3 Tanda Orang Bodoh dan Wasiat Abdullah bin Mas'ud

Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:25 WIB
3 Tanda Orang Bodoh...
3 Tanda Orang Bodoh dan Wasiat Abdullah bin Mas'ud
A A A
Perbedaan orang pintar dan orang bodoh ternyata bisa dilihat dari bagaimana cara mereka mengisi kehidupan. Menurut ilmu syariat, orang pintar dan orang bodoh tidaklah sama.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda: "Orang pintar ialah siapa saja yang menundukkan jiwanya untuk melakukan ketaatan kepada Allah, dan ia selalu beramal (sebagai bekal) untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang bodoh (lemah) itu ialah siapa saja yang selalu mengikuti bisikan (buruk) jiwanya, dan ia berangan-angan tinggi kepada Allah (namun tanpa disertai iman dan amal)."

Ahli Hikmah berkata: "Engkau berharap keselamatan (dunia dan akhirat), tetapi engkau tidak mengikuti jalan-jalan keselamatan. Sesungguhnya kapal itu tidaklah berlayar di tempat yang kering."

Dalam Kitab 'Uyuunu Al-Akhbaar karya Ibnu Qutaibah, sahabat Abu Darda' radhiyallahu anhu (RA) berkata: "Tanda orang bodoh itu ada 3 (tiga), yaitu:
1. Bangga diri.
2. Banyak bicara dalam hal yang tidak bermanfaat.
3. Melarang orang lain dari suatu perbuatan, namun ia sendiri melakukannya.

Orang pintar itu selalu berupaya membebaskan diri dari 3 tanda orang bodoh di atas dan dari tanda-tanda lainnya. Seperti bermalas-malasan dalam beramal ibadah dan tidak peduli dengan ilmu agama.

Wasiat Abdullah bin Mas'ud
Ketika Abdullah bin Mas'ud berada pada saat menjelang wafatnya, beliau memanggil anaknya, kemudian berwasiat kepadanya: "Wahai anakku (Abdurahman bin Abdullah bin Mas’ud), sesungguhnya aku berwasiat kepadamu lima perkara maka jagalah wasiat ini:
1. Tunjukan kepada manusia jika dirimu tidak butuh pada harta mereka (mengambil yang bukan haknya), maka kamu akan meraih kekayaan hakiki.
2. Tinggalkan senang meminta-minta pada orang lain karena sesungguhnya itu merupakan kefakiran yang akan selalu menghantuimu.
3. Berilah orang lain udzur jika melakukan kesalahan dan jangan sekali-kali engkau tiru kesalahannya.
4. Berusahalah untuk selalu beramal pada hari ini dan usahakan amalanmu sesuai sunnah.
5. Jika kamu mengerjakan salat, maka salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah seakan-akan dirinya tidak akan salat lagi setelahnya. (Washoya Ulama 'Indal Maut)
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Hadis tentang Ilmu...
5 Hadis tentang Ilmu yang Mendorong Minat Belajar
Bagaimana Kedudukan...
Bagaimana Kedudukan Ilmu dalam Islam? Benarkah Menuntut Ilmu Lebih Utama dari Amalan Sunnah?
Orang Baik itu Semakin...
Orang Baik itu Semakin Berilmu Semakin Tawadhu'
Kecerdasan Seorang Penggembala...
Kecerdasan Seorang Penggembala Kambing Saat Ditanya Orang Alim
7 Keutamaan Duduk Bersama...
7 Keutamaan Duduk Bersama Orang Alim
Santri Sebagai Agen...
Santri Sebagai Agen Perubahan, Mereka Itu Istimewa!
Rekomendasi
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Al-Idrisi sang Pemandu...
Al-Idrisi sang Pemandu Marcopolo, Ibnu Batutta, dan Colombus
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved