Hajj Journey-12

Haji Adalah Miniatur Kecil dari Perjalanan Hidup Manusia

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 22:13 WIB
Haji Adalah Miniatur...
Haji Adalah Miniatur Kecil dari Perjalanan Hidup Manusia
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pembimbing Haji Nusantara USA

Setelah seluruh rangkaian ritual Haji Selesai dilaksanakan, jamaah dengan sendirinya resmi menjadi haji/hajjah. Gelar ini menjadi populer khususnya di Indonesia.

Kita menyebutkan di sesi awal catatan ringan ini bahwa haji, selain bersifat konklusif (menyimpulkan), inklusif (merangkul), juga integratif (mengikat) semua aspek ajaran Islam. Pada haji ada aspek akidah, aspek ibadah, dan tentunya ada aspek penting dari Muamalat dan hubungan internasional manusia.

Tetapi juga tidak kalah pentingnya ibadah haji sesungguhnya adalah penggambaran dari siklus kehidupan manusia dari awal hingga akhir. Pada semua ritual ibadah itu tergambarkan semua tahapan yang berlaku dalam hidup manusia.

Dimulai dari kata haji yang identik dengan perjalanan (Journey). Sesungguhnya menggambarkan kepada kita bahwa hidup itu adalah perjalanan (a Journey). Maka tepat adanya jika haji adalah miniatur atau gambaran kecil dari perjalanan hidup manusia.

Ketika akan memulai perjalanan haji ada tiga aspek bekal (zaad) yang mutlak dipersiapkan. Persiapan materi dan fisikal. Persiapan ilmu dan pengetahuan. Dan tidak kalah pentingnya adalah persiapan spiritual kerohaniaan.

Persiapan materi dan fisikal termaknai dengan penciptaan manusia dari tanah liat. Manusia adalah juga bentuk fisikal dan secara mendasar memerlukan material dalam hidupnya. Makan, minum, tidur, kawin, olah raga, semua itu wujud dari Persiapan materi dan fisikal manusia itu.

Perjalanan ibadah haji juga mutlak dengan perbekalan "ilmu". Semua Ibadah dalam Islam itu sejatinya dilakukan dengan dasar ilmu. Beribadah bukan sekadar dengan rasa dan emosi, apalagi ikut-ikutan.

Haji secara khusus diperintahkan "khudzu anni manasikakum". Artinya berhajilah sesuai dengan yang Aku sunnahkan, kata Rasulullah SAW . Artinya Rasulullah memerintahkan umatnya untuk melakukan ibadah haji sesuai caranya. Dan untuk melakukan haji sesuai cara Rasul mutlak dengan ilmu.

Demikian pula hidup. Sukses takkan diraih tanpa ilmu dan pengetahuan. "Barangsiapa yang mau dunia hendaknya dengan ilmu. Barangsiapa yang mau sukses di Akhirat haruslah dengan ilmu. Dan Barangsiapa yang mau sukses pada keduanya hendklah dengan ilmu".

Karenanya menguasai ilmu manasik dan makna-makna ritual haji menjadi sangat penting dalam ibadah ini.

Dan tak kalah pentingnya adalah persiapan spiritual atau ruhani. Alqur'an mengingatkan: "wa tazawwadu Fa inna khaeraz zaadit Taqwa"... bahwa sebaik-baik itu adalah ketakwaan. Substansi dasar dari ketakwaan adalah "khasyatullah" (rasa takut pada Allah). Dan khasyatullah adalah esensi ruhiyah Salam Islam.

Haji adalah ibadah yang lengkap. Dan persiapan keruhaniaan menjadi sangat mendasar. Karena semua ibadah dibangun di atas kesiapan dan kebersihan hati.

Kebersihan hati dalam beribadah ini biasanya lebih dikenal dengan istilah "tazkiyah an nafs" (penyucian jiwa).

Perjalanan hidup manusia kiranya demikian pula. Tanpa Persiapan spiritualitas atau ruhani maka semua akan menjadi goyah dan goncang. Ketenangan hidup itu akan ditentukan oleh hati dan jiwa manusia. Sementara hati dan jiwa hanya dapat menjadi tenang ketika tingkat spiritualitas itu besar.

Kekuatan spiritualitas itu dibangun oleh kehadiran dzikrullah: "Bukankah dengan mengingat Allah hati-hati (quluub) menjadi tenang?".

Hati yang gersang ruhani mudah sakit. Termasuk merasakan ketakutan (khauf) dan kesedihan (hazan). Yang berbahaya ketika hati dan jiwa yang rapuh itu selalu terancam oleh apapun. Bahkan oleh kelebihan dan bahkan kebaikan orang lain misalnya. Irihati dan dengki adalah indikasi jiwa dan hati yang rapuh dan goyah.

Karenanya haji yang matang adalah haji yang dipersiapkan pada tiga aspek ini. Dan hidup yang matang juga adalah hidup yang terbangun di atas tiga fondasi yang solid: materi/fisikal, ilmu/pengetahuan, dan ruhani/spiritualitas. (bersambung)...
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Haji dan Panggilan Kemanusiaan
Haji dan Panggilan Kemanusiaan
Meneladani Ibrahim (1):...
Meneladani Ibrahim (1): Kebesaran Allah dan Kehidupan
Idul Adha, Kurban, dan...
Idul Adha, Kurban, dan Keteladanan Nabi Ibrahim AS (1)
Meneladani Ibrahim (2):...
Meneladani Ibrahim (2): Kesungguhan dalam Proses Mencari Hidayah
Haji itu Miniatur Perjalanan...
Haji itu Miniatur Perjalanan Hidup Manusia, Begini Gambarannya
Keterkejutan Sosial
Keterkejutan Sosial
Rekomendasi
Hama Kutu Busuk Asia...
Hama Kutu Busuk Asia Mulai Merongrong Petani di Amerika dan Inggris
Penjelasan Kenapa Satu...
Penjelasan Kenapa Satu Sisi Bumi Lebih Cepat Dingin Dibandingkan Sisi Lainnya
Fakta Gunung Bergerak,...
Fakta Gunung Bergerak, Berikut Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved