Catatan ke-14 Ramadhan

Puasa itu Menyehatkan

Senin, 20 Mei 2019 - 14:44 WIB
Puasa itu Menyehatkan
Puasa itu Menyehatkan
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
"Berpuasalah niscaya kamu sehat" (Al-hadits). Tak dapat disangkal lagi bahwa berdasarkan penelitian pada ahli kesehatan, sebagian besar penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Dari kolesterol, tekanan darah tinggi, usus buntu, diabestis atau gula, ginjal, masalah paru-paru, hingga kanker perenggut maut.

Penyakit-penyakit itu menjadi momok yang ditakuti sekaligus menjadikan perusahaan obat-obatan dan asuransi kesehatan salah satu perusahaan yang paling bergengsi. Bahkan di negara-negara maju, hidup tanpa asuransi menjadi sebuah kejahatan tersendiri. Lebih jauh isu asuransi kesehatan adalah isu politik utama di negara-negara maju, termasuk di Amerika. (Baca Juga: Puasa Ramadhan Itu Pintu Ampunan)

Belakangan kemudian ditemukan bahwa ternyata berbagai penyakit fisik manusia juga mayoritasnya, lebih 80% disebabkan oleh faktor kejiwaan.
Penyakit-penyakit yang disebutkan di atas, tekanan darah tinggi, hingga ke serangan jantung, pada galibnya disebabkan oleh faktor psikis (kejiwaan) manusia.

Kenyataan ini saya kira tidak memerlukan penelitian yang sophisticated (canggih). Pengalaman mengatakan jika banyak pikiran, anda akan kurang tidur. Di saat anda mengalami kurang tidur maka terjadi ketidakseimbangan dalam peraliran darah. Dan pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan jantung, bahkan sel-sel otak itu sendiri.

Pada kedua faktor penyakit-penyakit manusia ini, puasa memainkan peranan penting sebagai solusi. Maka ketika Rasulullah SAW menyampaikan: "berpuasalah niscaya kamu sehat", ini bukan sekadar omongan kosong.

Tapi hakikat atau realita pada dua sisi kesehatan manusia. Secara fisik tidak diragukan bahwa berpuasa adalah salah satu cara mencapai kesehatan yang praktis dan murah. Beberapa ahli kesehatan justeru merekomendasikan puasa sebagai treatmen (pengobatan) berbagai ragam penyakit manusia.

Minimal sebagaimana kita ketahui bersama, ketika anda akan melakukan general check up, anda dianjurkan untuk tidak mengkomsumsi makanan dalam jangka waktu tertentu. (Baca Juga: Puasa Ramadhan Itu Pengakuan Otoritas Ilahi)

Berpuasa misalnya memberikan ruang bagi pencernaan dan organ-organ tubuh lainnya untuk istirahat sejenak dari rutinitas, sehingga memungkinkan terjadi pembersihan dan pembaharuan sel-sel baru dalam tubuh.

Puasa juga dapat mencegah penyakit akibat pola makan yang berlebihan. Istilah agamanya "israf". Pola makan berlebihan menimbulkan overnutrisi yang mengakibatkan kegemukan yang membawa berbagi penyakit, seperti kolesterol, jantung koronis, kencing manis, ginjal, dan lain-lain.

Saya bukan ahli di bidang ini. Tapi alangkah mudahnya menemukan berbagai artikel yang membahas tentang manfaat puasa bagi kesehatan manusia.

Konon sebuah rumah sakit dengan treatmen puasa telah didirikan di Jerman sejak penghujung perang dunia II. Rumah sakit itu telah memasuki tiga generasi. Didirikan oleh sang kakek, yang ketika itu menderita kanker. Tak seorang dokter mampu menanganinya.

Hingga suatu hari ada yang menasehatinya agar menjalankan puasa. Diapun mempraktekkan puasa itu. Dan ternyata dengan puasa itu dia sembuh. Setelah sembuh itulah dia mendirikan rumah sakit tersebut. Hingga saat ini masih beroperasi di bawah asuhan cucu sang pendiri.

Dari semua manfaat puasa bagi kesehatan itu, saya kira manfaat dominan ada di aspek non fisik. Menahan makan bermanfaat. Tapi sumber kesehatan terbesar ada pada kemampuan manusia dalam mengelolah jiwa dan batinnya.

Keadaan kejiwaan manusia itu ternyata sangat bergantung kepada kecenderungan nafsunya. Nafsu yang didominasi oleh nafsu amarah rentang berakibat kepada keadaan kejiwaan (mental state) yang emosional.

Maka puasa sesungguhnya juga merupakan cara pembentukan kejiwaan seseorang. Jiwa yang dibentuk dengan kesabaran, kedamaian dan ketentraman dengan sendirinya akan membangun jiwa yang disebut "nafs muthmainnah" (jiwa yang tenang).

Bagaimana tidak. Puasa sekali lagi adalah bentuk ibadah yang bersifat personal antara seorang hamba dan Robbnya. Sehingga dengan sendirinya "constant remembrance" (dzikir berketerusan) itu akan terus terjadi dari seorang hamba kepada Robbnya.

Sebagaimana Alquran menegaskan: "dan bukankah dengan dzikir kepada Allah hati-hati menjadi tenang?". Maka dengan sendirinya hati akan merasakan ketenangan dan kedamaian.

Hati yang tenang dan damai inilah yang akan memiliki dampak positif pada segala aspek kehidupan manusia. Ketenangan dalam hidup akan menjaga ketenangan dalam tidur. Istirahat cukup berdampak pada sirkulasi darah yang akan menyehatkan jantung, bahkan sel-sel otak manusia.

Apapun itu, Sungguh benar Rasulullah ketika menyampaikan: "berpuasalah niscaya kamu sehat".

Itu bukan ungkapan biasa. Rasulullah SAW bukan seorang dokter. Juga bukan seorang ahli kesehatan. Tapi jika barbicara, bicaranya kebenaran. Karena memang: "tidaklah dia (Rasul) berbicara dari keinginannya sendiri. Kecuali karena dengan Wahyu yang disampaikan kepadanya" (Alqur'an).

Masalahnya yakinkah kita? Karena sejatinya Allah menempatkan diriNya berdasarkan prasangka hambaNya. Jika yakin, Allah pasti demikian. Jika ragu, hasilnya juga meragukan.

Tidak kalah pentingnya adalah melakukan puasa sesuai dengan tujuannya. Jika salah satu tujuannya adalah untuk mencapai kesehatan fisik, maka pola makan di bulan Ramadhan harus dijaga.

Jangan sampai di siang hari meninggalkan makan dan minum, tapi di malam hari yang terjadi adalah israf (berlebihan) dan balas dendam. Semoga tidak!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Waktu Itu!
Waktu Itu!
Ramadhan: Restorasi...
Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah
Puasa dan Transformasi...
Puasa dan Transformasi Hidup (1)
Rekomendasi
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Fenomena Langka, Langit...
Fenomena Langka, Langit Australia Berubah Menjadi Merah Muda
Ikan Kiamat Raksasa...
Ikan Kiamat Raksasa Naik ke Permukaan Laut Taiwan, Ini Faktanya
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah...
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah Yang Karyanya Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved