Catatan ke-19 Ramadhan

Puasa itu Melahirkan Kerinduan

Rabu, 29 Mei 2019 - 14:51 WIB
Puasa itu Melahirkan...
Puasa itu Melahirkan Kerinduan
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

Hari-hari terakhir Ramadhan ini seharusnya melahirkan rasa rindu dalam diri hamba-hambaNya. Merindukan Rasulullah, rindu syurgaNya, dan tentunya kerinduan terbesar adalah menatap wajah Ilahi kelak nanti.

Disebutkan bahwa dari sekian kesenangan ukhrawi kelak, tak ada lagi yang paling diimpikan oleh manusia mukmin lebih dari menatap wajah sang Khaliq. Bahkan secara khusus 'menatap wajahNya' ini disebut dengan 'ziyadah' (kebahagiaan lebih).

Alqur'an menggambarkan kegembiraan itu. Wajah-wajah ahli syurga bersinar (naadhirah) memandang wajah Tuhannya. "Dan pada hari itu wajah mereka bercahaya. Mereka memandang wajah Tuhannya" (Al-Qiyamah).

Untuk terwujudnya kerinduan itu diperlukan "mujahadah" penuh dalam ibadah di satu sisi. Di sisi lain mengesampingkan sementara segala godaan nafsu duniawi. (Baca Juga: Ramadhan Itu Bulan Alqur'an)

Maka di hari-hari terakhir inilah hati dan jiwa, bahkan raga hamba-hamba yang beriman dengan sepenuhnya terdedikasikan kepada keharibaanNya. Betapa tidak, makan, minum, tidur, bahkan semua kesenangan dunia untuk sementara dikesampingkan/dikurangi demi mencari ridhoNya.

Secara khusus Allah mengingatkan mereka yang beri'tikaf: "dan jangan kamu melakukan hubungan (suami isteri) sedangkan kamu beri'tikaf" (Alquran).

Jika dua puluh hari di awal Ramadhan, larangan hubungan suami isteri berlaku di siang hari, maka bagi hamba-hanba yang sedang mendedikasikan diri kepada Allah di sepuluh hari terakhir justru dilarang di malam hari juga.

Ini mengindikasikan urgensi melawan godaan kesenangan dunia sementara. Sebuah penggambaran bahwa hawa nafsu duniawi kerap menjadi penghalang bagi seorang hamba menuju jalan Rabbnya.

Maka ayat di Surah Al-Qiyaamah yang membicarakan tentang "melihat wajah Tuhan" (ilaa Rabbiha naadzirah) justru didahului dengan peringatan: "Sayang sekali, tapi kamu terlalu mencintai Al-Aajilah (dunia). Dan acuh terhadap urusan akhirat" (Alqur'an).

Oleh karenanya sekali lagi, cinta dunia berlebihan inilah yang menjadikan banyak orang terhalang dari kenikmatan terbesar, nikmat ukhrawi kelak. Yaitu memandang wajah Tuhan, Dzat Yang Maha Mencipta.

Maka perjuangan mengesampingkan nikmat duniawi sementara dalam perjalanan menuju Tuhan, merupakan bukti kerinduan dalam menatap wajahNya.

"Beruntunglah siapa yang mensucikan jiwa. Dan ingat kepada Allah dan salat" (Alqur'an).

Pensucian jiwa yang disebutkan pada ayat di atas adalah kemampuan menjaga jiwa dari godaan nafsu duniawi yang disebutkan kemudian: "Akan tetapi kamu terlalu melebihkan (tu’tsiruna) kehidupan dunia".

Hari-hari sepuluh terakhir memang disiapkan oleh Allah SWT untuk hamba-hambaNya yang merindukan pertemuan denganNya. Pertemuan batin (spiritual encounter) sebelum pertemuan yang sesungguhnya di hari Akhirat kelak.

Di hari-hari terakhir itu, setelah melalui hari-hari perjuangan dan komitmen kedekatan dengan Allah, seorang hamba akan semakin merasakan kerinduan itu.

Setelah melalui hari-hari perjuangan mengesampingkan godaan dunianya, seorang hamba akan semakin bersinar jiwanya. Sinar itulah yang menjadi titik kerinduan menemukan Tuhannya.

Hati-hati yang telah begitu dekat dengan Tuhan akan merasakan ketenangan di saat dunia mengalami kegoncangan. "Tidakkah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang?".

Dan hati-hati yang tenang itulah yang akan dipanggil dengan panggilan kerinduan: "Wahai jiwa yang tenang. Kembalikah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai".

Bahkan hanya jiwa yang tenang (salim) itu yang akan menghadap Tuhannya dengan penuh keindahan. "Pada hari di mana harta dan anak tidak lagi memberikan manfaat. Terkecuali mereka yang datang menghadap Tuhannya dengan jiwa yang bersih" (Alqur'an).

Semoga hari-hari terakhir ini hati kita semakin merasakan kerinduan itu. Kerinduan yang melahirkan ketenangan menuju kepadaNya. Amin!

Di bulan yang suci ini, khususnya di sepuluh malam terakhir, kami mengajak semua untuk menjadi bagian. Berikan donasi terbaik melalui: Rek rupiah: Bank BNI Syariah(427)-887000045, Bank Mandiri (008)-1240000018185 atas nama inka nusantara madani Bank Mandiri. Jazakumullah khaer!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Waktu Itu!
Waktu Itu!
Ramadhan: Restorasi...
Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah
Puasa dan Transformasi...
Puasa dan Transformasi Hidup (1)
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Penyebab...
Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova
Mengapa Laut Mediterania...
Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Umat Islam Perlu Mengetahui...
Umat Islam Perlu Mengetahui Enam Hikmah Puasa Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved