14 Perkara yang Harus Diperhatikan saat Tadarus Al Qur'an

Minggu, 09 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
14 Perkara yang Harus...
Al-Quran tidaklah memberi manfaat dan mendatangkan rida Allah kecuali jika seorang muslim dalam membaca atau mendengar bacaan Al-Quran memperhatikan adab-adabnya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Salah satu amalan prioritas di bulan Ramadan adalah membaca atau tadarus Al Qur'an . Agar amalan ini diterima, maka ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca Al Qur'an tersebut. Kenapa adab ini sangat penting? Karena, Al-Quran tidaklah memberi manfaat dan mendatangkan rida Allah kecuali jika seorang muslim dalam membaca atau mendengar bacaan Al-Quran memperhatikan adab-adabnya.

Banyak keutamaan membaca Al Qur'an ini. Salah satunya adalah Allah subhanahu wata’ala mengganjar seseorang yang membaca al-Quran setiap huruf yang ia baca dengan pahala yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ


“Barang siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Tiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alim lam mim’ satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi No. 2910. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih gharib)

Adab-adab dalam membaca al-Quran dibagi dua; adab-adab yang berkaitan dengan hati dan adab-adab yang berkaitan dengan anggota badan.

Adab Membaca al-Quran yang Berkaitan dengan Hati

1. Ikhlas karena Allah semata

Membaca Al-Quran merupakan salah satu bentuk ibadah. Sedangkan ibadah tidak akan diterima, kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas. Ikhlas adalah fondasinya suatu ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ


“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Orang yang ikhlas hanya menjadikan rida Allah sebagai satu-satunya tujuan ia beramal. Bukan karena tujuan yang bersifat duniawi semisal mendapat pujian dan penilaian baik manusia. Jika dalam hati terbesit rasa ujub, riya’, atau sum’ah dalam membaca al-Quran, maka bersegeralah memperbaiki niat dan tobat kepada-Nya.

2. Mengagungkan setiap ayat yang dibaca

Ketika membaca maupun mendengar bacaan al-Quran, renungkanlah bagaimana dahulu Malaikat Jibril alaihissalam menyampaikan wahyu dari Allah tersebut kepada sebaik-baik manusia, yaitu baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam. Kemudian bagaimana Nabi dahulu membacakan ayat-ayat yang kita baca ini kepada para shahabatnya. Jika kita dalam membaca Al-Quran merenungkan perihal di atas maka khusyuklah hati, tenanglah anggota badan, serta bertambahlah rasa cinta dan takut kita kepada-Nya karena kita tahu dan sadar bahwa yang kita baca adalah firman Allah yang agung.

Membaca Al-Quran dengan mengagungkan dan menghayati betul-betul bahwa setiap ayat yang sedang dibaca ini adalah kalam Allah azza wajalla yang mulia, menjadikan kita tahu bahwa Allah telah memberikan karunia yang besar kepada hamba-hamba-Nya berupa kemudahan bagi mereka dalam membaca dan memahami kalam-Nya. Sudah sepantasnya seseorang mengagungkan setiap ayat al-Quran yang ia baca maupun yang ia dengar. Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata,

فَمَنْ ‌قُرِئَ ‌عَلَيْهِ ‌القُرْآنُ فَلْيُقَدِّرْ نَفْسَهُ كَأَنَّمَا يَسْمَعُهُ مِنَ اللهِ يُخَاطِبُهُ بِهِ


“Barang siapa yang mendengar bacaan al-Quran, maka berusahalah seakan-akan ia mendengar bacaan al-Quran dari Allah yang sedang mengajak bicara kepadanya.” (Madariju as-Saliki, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, 2/166)

3. Menghadirkan hati

Menghadirkan hati ketika membaca al-Quran, akan menghantarkan seorang hamba menuju kekhusyukan dan memudahkannya dalam mentadaburi ayat-ayat Allah yang sedang ia baca. Banyak umat Islam pada zaman sekarang yang sebatas membaca al-Quran lewat lisannya, sedangkan hatinya lalai. Tentu ini berbeda dengan potret salaf terdahulu. Kiranya kita perlu menyimak dengan seksama nasihat dari Ibnu al-Qayyim—Ulama yang juga dikenal sebagai pakar penyakit hati—sebagai berikut,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Memperbanyak Baca Al...
Memperbanyak Baca Al Quran di Bulan Mulia Zulhijjah, Pahalanya Berlipat-lipat!
Rekomendasi
Kisah Gajah Mada dan...
Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
4 Fenomena Gaib yang...
4 Fenomena Gaib yang Belum Bisa Dijelaskan secara Sains, Nomor Terakhir Sangat Populer
Para Ilmuwan Mengklaim...
Para Ilmuwan Mengklaim Temukan Jejak Kehidupan Alien di Bulan
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved