

Di bulan yang baik ini saya mengajak Bapak/Ibu untuk ikut mengambil bagian dalam membangun peradaban Islam dunia dengan pembangunan pondok pesantren pertama di Amerika.

Donasi bisa dilakukan melalui:
https://nusantaraboardingschool.com/support/

Atau transfer ke:
Rekening Indonesia:
Rek rupiah : 1240000018185
An. inka nusantara madani
Bank Mandiri

Jazakumullah khaer!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Ramadhan: Restorasi...
Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah
Waktu Itu!
Waktu Itu!
Puasa dan Transformasi...
Puasa dan Transformasi Hidup (1)
Rekomendasi
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Lukisan Rembrandt Lebih...
Lukisan Rembrandt Lebih Mematikan dari Mona Lisa, Ini Penyebabnya
Kerabat Titanoboa, Ahli...
Kerabat Titanoboa, Ahli Akui Ukuran Ular Raksasa Kalimantan Sulit Dipastikan
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved